Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Insiden Keracunan MBG Sidoarjo: DPRD Jatim Duga Ada Pelanggaran SOP, Dorong Perketat Pengawasan

Penulis : Muhammad Choirul Anwar - Editor : Yunan Helmy

02 - Sep - 2026, 17:10

Placeholder
Anggota Komisi E DPRD Jatim Cahyo Harjo Prakoso.

JATIMTIMES — DPRD Provinsi Jawa Timur (Jatim) menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden dugaan keracunan masal yang menimpa ratusan anak akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sidoarjo pada Selasa (1/9/2026).

Anggota Komisi E DPRD Jatim Cahyo Harjo Prakoso menyinyalir adanya ketidakpatuhan terhadap prosedur standar operasional (standard operating procedure/SOP) dalam  pengolahan maupun pendistribusian makanan oleh pihak penyedia.

Baca Juga : P-APBD 2026, Banggar DPRD Jatim Desak Pemprov Benahi Serapan dan Ketimpangan

Ia menyatakan bahwa peristiwa yang melanda santri Pondok Pesantren Manba'ul Hikam dan siswa di 19 lembaga pendidikan se-Kecamatan Tanggulangin tersebut menjadi peringatan keras untuk memperketat fungsi pengawasan serta evaluasi di lapangan.

"Efektivitas program yang baik ini tentu menjadi perhatian dan atensi dari kami untuk terus meningkatkan pengawasan, monitoring, maupun evaluasi," ujar Cahyo kepada awak media usai rapat p⁸aripurna di Gedung DPRD Jatim, Surabaya, Rabu (2/9/2026).

Ia menegaskan, program MBG yang digagas Presiden Prabowo Subianto merupakan implementasi amanah konstitusi yang sangat baik. Namun, pengawasan ketat di tingkat tapak wajib dilakukan agar aspek keamanan pangan bagi penerima manfaat tetap terjamin.

Diketahui, ratusan korban mengalami gejala mual, muntah, dan pusing usai mengonsumsi paket MBG berisi nasi putih, orak-arik telur, tempe bumbu bali, tumis buncis, serta buah apel. Cahyo menilai ada tahapan prosedur yang terlewat oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah selaku pemasok utama.

"Sejatinya, ketika kita berbicara SOP yang sudah ditetapkan BGN (Badan Gizi Nasional), itu betul-betul melahirkan produk yang tidak hanya bergizi, tetapi berkualitas dan baik rasanya. Ketika ada kejadian seperti ini, pasti ada salah satu SOP yang tidak dilakukan oleh pihak SPPG," tegas legislator asal Dapil Surabaya tersebut.

Oleh karena itu, Komisi E DPRD Jatim mendorong evaluasi menyeluruh terhadap seluruh jajaran SPPG di Jawa Timur, khususnya SPPG Kalitengah, agar membenahi proses dari hulu ke hilir—mulai dari pemilihan bahan baku, sanitasi dapur, penyiapan masakan, hingga rantai distribusi.

Baca Juga : Terungkap Penganiayaan Anak oleh Ibu Kandung dan Kekasihnya, Korban Dibanting hingga Diikat

Di tengah keprihatinan atas insiden ini, DPRD Jatim menyampaikan apresiasi atas kesigapan penanganan darurat bagi 566 korban yang terdata hingga Rabu (2/9/2026) siang.

Cahyo menyampaikan terima kasih kepada jajaran pemerintah daerah, forkopimda, tim medis rumah sakit, serta pihak pengasuh pesantren yang dinilai cepat dan tenang dalam mengarahkan para santri serta siswa untuk mendapatkan penanganan medis terukur.

"Kami berharap kejadian ini bisa menjadi pengingat bagi seluruh pihak pelaksana SPPG di Jawa Timur untuk terus menjaga standarisasi SOP. Bukan hanya pada produk akhirnya, melainkan juga pada seluruh pelaksanaan proses menuju produk tersebut," pungkas legislator Fraksi Partai Gerindra ini. 

 


Topik

Peristiwa DPRD Jatim keracunan MBG Sidoarjo MBG



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Bojonegoro Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Muhammad Choirul Anwar

Editor

Yunan Helmy

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa