Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Ramai Kritik Jalan Desa 1.151 Km Telan Rp 5,4 Triliun, Benarkah Rp 4,6 Miliar per Km?

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

01 - Jul - 2026, 11:15

Placeholder
Momen pidato Presiden Prabowo Subianto membahas pembangunan jalan daerah sepanjang 1.151 kilometer dengan anggaran Rp 5,4 triliun. (Foto: Threads).

JATIMTIMES - Peresmian pembangunan jalan daerah sepanjang 1.151 kilometer oleh Presiden Prabowo Subianto memicu perbincangan di media sosial. Sejumlah warganet mempertanyakan besarnya anggaran proyek tersebut setelah menghitung nilai rata-rata biaya pembangunan per kilometer.

Salah satu yang menjadi sorotan datang dari kreator konten Achsanur Rofiq melalui unggahan video di Instagram. Dalam videonya, ia mengkritisi anggaran pembangunan jalan daerah yang disebut mencapai Rp 5,4 triliun.

Baca Juga : Harga BBM di Seluruh SPBU 1 Juli 2026: Pertamina, Shell, dan BP Kompak Lakukan Penyesuaian

Menurut Achsanur, jika total anggaran tersebut dibagi dengan panjang jalan yang diresmikan, maka rata-rata biaya pembangunan mencapai sekitar Rp 4,6 miliar per kilometer.

"Terus saja tadi meresmikan 1.151 km jalan, jalan desa, memakan anggaran 5,4 triliun. Mari kita bacot," ujarnya mengawali video.

Ia kemudian mengajak publik menghitung menggunakan kalkulator. "Tadi anggarannya adalah 5,4 triliun. 5,4 triliun kita bagi 1.151 km. Berapa Pak, Hasilnya 4,6 miliar. Bayangkan dalam 1 km dengan anggaran 4,6 miliar. Jalan seperti apa Pak yang Anda buat?" katanya.

Achsanur kemudian membandingkan angka tersebut dengan estimasi biaya pembangunan jalan desa yang banyak beredar di berbagai referensi.

"Anggaran umum dan wajar untuk membangun jalan desa sepanjang 1 km sangat bervariasi tergantung jenis material dan kondisi tanah. Umumnya pembuatan jalan rabat beton berkisar antara 100 juta sampai 200 juta. Sedangkan untuk pengaspalan hot mix lengkap dari nol membutuhkan dana sekitar 850 juta sampai 1,3 miliar," ucapnya.

Ia pun mempertanyakan selisih biaya yang dinilai cukup besar. "Jadi Pak, meskipun dikalkulasi seandainya jalan yang Anda buat itu hotmix, aspal, hotmix lagi dan aspal lagi, dari anggaran 1,3 miliar itu baru 2,6 miliar Pak. Kok bisa Anda membuat jalan desa dengan anggaran 4,6 miliar per kilometer? Itu terbuat dari apa Pak ya?" ujarnya.

Baca Juga : Update Harga BBM Pertamina 1 Juli 2026: Pertamax Turbo hingga Dexlite Lebih Murah

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto meresmikan pembangunan jalan daerah sepanjang 1.151 kilometer yang tersebar di 37 provinsi. Infrastruktur tersebut dibangun melalui Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah Tahun 2025 dengan total anggaran sekitar Rp 5,4 triliun.

Dalam sambutannya yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Selasa (23/6/2026), Prabowo menjelaskan pembangunan jalan daerah bertujuan memperkuat konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

"Saya menyambut dengan bangga dan bahagia telah selesai pembangunan jalan daerah dengan total panjang 1.151 kilometer di seluruh pelosok Indonesia di 37 provinsi. Kehadiran jalan daerah ini memiliki arti yang sangat penting. Jalan daerah adalah urat nadi perekonomian rakyat," kata Prabowo.

Menurut Prabowo, jalan daerah menjadi penghubung utama antara sentra produksi dengan pasar maupun pusat distribusi sehingga keberadaannya berpengaruh langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.


Topik

Peristiwa Pembangunan Jalan Presiden Prabowo harga pembangunan jalan anggaran negara



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Bojonegoro Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Sri Kurnia Mahiruni