Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Update: Korban Meninggal Gempa M 7 NTT Bertambah Jadi 51 Orang

Penulis : Mutmainah J - Editor : Dede Nana

16 - Aug - 2026, 14:23

Placeholder
Dampak gempa di NTT Sabtu (15/8/2026). (Foto X @indepenSumatera)

JATIMTIMES - Korban meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) terus bertambah. Hingga Minggu (16/8/2026) pagi, jumlah korban tewas tercatat mencapai 51 orang.

Sebelumnya, gempa tersebut sempat dilaporkan memiliki kekuatan M 7,7. Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya TNI M Syafii menyampaikan pembaruan data korban dalam konferensi pers pada Minggu pagi.

Baca Juga : Bank Daerah Lmaongan Beber Penanganan Kredit Macet

"Per pukul 09.00 tadi pagi hari ini, bahwa total korban meninggal dunia ada 51," kata M Syafii.

Selain korban meninggal, sebanyak 64 warga dilaporkan mengalami luka berat. Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian dan evakuasi di sejumlah lokasi terdampak gempa.

M Syafii mengatakan korban meninggal ditemukan di sejumlah lokasi berbeda. Karena itu, operasi pencarian dan pertolongan masih terus dilakukan untuk memastikan tidak ada warga yang membutuhkan penanganan terlewat.

Dalam pelaksanaannya, tim SAR menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Beberapa akses jalan darat masih terganggu akibat longsor. Gangguan jaringan komunikasi dan listrik juga terjadi di sejumlah titik, terutama di wilayah Manggarai Timur dan Nagekeo.

Untuk menjaga komunikasi antarpetugas, tim SAR memanfaatkan fasilitas Starlink. Teknologi tersebut membantu unsur-unsur yang terlibat dalam operasi pencarian dan pertolongan di Flores tetap terhubung meski jaringan komunikasi di sejumlah wilayah mengalami gangguan.

Operasi ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, pemerintah daerah, PMI, Tagana, hingga potensi SAR lainnya.

Memasuki hari kedua operasi, Basarnas memperkuat penanganan bencana melalui jalur udara. Helikopter Basarnas telah bergabung dalam operasi dan dalam pembaruan terakhir masih dalam perjalanan dari Bima menuju Labuan Bajo.

Helikopter tersebut diprioritaskan untuk membantu mengevakuasi warga apabila terdapat korban yang membutuhkan penanganan melalui jalur udara.

Namun, apabila tidak ada proses evakuasi yang harus dilakukan menggunakan helikopter, armada udara tersebut akan dimanfaatkan untuk mendukung distribusi logistik ke wilayah terdampak.

Bantuan yang dapat diangkut melalui jalur udara antara lain kebutuhan medis dan berbagai perlengkapan bantuan lainnya.

Selain jalur udara, kapal SAR yang berada di Labuan Bajo juga disiapkan untuk membantu pengiriman logistik melalui laut. Jalur laut menjadi alternatif, khususnya untuk menjangkau wilayah yang akses daratnya masih mengalami gangguan.

Baca Juga : Rayakan Kemerdekaan RI ke-81 : Pemkab Magetan Bagikan 1300 Bendera Merah Putih di CFD.

Basarnas menyebut sebagian besar ruas jalan yang sebelumnya terputus atau terganggu pada hari kedua sudah kembali terhubung dan dapat dilalui kendaraan.

Untuk memperkuat operasi pencarian dan pertolongan, Basarnas juga mengerahkan personel tambahan dari sejumlah kantor SAR.

Tim tambahan tersebut berasal dari Makassar, Mataram, dan Surabaya. Tim BSG yang sebelumnya telah diberangkatkan bersama rombongan juga turut memperkuat operasi di Flores.

Personel tambahan tersebut masih dalam perjalanan menuju lokasi untuk membantu tim yang telah bekerja di wilayah terdampak.

Basarnas menegaskan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam operasi pencarian dan pertolongan pascagempa NTT.

M Syafii juga meminta masyarakat maupun media menyampaikan informasi apabila masih terdapat korban yang membutuhkan penanganan khusus.

"Apabila masih ada korban yang membutuhkan penanganan khusus, tentunya Badan SAR Nasional sebagai perpanjangan tangan dari pemerintah akan melaksanakan tindakan semaksimal mungkin untuk bisa menjamin bahwa keselamatan warga negara adalah prioritas," ujarnya.

Dengan bertambahnya jumlah korban meninggal menjadi 51 orang, operasi SAR di sejumlah wilayah NTT masih terus dilakukan. Tim gabungan akan melanjutkan pencarian, evakuasi, sekaligus pendistribusian bantuan kepada masyarakat yang terdampak gempa.


Topik

Peristiwa gempa gempa ntt jumlah korban gempa



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Bojonegoro Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

Dede Nana