Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pemerintahan

Menuju Kursi Sekda Definitif Kota Batu, Pengamat Bedah Dua Calon Terkuat

Penulis : Prasetyo Lanang - Editor : Dede Nana

07 - Jun - 2026, 15:55

Placeholder
Ilustrasi Balai Kota Among Tani Batu. Pemkot Batu tengah menanti hasil seleksi terbuka Sekda Kota Batu untuk pimpinan definitif tertinggi ASN yang masih kosong.(Foto: Prasetyo Lanang/JatimTIMES)

JATIMTIMES – Seleksi Terbuka (Selter) Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batu menyisakan tiga kandidat terbaik menuju penentuan. Hal ini turut menuai sorotan dari berbagai kalangan. 

Di balik berjalannya tiap tahapan birokrasi tersebut, figur Sekda ke depan dinilai memegang peran krusial yang wajib memiliki integritas kokoh sekaligus piawai menjadi jembatan penghubung antara kepentingan korps pegawai dengan kepala daerah.

Baca Juga : Belum Rilis Laporan Keuangan, Danantara Malah Bersiap Tambah Utang Rp 89,5 Triliun

Hingga saat ini, tiga pejabat senior Pemkot Batu yang masih bertahan dalam bursa calon jenderal birokrasi tersebut meliputi Kepala Dinas Pendidikan Alfi Nurhidayat, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Arief As Siddiq, dan Kepala Badan Pendapatan Daerah Mohammad Nur Adhim.

Sementara yang gugur sebelumnya yakni ada Kepala Bakesbangpol Akhmad Dahlan, Kepala Bapelitbangda Bangun Yulianto, serta Inspektur Kota Batu Endro Wahjudi.

Menanggapi peta persaingan yang kian mengerucut tersebut, Pengamat Sosial Politik dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Prof. Dr. Wahyudi Winarjo, M.Si., angkat bicara mengenai kriteria ideal pemimpin administrasi tertinggi di Bumi Kota Wisata. Dirinya menggarisbawahi bahwa sosok Sekda terpilih nantinya tidak boleh hanya sekadar unggul dalam kecakapan administratif semata.

Lebih dari itu, calon Sekda definitif dituntut harus mampu menunjukkan loyalitas, dedikasi, serta komitmen yang kuat, baik dalam menjalankan roda pemerintahan maupun dalam menjaga marwah kehidupan pribadinya di ruang publik. Rekam jejak yang bersih tanpa cacat moral maupun hukum menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar lagi demi melahirkan iklim birokrasi yang sehat.

“Sekda ideal tentu harus memiliki rekam jejak yang bersih, berpengalaman, mempunyai jiwa pengabdian tinggi, serta memiliki komitmen, loyalitas, dan integritas yang tidak diragukan,” tutur Wahyudi saat memberikan pandangan akademisnya, belum lama ini.

Melihat peta kekuatan dari nama-nama yang ada, Wahyudi tidak menampik jika dalam dinamika yang berkembang di lapangan, muncul dua figur yang dinilai merepresentasikan kandidat kuat. Kedua nama yang santer disebut-sebut bakal bersaing ketat tersebut adalah Alfi Nurhidayat dan Mohammad Nur Adhim, di mana masing-masing dinilai memiliki keunggulan komparatif pada bidang kerjanya.

Sosok Alfi Nurhidayat dipandang memiliki kelebihan dalam hal penguasaan lapangan serta memiliki kedekatan emosional yang baik dengan elemen masyarakat bawah. Pengalaman kepemimpinannya juga teruji lantaran sebelum menakhodai Dinas Pendidikan, ia tercatat pernah memimpin Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Batu yang sarat dengan program pembangunan infrastruktur fisik.

“Mas Alfi merupakan salah satu ASN yang memiliki komitmen, loyalitas, dan integritas tinggi terhadap pimpinan maupun lembaga tempat ia mengabdi,” katanya.

Baca Juga : Jejak Bung Karno di Kota Pahlawan, Surabaya Hadirkan Pameran "Aku Arek Suroboyo" 

Di sisi lain, figur Mohammad Nur Adhim dinilai sebagai birokrat yang memiliki kompetensi teknis sangat kuat dalam urusan pengelolaan keuangan dan pendapatan daerah. Keahliannya yang spesifik dalam menata sektor pajak dan retribusi daerah dianggap menjadi modal berharga bagi masa depan kemandirian fiskal Pemerintah Kota Batu.

Selain membedah profil kandidat, Prof. Wahyudi juga memberikan catatan kritis mengenai pentingnya menjaga independensi tim Panitia Seleksi (Pansel) agar seluruh proses penilaian berjalan objektif. Hal ini krusial untuk memastikan hasil akhir selter benar-benar murni bebas dari intervensi kepentingan pribadi maupun kedekatan tertentu dengan para calon.

Kendati demikian, ia mengakui bahwa mewujudkan independensi mutlak di tingkat lokal bukanlah perkara mudah, mengingat lingkup geografis dan relasi antarkomunitas di wilayah Malang Raya tergolong relatif sempit. Realitas tradisi di Indonesia menunjukkan bahwa mencari personalia pansel yang benar-benar steril dan tidak memiliki hubungan emosional atau kerja dengan para kandidat adalah tantangan tersendiri.

Oleh sebab itu, Wahyudi menegaskan bahwa benteng terakhir dari objektivitas seleksi ini bertumpu penuh pada komitmen personal dari para anggota pansel serta pemegang kekuasaan tertinggi di daerah. Seluruh pihak yang terlibat wajib menyingkirkan potensi konflik kepentingan agar Sekda yang lahir dari rahim seleksi ini benar-benar sosok terbaik yang mampu menakhodai birokrasi.

Sebagai informasi, perjalanan enam calon yang mengerut menjadi tiga kandidat Sekda ini sebelumnya telah melewati ujian asesmen manajerial dan sosial kultural (mansoskul) yang digelar di Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jawa Timur di Surabaya. Dalam tahapan tersebut, kemampuan para peserta dikuliti lewat berbagai instrumen mulai dari analisis studi kasus, simulasi penyelesaian problem pemerintahan, tes intelektual, hingga penggalian potensi personal.

Usai merampungkan tahapan di Surabaya, para peserta dijadwalkan akan melanjutkan perjuangan di Balai Kota Among Tani melalui ujian pemaparan makalah dan wawancara akhir langsung di hadapan tim pansel. Menutup rangkaian seleksi formal, seluruh kandidat juga diwajibkan menjalani pemeriksaan kesehatan jasmani dan rohani secara menyeluruh di RSUD Karsa Husada sebagai prasyarat mutlak sebelum nama Sekda definitif ditetapkan.


Topik

Pemerintahan sekda kota batu kandidat sekda kota batu pemkot batu



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Bojonegoro Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Prasetyo Lanang

Editor

Dede Nana

Pemerintahan

Artikel terkait di Pemerintahan