Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Gaya Hidup

Malang Disebut Gudangnya Freelancer IT, Nongkrong di Kafe tapi Kerja di Mana-Mana

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Yunan Helmy

16 - Jan - 2026, 11:32

Placeholder
Entrepreneur dan investor Theo Derick. (Foto: YouTube)

JATIMTIMES - Baru-baru ini Kota Malang tengah mencuri perhatian. Kali ini bukan soal wisata atau kampusnya, melainkan karena disebut sebagai kota yang paling banyak “memproduksi” freelancer dan pekerja IT di Indonesia.

Pernyataan itu datang dari entrepreneur dan investor Theo Derick. “Kota yang paling memproduksi freelancer dan full-timer IT, full-stack tertinggi adalah Malang,” ucap Theo Derick dalam podcast RaymondChins, dikutip Jumat (16/1/2026).

Baca Juga : Checker BIN kartu bank: kemampuan dan manfaatnya

Dalam perbincangan tersebut, Theo menyebutkan bahwa Malang sebagai pusat talenta IT yang bekerja lintas daerah, bahkan lintas negara. Menurut dia, fenomena ini sudah menjadi realitas yang tak bisa dihindari. “Malang, iya. Malang,” kata Theo menegaskan.

Ia kemudian menggambarkan bagaimana pola kerja para talenta IT di Kota Malang jauh dari bayangan kantor konvensional. “Kerjanya di mana (para freelancer dan IT)? Ruko gitu? Enggak, ada satu coffee shop, tiga lantai. Itu semuanya IT developer semua,” ujarnya.

Fenomena itu, kata Theo, menunjukkan bahwa banyak pekerja IT di Malang mengerjakan proyek dari luar daerah bahkan luar negeri, menjadikan pekerjaan mereka sebagai semacam “side hustle” untuk ekosistem ekonomi di luar Malang, meski dikerjakan dari kota ini.

“Oh iya. Itu kan berarti mereka aja jadi side hustle buat daerah lain, gitu maksud gue,” lanjutnya.

Menurut Theo, kondisi ini bukan sekadar tren sesaat, melainkan gambaran realitas ekonomi digital saat ini, terutama bagi kota-kota yang memiliki sumber daya manusia kuat namun industri lokal yang terbatas.

“Jadi ya memang realitanya tidak ada jalan lain selain itu. Ya mari terima dan fight for it loh,” ucapny⁹a.

Pernyataan Theo bukan tanpa dasar. Malang selama ini dikenal sebagai kota pendidikan dengan puluhan perguruan tinggi, termasuk Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Malang, Universitas Muhammadiyah Malang, hingga Polinema.

Setiap tahun, ribuan lulusan dari bidang teknologi informasi, teknik, dan sistem informasi lahir dari kota ini.

Baca Juga : Gelar Triple Ning Lia Istifhama Bikin Ketua DPD RI Kepo, Kuliah Tiga Kampus Sekaligus

Di sisi lain, biaya hidup yang relatif lebih rendah dibanding Jakarta atau Surabaya mungkin membuat Malang menjadi tempat ideal bagi freelancer dan pekerja remote. Banyak dari mereka memilih bekerja dari kafe, co-working space, hingga rumah sambil menggarap proyek global.

Fenomena coffee shop tiga lantai yang dipenuhi IT developer, seperti yang disinggung Theo, bukan hal asing di Malang. Sejumlah kawasan seperti Lowokwaru, Sukun, hingga Klojen dikenal sebagai “kantong” pekerja digital yang hidup berdampingan dengan budaya nongkrong khas kota pelajar.

Bagi Theo, tingginya jumlah freelancer dan pekerja IT di Malang juga menunjukkan realitas bahwa lapangan kerja formal di sektor teknologi belum sepenuhnya mampu menyerap talenta lokal.

Namun alih-alih melihatnya sebagai masalah, Theo justru menilai kondisi ini sebagai kekuatan yang harus diterima dan diperjuangkan.

Theo Derick sendiri dikenal sebagai entrepreneur, investor, content creator, sekaligus public speaker asal Indonesia. Namanya mulai dikenal luas sejak 2021 lewat konten edukasi finansial dan mindset realistis di TikTok dan Instagram. Pandangannya kerap menyoroti realitas ekonomi, dunia kerja, dan strategi bertahan di era digital.


Topik

Gaya Hidup Malang kota freelancer IT nongkrong di kafe kota kreatif



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Bojonegoro Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Yunan Helmy