Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Agama

Rahasia di Balik Kisah-Kisah dalam Al-Quran: Bukan Sekadar Cerita, Tapi Petunjuk Hidup

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : A Yahya

18 - Aug - 2025, 10:16

Placeholder
Ilustrasi kisah-kisah dalam Alquran (ist)

JATIMTIMES - Banyak orang bertanya-tanya, mengapa Al-Quran penuh dengan kisah? Mengapa kitab suci umat Islam lebih sering mengulang cerita tentang para nabi, umat terdahulu, dan peristiwa besar, ketimbang mengurai hukum-hukum rinci?. Pertanyaan ini menuntun pada pemahaman bahwa kisah dalam Al-Qur’an bukanlah dongeng, melainkan sarana pendidikan yang dirancang untuk menyentuh hati dan pikiran manusia.

Al-Qur’an sendiri telah lama diakui sebagai bacaan istimewa. Sejak lima ribu tahun manusia mengenal baca-tulis, tidak ada kitab yang mampu menandingi posisinya. Jutaan orang di seluruh dunia membacanya, bahkan menghafalnya huruf demi huruf, meski sebagian tidak memahami artinya. Keunikan ini menjadikan Al-Qur’an bukan hanya teks suci, tetapi juga warisan spiritual yang hidup di tengah umat.

Baca Juga : Kapan Lagi Libur Setelah 18 Agustus 2025? Ini Daftar Tanggal Merah yang Tersisa

Harun Nasution, dalam bukunya Islam Rasional, menegaskan bahwa kisah dalam Al-Qur’an memiliki peran penting yang sering kali lebih menonjol dibandingkan ayat-ayat hukum. “Kita perlu mengetahui kisah-kisah dalam Al-Qur’an agar dapat mengambil pelajaran darinya,” tulis Harun. Menurutnya, di dalam Al-Qur’an, istilah qishash disebut hingga 26 kali dalam berbagai bentuk kata. Bahkan, satu surat dinamakan Al-Qashash, yang berarti kisah-kisah.

Secara bahasa, qashash berarti “mencari jejak”. Penggunaan kata ini, misalnya pada surat Al-Kahfi ayat 64, menunjukkan makna perjalanan kembali menelusuri sesuatu. Inilah simbol bahwa kisah dalam Al-Qur’an dimaksudkan sebagai jejak peristiwa masa lalu yang dapat dijadikan ibrah atau pelajaran bagi manusia di sepanjang zaman.

Ulama tafsir Manna al-Qaththan memberikan definisi mendalam tentang qishashul Qur’an. Ia menyebutnya sebagai pemberitaan tentang umat-umat terdahulu, para nabi, serta peristiwa nyata yang terjadi secara empiris. Bagi Manna, kisah-kisah Al-Qur’an berbeda dengan catatan sejarah biasa, karena bukan sekadar menjelaskan “apa, kapan, dan di mana”, melainkan juga menyuguhkan pesan moral yang membimbing ke arah kebaikan.

Sementara itu, Hasbi Ash-Shiddieqy menyebut qishashul Qur’an sebagai kabar-kabar Al-Qur’an mengenai umat masa lalu dan kenabian terdahulu. Gaya penyampaian kisah dalam kitab suci ini begitu khas, seakan pembacanya ikut menyaksikan langsung jalannya peristiwa (shuratan nathiqah).

Karakter kisah Al-Qur’an memiliki ciri tersendiri: ia berangkat dari peristiwa nyata, selalu relevan dengan kehidupan manusia, kerap diulang di berbagai surat, namun penyajiannya tidak melulu kronologis seperti sejarah. Inilah yang membedakan kisah Al-Qur’an dari sekadar catatan peradaban.

Selain sebagai pengingat, kisah-kisah Al-Qur’an juga berfungsi sebagai media pendidikan. Penuturannya sarat dengan nilai spiritual dan moral, membimbing manusia agar mengingat Allah dan menghindari kesombongan yang pernah menghancurkan umat terdahulu.

Baca Juga : Mayat yang Tak Mau Terbakar: Kisah Terakhir Untung Surapati

Beberapa konsep pendidikan yang terkandung dalam kisah Al-Qur’an antara lain: Irsyad: memberi petunjuk jalan yang benar; Dialogis: mengajak pembaca merenung dan berdialog dengan dirinya sendiri; Hikmah dan I’tibar: menyajikan pelajaran berharga dari masa lalu.

Kemudian, Dzikra: menjadi pengingat agar manusia tidak mengulang kesalahan yang sama; Takhwif dan Tahdzir: menghadirkan ancaman dan peringatan bagi mereka yang menolak kebenaran. Dan terakhir, dengan cara itu, kisah-kisah dalam Al-Qur’an menjadi metode efektif untuk membentuk jiwa yang bertauhid, memperkokoh iman, dan menanamkan akhlak mulia.

Dari penjelasan para ulama, Harun Nasution, Manna al-Qaththan, hingga Hasbi Ash-Shiddieqy dapat disimpulkan bahwa kisah dalam Al-Qur’an bukan sekadar cerita penghibur. Ia adalah pedoman yang hidup, sarat dengan pesan agar manusia menjalankan perannya sebagai hamba Allah sekaligus khalifah yang memakmurkan bumi.


Topik

Agama alquran harun nasution sejarah alquran pelajaran hidup



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Bojonegoro Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

A Yahya