Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

BNPB Buka Pendaftaran Relawan Gempa Flores NTT, Seorang Relawan Meninggal Saat Jalankan Misi Kemanusiaan

Penulis : Mutmainah J - Editor : A Yahya

22 - Aug - 2026, 13:46

Placeholder
Dampak gempa di NTT Sabtu (15/8/2026). (Foto X @indepenSumatera)

JATIMTIMES - Pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) membuka pendaftaran terpadu bagi masyarakat yang ingin menjadi relawan dalam penanganan dampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pendaftaran dilakukan secara daring untuk mempermudah pendataan, koordinasi, serta mobilisasi relawan ke sejumlah wilayah yang terdampak gempa.

Baca Juga : Kekeringan di Malang Selatan Meluas, Ribuan Jiwa di Kedungbanteng Sumawe Ikut Terdampak

Bagi masyarakat yang ingin terlibat dalam misi kemanusiaan tersebut, pendaftaran dapat dilakukan melalui katalogketangguhan.bnpb.go.id/desk-relawan.

Selain membuka layanan pendaftaran relawan, BNPB juga menyiapkan dashboard digital terpadu untuk mendukung proses penanganan bencana. Dashboard tersebut digunakan untuk memantau pembaruan data, distribusi bantuan, serta kondisi terkini di wilayah terdampak.

Langkah tersebut dilakukan seiring masih berlangsungnya penanganan dampak gempa di Flores. Hingga Jumat (21/8/2026) pukul 16.00 WIB, BNPB mencatat jumlah korban meninggal dunia akibat gempa NTT telah mencapai 83 orang.

Di tengah upaya penanganan dan pendistribusian bantuan, seorang relawan asal Jakarta, Ahmad Zaki Ali (42), meninggal dunia saat menjalankan misi kemanusiaan di Flores, NTT.

Zaki merupakan pendiri Yayasan Gerak Bareng. Ia meninggal setelah menjalankan misi pendistribusian bantuan dari Reo, Kabupaten Manggarai, menuju Desa Satar Padut, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, pada Jumat (21/8/2026) sore.

Kapolsek Lamba Leda Utara, Iptu Ida Bagus Susana Adi Negara, membenarkan kabar meninggalnya Zaki. Ia mengatakan korban meninggal dunia akibat serangan jantung.

"Iya (meninggal dunia)," kata Bagus saat dikonfirmasi, Jumat malam.

"Serangan jantung," imbuhnya singkat.

Jenazah Ahmad Zaki kemudian dievakuasi dari lokasi bencana menggunakan helikopter Dauphin Basarnas pada Sabtu (22/8/2026) pagi.

Deputi Operasi dan Siaga Basarnas, Mayjen TNI (Mar) Edy Prakoso, mengatakan proses evakuasi dilakukan dengan cepat agar jenazah dapat segera dibawa keluar dari wilayah terdampak dan selanjutnya dipulangkan ke Jakarta.

Baca Juga : Michael Edy Dorong Kader Demokrat Situbondo Tak Hanya Aktif Saat Pemilu dan Tekankan Pendidikan Politik

"Pukul 07.04 Wita, Tim Heli Dauphin Basarnas telah mendarat di Helipad Kampung Ronting, Desa Satar Kampas, Kabupaten Manggarai Timur, dan langsung memproses evakuasi jenazah Ahmad Zaki Ali," ujar Edy, Sabtu pagi.

Setelah berhasil dievakuasi dari lokasi penanganan bencana, helikopter membawa jenazah Zaki menuju Bandara Internasional Komodo, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.

Jenazah kemudian dibawa ke RSUD Pratama Komodo untuk menjalani proses pemulasaraan sebelum dipulangkan ke Jakarta.

"Jenazah dibawa ke RSUD Pratama Komodo untuk proses pemulasaraan sebelum melanjutkan perjalanan menuju rumah duka di Jakarta," jelas Edy.


Topik

Peristiwa bencana flores gempa bumi ntt germpa bumi flores bnpb



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Bojonegoro Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

A Yahya