JATIMTIMES - Sabtu (2/8/2025) hari ini bertepatan dengan pasaran Legi dalam sistem penanggalan Jawa. Berdasarkan kalender Jawa, tanggal hari ini adalah 7 Sapar 1959 dalam tahun Dal dan berada dalam Wuku Bala. Weton hari ini adalah Sabtu Legi dengan jumlah neptu 14 (Sabtu = 9, Legi = 5).
Dalam kepercayaan budaya Jawa, kombinasi antara hari dan pasaran (weton) dipercaya mencerminkan watak, arah rezeki, kecocokan jodoh, serta keberuntungan seseorang.
Baca Juga : Bupati Sanusi Ajak Masyarakat Kabupaten Malang Perbaiki Hubungan dengan Allah dan Manusia
Orang yang lahir pada weton Sabtu Legi dikenal memiliki kepribadian yang kuat dan penuh ambisi. Neptu 14 yang tergolong tinggi menggambarkan seseorang yang memiliki banyak keinginan dan cita-cita. Sabtu Legi biasanya bijaksana, senang pada kemewahan, dan pandai dalam menghargai relasi sosial, terutama terhadap teman dan lingkungan terdekat.
Namun demikian, kelemahannya adalah kecenderungan untuk ikut campur dalam urusan orang lain. Sifat ini bisa jadi berbahaya jika tidak dikendalikan dengan baik, karena bisa memicu konflik atau ketidakharmonisan dalam pergaulan.
Weton ini juga cenderung sulit ditebak. Dalam Primbon Jawa disebutkan bahwa pemilik weton Sabtu Legi ibarat “hujan tidak pada musimnya”, yang berarti perilaku dan keputusan mereka kerap mengejutkan.
Dalam hal jodoh, Sabtu Legi termasuk weton yang cocok dengan pasangan yang memiliki jumlah neptu 10 atau 15. Beberapa weton yang cocok dengan Sabtu Legi antara lain, Jumat Pahing (Neptu 15), Minggu Legi (Neptu 10), Selasa Pon (Neptu 10), Jumat Wage (Neptu 10), Kamis Pon (Neptu 10) dan Rabu Kliwon (Neptu 15).
Saat ini, weton berada dalam Wuku Bala yang dikenal memiliki energi kuat namun penuh tantangan. Dewa penguasa wuku ini adalah Bathari Durga, sosok yang sering digambarkan gemar membuat kekacauan, suka memprovokasi, dan tidak takut siapa pun. Sifatnya cenderung dominan dan bisa memengaruhi orang lain dengan energi negatif bila tidak terkendali.
Simbol pohon dalam Wuku Bala adalah cemara, yang menggambarkan pribadi banyak bicara, pintar berdalih, serta memiliki kemampuan komunikasi yang baik. Mereka biasanya pandai menyampaikan ide dan pendapat dengan cara yang meyakinkan.
Burung lambangnya adalah ayam hutan, simbol dari pribadi yang berwibawa, disukai oleh pemimpin, dan punya tekad yang kuat. Dalam banyak kasus, mereka terlihat menonjol di antara rekan-rekannya.
Baca Juga : MilkLife Soccer Challenge Tambah Dua Kota, Sasar Kota Malang
Simbol gedhong (bangunan) dalam Wuku Bala terletak di depan. Ini menunjukkan kecenderungan untuk memamerkan kekayaan atau pencapaian. Tapi di sisi lain, ini juga menandakan bahwa mereka sulit dimengerti dan terkadang tindakannya sulit ditebak.
Simbol lain dalam wuku ini adalah pendeta angluh, yang bermakna seseorang yang bisa sangat berbahaya bila rahasia terdalamnya terbongkar. Maka dari itu, menjaga privasi dan tidak mudah membuka diri kepada orang yang belum dikenal sangat disarankan.
Selama berada dalam Wuku Bala, arah Barat Laut sebaiknya dihindari untuk melakukan perjalanan jauh. Primbon Jawa menyebutkan bahwa arah ini menyimpan energi negatif selama tujuh hari ke depan, sehingga disarankan untuk tetap berada di area yang aman.
Hari ini juga dikenal sebagai waktu yang baik untuk memulai pekerjaan penting, terutama membuat sumur. Menurut kepercayaan Jawa, membuat sumur di hari seperti ini dipercaya akan mendapatkan sumber air yang berlimpah.
Selain itu, hari ini juga merupakan waktu yang tepat untuk meminang. Dikatakan bahwa jika seseorang melamar atau melangsungkan pertunangan pada Sabtu Legi dalam Wuku Bala, hubungan tersebut akan dipenuhi kasih sayang dan saling pengertian dalam jangka panjang.
