Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Apa Saja Larangan saat Malam 1 Suro? Berikut Penjelasan Syariat Islam tentang Muharram

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : A Yahya

12 - Jun - 2026, 14:31

Placeholder
Ilustrasi malam 1 Muharram atau 1 Suro. (Foto: Shutterstock)

JATIMTIMES - Tahun Baru Islam 1 Muharram tinggal menghitung hari. Tahun 2026 ini 1 Muharram 1448 jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026. Bagi sebagian masyarakat Indonesia, khususnya di Jawa, momen ini juga dikenal sebagai malam 1 Suro yang kerap disertai berbagai tradisi turun-temurun.

Mulai dari tirakat, kirab budaya, hingga ritual memandikan benda pusaka masih dilakukan di sejumlah daerah sebagai bagian dari warisan leluhur. Namun, umat Islam perlu memahami batasan-batasan syariat agar tidak terjebak pada keyakinan yang bertentangan dengan akidah.

Baca Juga : Korupsi Sudah Ada Sejak Zaman Nabi, Sejarah Islam Mencatat Sejumlah Kasus Penyalahgunaan Amanah

Lantas, apa saja larangan yang perlu diperhatikan saat menyambut 1 Muharram atau malam 1 Suro menurut ajaran Islam?

Tradisi 1 Suro Boleh, Asal Tidak Menyalahi Akidah

Pengurus Wilayah Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBMNU) Jawa Timur, Agus H Zahro Wardi atau Gus Zahro, menjelaskan bahwa tradisi budaya yang berkembang di masyarakat pada dasarnya boleh dilakukan selama tidak mengandung keyakinan yang menyimpang.

Dikutip dari NU Online, Gus Zahro mencontohkan tradisi memandikan pusaka di tempat-tempat tertentu. Menurutnya, hal itu tidak menjadi persoalan selama tidak diyakini sebagai sesuatu yang secara mutlak menentukan nasib seseorang.

Ia mengingatkan bahwa kekeliruan yang sering terjadi justru terletak pada cara pandang terhadap hubungan sebab dan akibat.

1. Tidak Meyakini Ritual Pasti Membawa Keberuntungan

Gus Zahro mengingatkan agar masyarakat tidak meyakini bahwa suatu ritual, seperti memandikan keris, pasti mendatangkan keberuntungan. Sebaliknya, jangan pula percaya bahwa tidak melaksanakannya akan menyebabkan kesialan.

Tradisi tersebut hendaknya dipahami sebagai kebiasaan yang berlangsung atas kehendak Allah SWT.

2. Tidak Menganggap Selain Allah sebagai Penentu Kehidupan

Umat Islam juga diingatkan untuk tidak menggantungkan keyakinan kepada benda-benda tertentu.

Keberhasilan, keselamatan, maupun rezeki bukan berasal dari pusaka atau benda keramat, melainkan semata-mata atas karunia Allah SWT.

3. Menghindari Keyakinan Talazum

Hal lain yang perlu dihindari adalah keyakinan talazum, yakni menganggap suatu ritual pasti menentukan nasib seseorang.

Menurut Gus Zahro, keyakinan seperti itu dapat menyeret seseorang pada penyimpangan akidah. "Tradisi itu boleh dilakukan selama meyakini sebab-akibat tersebut tidak mengikat (talazum)," jelas Gus Zahro.

Ia mengibaratkannya seperti seseorang yang meminum obat sakit kepala. Biasanya obat dapat membantu proses penyembuhan, tetapi hasil akhirnya tetap berada dalam kehendak Allah SWT.

Demikian pula dengan api yang secara umum dapat membakar. Namun, atas kuasa Allah, api tidak membakar Nabi Ibrahim AS.

Larangan yang Dilakukan di Bulan Muharram Menurut Islam

Selain berkaitan dengan tradisi lokal, Muharram memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Muharram termasuk salah satu dari empat bulan suci atau Asyhurul Hurum yang dimuliakan Allah SWT.

Karena itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal saleh dan menjauhi berbagai perbuatan tercela.

Berikut sejumlah larangan yang perlu diperhatikan selama bulan Muharram.

1. Menghindari Permusuhan dan Pertikaian

Muharram merupakan bulan yang identik dengan kedamaian.

Dalam ajaran Islam, umat Muslim dianjurkan untuk menjauhi pertengkaran, permusuhan, maupun tindakan yang berpotensi memicu konflik.

Baca Juga : LIRA Jatim Desak PLN Beri Kompensasi atas Pemadaman Listrik Berulang di Jawa Timur

Momentum pergantian tahun Hijriah seharusnya menjadi kesempatan untuk memperbaiki hubungan dengan sesama.

2. Menjauhi Perbuatan Maksiat dan Tindak Kejahatan

Karena termasuk bulan yang dimuliakan, setiap perbuatan buruk perlu lebih diwaspadai.

Tindakan seperti pencurian, kekerasan, penipuan, maupun pelanggaran hukum lainnya tetap dilarang, terlebih pada bulan Muharram yang memiliki keutamaan tersendiri.

Sebaliknya, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah dan amal kebaikan.

3. Tidak Menyakiti Hewan Tanpa Alasan yang Dibenarkan

Islam mengajarkan kasih sayang terhadap seluruh makhluk hidup.

Karena itu, membunuh atau menyiksa hewan hanya demi hiburan atau kesenangan semata tidak dibenarkan dalam ajaran agama.

Sikap welas asih kepada sesama makhluk menjadi bagian dari akhlak yang perlu dijaga setiap waktu.

4. Menghindari Sikap Berlebihan dalam Berpesta

Sebagian ulama mengingatkan agar umat Islam tidak berlebihan dalam berhura-hura selama Muharram.

Bulan ini juga berkaitan dengan sejumlah peristiwa penting dalam sejarah Islam, termasuk tragedi Karbala. Yakni tragedi berdarah yang terjadi pada 10 Muharram 61 Hijriah (10 Oktober 680 Masehi) di Karbala, Irak.

Peristiwa pembantaian ini menewaskan Husain bin Ali, cucu Nabi Muhammad SAW, bersama keluarga dan pengikutnya oleh pasukan Khalifah Umayyah, Yazid bin Muawiyah

Karena itu, sikap sederhana, reflektif, dan penuh penghayatan lebih dianjurkan daripada euforia yang berlebihan.

5. Memperbanyak Ibadah pada Hari Asyura

Tanggal 10 Muharram atau Hari Asyura merupakan salah satu hari yang memiliki keutamaan dalam Islam.

Umat Muslim dianjurkan melaksanakan puasa Asyura dan memperbanyak amal saleh.

Dalam beberapa tradisi, terdapat anjuran untuk menjaga kesederhanaan pada hari tersebut agar tidak terkesan bermegah-megahan. 

Demikian larangan yang perlu diperhatikan saat menyambut 1 Muharram atau malam 1 Suro menurut ajaran Islam. Semoga informasi ini bermanfaat ya. 


Topik

Peristiwa 1 Muharram 1 suro jawa



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Bojonegoro Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

A Yahya

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa