Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Sound Horeg Karnaval di Malang hingga Dini Hari, Warga Pilih Mengungsi ke Hotel

Penulis : Irsya Richa - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

31 - Aug - 2026, 11:04

Placeholder
Sound horeg pada gelaran karnaval. (Foto: Istimewa)

JATIMTIMES - Gelaran karnaval dengan iringan sound horeg kembali menuai keluhan dari warga Malang. Bukan karena keberadaan sound system dalam karnaval, warga menyoroti durasi penggunaan suara berintensitas tinggi yang dinilai semakin tidak terkendali hingga memasuki waktu dini hari.

Keluhan tersebut disampaikan sejumlah warga melalui media sosial. Mereka mengaku terganggu karena suara dari karnaval masih terdengar hingga pukul 03.00, 04.00, bahkan mendekati waktu subuh.

Baca Juga : Berbasis AI, ExpertBook P5 Bisa Jadi Asisten untuk Rapat Daring Plus Notulen

Konten kreator asal Malang, Andaza Hariyono, mengatakan dirinya bukan pihak yang membenci sound horeg. Bahkan, dia mengaku pernah mengikuti kegiatan yang menggunakan sound system tersebut. Namun, menurutnya, persoalan muncul ketika penggunaan sound horeg berlangsung hingga larut malam dan mengganggu waktu istirahat warga.

“Saya bukan membenci suara horeg. Saya dulu juga ikut son-sonan horek. Saya istirahat biasa. Cuma sekarang sampai dini hari, jam empat, setengah lima, itu sudah ngawur,” kata Andaza di Instagramnya.

Menurut Andaza, kondisi tersebut berbeda dengan pelaksanaan karnaval pada tahun-tahun sebelumnya. Berdasarkan pengalamannya saat mengikuti atau mendokumentasikan karnaval sekitar 2017 hingga 2019, penggunaan sound system umumnya masih berlangsung dalam batas waktu yang menurutnya lebih wajar.

“Di tahun-tahun sebelumnya itu normal. Hari ini jam 23.00-00.00, mentok setengah satu, itu masih normal. Sekarang ini tambah ngawur,” imbuhnya

Gangguan tersebut, lanjut Andaza, bahkan membuatnya memilih meninggalkan Malang selama dua hari ketika sejumlah wilayah di Malang Raya tengah menggelar karnaval dengan sound horeg.

“Makanya saya mengungsi dua hari di luar kota. Karena di Malang, di Kabupaten Malang, lagi pada ada karnavalan suara horeg,” tambah Andaza.

Ia menyebut keluhan serupa juga banyak disampaikan masyarakat melalui media sosial. Warga, menurutnya, tidak sedikit yang mengunggah keluhan karena aktivitas karnaval dengan suara keras berlangsung hingga dini hari.

“Orang-orang pada sambat, hari-hari di story sambat, di Threads juga sambat. Bukannya saya membenci sound horeg, tetapi kalau sampai jam segitu, jam empat, jam lima, itu sudah mengganggu,” tegas Andaza.

Baca Juga : Angkutan Pelajar Gratis Meluncur, Pengemudi Wajib Berseragam dan Tak Boleh Merokok

Keluhan serupa disampaikan warga Malang, Sasmita. Ia mengaku pernah mengalami langsung dampak karnaval dengan sound horeg yang melintas di depan rumahnya.

Saat karnaval berlangsung dan suara sound system terdengar keras di sekitar tempat tinggalnya, Sasmita bersama keluarganya memilih meninggalkan rumah untuk mencari tempat yang lebih tenang dan menginap di hotel.

“Kalau karnaval lewat depan rumah dengan sound horeg, kami sekeluarga memilih pergi dan menginap di hotel karena terganggu dengan suaranya,” ungkap Sasmita.

Tak hanya persoalan suara, Sasmita juga menyoroti kondisi lingkungan setelah karnaval selesai. Ketika kembali ke rumah, ia mendapati sejumlah sampah masih tersisa di sekitar lokasi yang dilalui peserta karnaval.

Menurutnya, warga sebenarnya tidak mempersoalkan kegiatan hiburan masyarakat selama pelaksanaannya tetap memperhatikan kenyamanan lingkungan sekitar. Namun, penggunaan sound dengan volume tinggi hingga dini hari perlu menjadi perhatian, terutama karena masyarakat juga membutuhkan waktu untuk beristirahat.


Topik

Peristiwa Sound Horeg larangan sound horeg Kota Malang Karnaval Keluhan Sound Horeg



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Bojonegoro Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Irsya Richa

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa