Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pemerintahan

Mas Rio Buka Forum Kritik Aku Semampumu, Beber Fiskal Situbondo hingga Program Beasiswa S1-S3

Penulis : Wisnu Bangun Saputro - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

25 - Jun - 2026, 07:09

Placeholder
Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo saat memberikan paparan pada kegiatan Rabuan di depan Pendopo Rakyat Situbondo, Rabu malam (24/6/2026). (Foto: Wisnu Bangun Saputro/ JATIMTIMES)

JATIMTIMES – Pemerintah Kabupaten Situbondo kembali membuka ruang kritik untuk masyarakat. Lewat forum bertajuk “Kritik Aku Semampumu, Cintai Situbondo Sepenuhnya”, Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo atau yang akrab disapa Mas Rio mengajak publik untuk menyampaikan kritik, saran, hingga gagasan demi kemajuan daerah.

Kegiatan yang digelar Rabu (24/6/2026) malam di Paseban Alun-alun Situbondo itu bukan sekadar forum seremonial. Di hadapan masyarakat, Mas Rio memaparkan secara terbuka kondisi fiskal daerah, tantangan pembangunan, hingga sejumlah program prioritas yang sedang dan akan dijalankan Pemkab Situbondo.

Baca Juga : Puasa Tasua dan Asyura Berapa Hari? Ini Penjelasan Lengkap, Dalil dan Keutamaannya

Mas Rio menegaskan, pembangunan daerah tidak bisa dilepaskan dari kemampuan fiskal pemerintah. Ia menyebut, gerak pemerintah pada dasarnya bertumpu pada uang rakyat yang dikelola melalui APBD. Karena itu, masyarakat juga perlu mengetahui kondisi keuangan daerah secara jujur dan terbuka.

“Pemerintah ini bergerak menggunakan pajak rakyat. Karena itu masyarakat harus tahu kondisi fiskal Situbondo seperti apa,” ujar Mas Rio di hadapan peserta forum.

Ia kemudian membeberkan kemampuan fiskal Situbondo dalam tiga tahun terakhir. Pada 2024, fiskal Situbondo hampir menyentuh Rp 2 triliun, lalu pada 2025 sebesar Rp 1,9 triliun, dan pada 2026 turun menjadi sekitar Rp 1,58 triliun. Dari jumlah itu, kata dia, sekitar separuh anggaran tersedot untuk belanja gaji pegawai.

“Tahun 2024 hampir menyentuh Rp 2 triliun, 2025 sekitar Rp 1,9 triliun, dan tahun 2026 tinggal Rp 1,58 triliun. Hampir separuhnya habis untuk gaji pegawai. Jadi ruang fiskal kita memang terbatas,” ungkapnya.

Karena itu, lanjut Mas Rio, pemerintah harus benar-benar selektif menentukan prioritas pembangunan. Salah satu yang dikejar adalah sektor infrastruktur melalui skema IJD atau Impres Jalan Daerah. Menurutnya, Jalan Lingkar Utara menjadi solusi agar persoalan jalan di kawasan perkotaan bisa segera diatasi.

“Melalui IJD, kami ingin mendorong Jalan Lingkar Utara sebagai solusi agar persoalan infrastruktur jalan di perkotaan bisa segera teratasi,” katanya.

Di sektor ekonomi, Mas Rio menekankan bahwa Situbondo tidak boleh hanya bergantung pada satu sektor. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi akan berbahaya jika hanya ditopang satu bidang, karena itu struktur ekonomi daerah harus diperkuat secara lebih merata melalui pertanian, perikanan, UMKM, perdagangan, hingga pariwisata.

“Pertumbuhan ekonomi itu berbahaya kalau hanya bertumpu pada satu sektor. Situbondo harus bergerak dengan banyak kaki: pertanian jalan, UMKM hidup, perikanan tumbuh, wisata bergerak, dan perdagangan kuat,” tegasnya.

Secara data, pertumbuhan ekonomi Situbondo memang menunjukkan tren positif. Pada 2021 pertumbuhan ekonomi tercatat 3,7 persen, kemudian naik menjadi 5,3 persen pada 2022, 4,9 persen pada 2023, 4,81 persen pada 2024, dan 5,28 persen pada 2025. Mas Rio menyebut angka 2025 itu bahkan berada di atas tingkat pertumbuhan ekonomi nasional.

“Tahun 2025 pertumbuhan ekonomi Situbondo mencapai 5,28 persen. Ini di atas pertumbuhan ekonomi nasional. Tapi angka ini tidak boleh membuat kita puas, karena tugas kita adalah memastikan pertumbuhan itu dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Mas Rio juga mengungkapkan bahwa perputaran uang di Situbondo dalam setahun sebenarnya cukup besar, yakni sekitar Rp 2,8 triliun. Menurut dia, tantangan pemerintah adalah memastikan uang yang beredar itu benar-benar memberi dampak pada ekonomi lokal, bukan justru lebih banyak mengalir ke luar daerah.

“Uang yang berputar di Situbondo dalam satu tahun sekitar Rp 2,8 triliun. Pertanyaannya, apakah uang itu cukup banyak tinggal di Situbondo dan menghidupi warga Situbondo? Itu yang harus kita benahi,” katanya.

Di bidang kesehatan, Pemkab Situbondo mengalokasikan anggaran sekitar Rp 73 miliar. Sementara di sektor pendidikan, Mas Rio menyiapkan beasiswa S1 sampai S3 dengan skema yang disebut berbeda dari daerah lain. Jika di sejumlah daerah beasiswa hanya menanggung biaya kuliah, Situbondo akan menanggung hingga biaya hidup penerima manfaat, khususnya untuk jurusan STAM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics).

“Kalau di kota lain beasiswa itu biasanya hanya biaya kuliah. Di Situbondo, kami ingin tidak hanya kuliahnya, tapi juga biaya hidupnya. Kita siapkan untuk anak-anak Situbondo yang mengambil jurusan STAM, karena jurusan tersebut yang dibutuhkan daerah,” jelas Mas Rio.

Tak hanya itu, Pemkab Situbondo juga menyiapkan pembangunan Sekolah Rakyat yang direncanakan mulai dibangun pada Oktober 2026 di Desa Seliwung. Program ini diharapkan menjadi jalan bagi masyarakat kurang mampu agar tetap memiliki akses pendidikan yang layak.

Baca Juga : Ramalan Zodiak 25 Juni 2026: Sagitarius Dapat Kabar Tak Terduga, Pisces Dipenuhi Inspirasi

Mas Rio juga menyoroti persoalan kebutuhan pangan di Situbondo. Ia menyebut, daerah masih kekurangan sekitar 12 ton telur per hari. Sementara untuk komoditas cabai, persoalannya bukan hanya produksi, tetapi juga distribusi. Banyak cabai dari Situbondo justru dijual ke luar daerah, sehingga pasokan di dalam daerah sendiri menjadi kurang.

“Kita ini kekurangan sekitar 12 ton telur setiap hari oleh karena itu pemerintah sedang menggalakan program akademi peternak muda. Untuk cabai juga begitu, banyak cabai Situbondo justru keluar daerah, akhirnya Situbondo sendiri kekurangan. Karena itu saya dorong gerakan menanam cabai di rumah. Ini sederhana, tapi dampaknya bisa besar untuk ketahanan pangan keluarga,” paparnya.

Potensi sektor perikanan dan ekonomi lokal juga ikut disinggung. Mas Rio menyebut Situbondo memiliki pasar ikan pindang, termasuk produk ikan pindang dari Ketah, Suboh, serta besek dari Taman Kursi yang selama ini dipasarkan hingga Bondowoso. Menurutnya, potensi semacam itu harus didorong agar tidak berhenti sebagai komoditas mentah, melainkan berkembang menjadi rantai ekonomi bernilai tambah.

Di sektor UMKM, Mas Rio menyatakan Situbondo diarahkan menjadi kabupaten UMKM. Salah satu instrumen yang didorong adalah program Vorsa UMKM, berupa subsidi pembayaran bunga pinjaman bagi pelaku usaha. Namun, ia mengakui realisasi program itu masih menghadapi tantangan serius.

“Yang mendaftar program Vorsa UMKM ada 3.675 orang, tapi yang lolos hanya 6 orang. Kenapa? Karena mayoritas terkendala SLIK atau BI Checking, banyak yang tersangkut pinjol. Sehingga mau tidak mau, anggarannya kita pangkas karena kalau tidak bisa dikira pemerintah gagal dalam perencanaan,” kata Mas Rio.

Selain ekonomi rakyat, Pemkab Situbondo juga menyiapkan sektor pariwisata sebagai mesin pertumbuhan baru. Salah satunya dengan mendorong Wisata Pasir Putih menjadi sentra wisata yang dikembangkan lebih serius, bahkan diharapkan bisa tumbuh seperti kawasan wisata di Kota Batu.

Mas Rio juga memperkenalkan program Rio Calling, sebuah kanal agar bupati bisa mendengar langsung keluh kesah masyarakat. Menurutnya, pola komunikasi langsung itu penting agar persoalan di lapangan bisa lebih cepat direspons dan ditangani pemerintah.

“Rio Calling itu saya buat supaya masyarakat bisa langsung menyampaikan keluh kesahnya. Tujuannya sederhana, supaya penanganan masalah bisa lebih cepat, tidak berputar-putar, dan pemerintah benar-benar hadir,” tegasnya.

Sementara untuk kebutuhan bantuan rumah ibadah, Pemkab Situbondo menyiapkan layanan E-Berkah. Lewat program itu, tempat ibadah yang membutuhkan bantuan dipersilakan mengajukan permohonan secara resmi melalui sistem yang telah disiapkan pemerintah.

“Kalau ada tempat ibadah yang ingin mengajukan bantuan, silakan ajukan lewat E-Berkah. Kami ingin semua proses lebih tertib, transparan, dan tepat sasaran,” tandasnya.

Forum “Kritik Aku Semampumu, Cintai Situbondo Sepenuhnya” pun menjadi lebih dari sekadar panggung diskusi. Di forum itu, Mas Rio tidak hanya mengajak masyarakat mengkritik, tetapi juga membeberkan secara terbuka tantangan besar yang dihadapi Situbondo, mulai dari keterbatasan fiskal, kebutuhan pangan, kualitas SDM, persoalan UMKM, hingga upaya mencari pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Di sisi lain, pesan yang dibawa forum ini cukup jelas: mencintai Situbondo tidak cukup hanya dengan pujian. Daerah ini juga membutuhkan kritik yang jujur, gagasan yang sehat, dan keterlibatan publik agar Situbondo benar-benar bisa naik kelas.


Topik

Pemerintahan Mas Rio Bupati Situbondo Pemkab Situbondo Forum Kritik Aku Semampumu Fiskal Situbondo Beasiswa S1-S3



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Bojonegoro Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Wisnu Bangun Saputro

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Pemerintahan

Artikel terkait di Pemerintahan