JATIMTIMES - Suasana pembelajaran di MIN 1 Kota Malang pada semester genap Tahun Ajaran 2025/2026 mendapat warna baru. Madrasah ini resmi menerima 11 mahasiswa Program Asistensi Mengajar dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang, dengan satu di antaranya merupakan mahasiswa internasional asal Kamboja.
Penerimaan mahasiswa dilaksanakan pada Rabu (14/1/2026) di Laboratorium IPAS MIN 1 Kota Malang. Kehadiran Tin Rahmiah, mahasiswa internasional tersebut, menjadi sorotan tersendiri karena membawa pengalaman lintas budaya ke ruang kelas madrasah.
Sebanyak 11 mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Guru Agama (PGA), dan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) secara resmi diterima oleh Kepala MIN 1 Kota Malang, Hj. Siti Aisah, S.Ag., M.Pd., didampingi jajaran kurikulum dan para guru pamong.

Kepala madrasah menyambut positif kolaborasi antara madrasah dan perguruan tinggi tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas pembelajaran di tingkat dasar. Menurutnya, program asistensi mengajar tidak semata menjadi sarana pemenuhan kewajiban akademik mahasiswa, tetapi juga ruang interaksi pedagogis yang saling menguntungkan, di mana madrasah mendapat energi dan perspektif baru, sementara mahasiswa belajar langsung menghadapi realitas kelas yang sesungguhnya.
"Kami terbuka dan senang menerima mahasiswa asistensi mengajar. Kehadiran mereka, terlebih dengan latar belakang yang beragam, diharapkan dapat memperkaya proses pembelajaran dan memberi inspirasi bagi siswa,” ujar Hj. Siti Aisah, Kamis, (15/1/2026).
Dosen Pembimbing Lapangan Asistensi Mengajar, Maryam Faizah, M.Pd.I., menegaskan bahwa keterlibatan mahasiswa, termasuk mahasiswa internasional, dirancang untuk memberi dampak nyata bagi madrasah. "Alhamdulillah, penyerahan mahasiswa asistensi mengajar dapat berjalan dengan baik. Kami berharap kehadiran mahasiswa mampu memberi kontribusi positif, sekaligus menjadi ruang belajar langsung bagi mereka sebelum terjun sepenuhnya ke dunia pendidikan,” tuturnya.

Program asistensi mengajar ini akan berlangsung selama empat bulan, mulai 14 Januari hingga 18 Mei 2026. Selama periode tersebut, mahasiswa akan terlibat langsung dalam kegiatan pembelajaran di kelas serta mendukung program-program penguatan madrasah.
Baca Juga : Daftar Jurusan Unair dengan UKT Murah Jalur SNBP–SNBT 2026, Mulai Rp 500 Ribuan
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa didampingi oleh koordinator dan guru pamong yang telah ditetapkan. Okta Wijayanti, S.Pd., M.Pd. bertugas sebagai koordinator sekaligus guru pamong bagi Naji’ah dan Zakiyah Gita Istiklalah. Indah Kurniawati, S.Ag., M.Pd. mendampingi Ibanes Sheilla Anggie, Damayanti, Choirunnisa Maulidia, dan Maghfiroh.
Pendampingan juga dilakukan oleh M. Dwi Cahyono, S.PdI., M.PdI. untuk Muhammad Khoirul Syafiq dan Mohammad Asibly, serta Dra. Didin Tri Harjani, M.PdI. bagi Nabila Nur Afrina dan Nayla Taqiy ‘Aisyah. Sementara Uswatul Hasanah, S.Ag., M.PdI. mendampingi Ety Syarifatunnazah, dan Abdul Fatah, S.Ag., M.PdI. membimbing Tin Rahmiah bersama Carel Devaca Zuhri.
Menutup kegiatan, DPL berpesan agar mahasiswa mampu cepat beradaptasi dan memetik praktik baik selama berada di madrasah. “Mudah-mudahan panjenengan semua betah di MIN 1 Kota Malang. Jika menemukan praktik baik di sini, silakan dibawa, dicatat, dan dibagikan di tempat lain,” pesannya.
