Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Update Pendaki Ilegal Terperosok Jurang di Jalur Tak Resmi Gunung Semeru: Masih Proses Evakuasi

Penulis : Ashaq Lupito - Editor : Nurlayla Ratri

04 - Jun - 2026, 18:14

Placeholder
Personel gabungan melakukan proses evakuasi pendaki ilegal yang terperosok ke jurang saat melakukan pendakian melalui jalur tak resmi di Gunung Semeru pada Kamis (4/5/2026). (Foto: Istimewa)

JATIMTIMES - Personel Tim Search and Rescue (SAR) terus ditambah guna mengoptimalkan upaya evakuasi terhadap Cakra, seorang pendaki ilegal yang terpelosok ke jurang pendakian Gunung Semeru. Hingga hari ini, Kamis (4/6/2026), proses evakuasi terhadap pendaki berusia 18 tahun yang nekat melakukan pendakian di jalur tak resmi tersebut masih berlangsung.

Koordinator Unit Siaga SAR (USS) Malang Imam Nahrowi menuturkan, dari posko awal, Tim SAR mengakses lokasi dropping dengan menggunakan mobil. Selanjutnya, pada Kamis (4/6/2026) pagi, tim mulai melakukan pendakian dalam proses evakuasi tersebut.

Baca Juga : PIP Juni 2026 Sudah Cair? Cek Nama Penerima Pakai NISN dan NIK Lewat HP

"Dari titik dropping menuju lokasi evakuasi tersebut akan membutuhkan waktu selama delapan jam," ujarnya saat dikonfirmasi di sela-sela proses evakuasi, Kamis (4/6/2026).

Disampaikan Imam, kondisi jalur pendakian yang harus dilalui oleh Tim SAR tersebut terdiri dari medan yang terjal, kemudian juga banyak jurang yang curam. "Sehingga selain jarak yang jauh, tim juga harus berhati-hati saat naik ke lokasi evakuasi,” tuturnya.

Imam menyebut, upaya evakuasi pada hari ini merupakan proses lanjutan pada Rabu (3/6/2026). Pada perjalanan menuju tebing yang berlangsung pada kemarin malam tersebut sempat terpaksa dihentikan karena keterbatasan jarak pandang atau visibility.

"Pandangan tertutup kabut saat malam, sehingga berisiko tinggi bila perjalanan kemarin dilanjutkan," ujarnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kronologi petaka yang dialami oleh rombongan pendaki ilegal tersebut bermula pada Sabtu (30/5/2026). Pada hari itu, tiga orang pendaki termasuk korban yang diketahui berasal dari Semarang, Pasuruan, dan Malang tersebut melakukan aktivitas pendakian menuju kawasan Gunung Semeru melalui jalur Candi Jawar Purbakala.

Jalur yang digunakan tersebut bukan merupakan jalur resmi pendakian wisata yang dikelola BB TNBTS. Sehingga jalur tersebut bukan merupakan pintu masuk maupun jalur resmi yang digunakan untuk aktivitas pendakian Gunung Semeru.

Sebaliknya, hingga saat ini pendakian menuju puncak Gunung Semeru juga masih ditutup. Yakni sehubungan dengan aktivitas vulkanologi Gunung Semeru dan pertimbangan keselamatan pengunjung. Artinya, aktivitas yang dilakukan ketiga orang tersebut merupakan pendakian ilegal dan bahkan tidak tercatat dalam sistem pelayanan pendakian BB TNBTS.

Baca Juga : DPUPRPKP Kota Malang Tegaskan Bangunan di Atas Saluran Air Jalan Semeru Segera Dibongkar

Hingga akhirnya, pada Senin (1/6/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, salah satu pendaki dilaporkan menghubungi orang tuanya. Ia kemudian menyampaikan jika dirinya terjatuh di lereng Gunung Semeru serta membutuhkan pertolongan.

Keluarga korban kemudian menindaklanjuti informasi tersebut dengan turut berkoordinasi kepada sejumlah pihak terkait untuk melakukan pencarian terhadap korban. Pada Senin (1/6/2026) malam sekitar pukul 22.00 WIB, ayah korban bersama enam orang warga sekitar melakukan upaya pencarian menuju ke lokasi yang diduga merupakan keberadaan korban.

Perlu diketahui, untuk mencapai lokasi korban tersebut diperlukan waktu tempuh sekitar delapan jam dengan berjalan kaki melalui medan yang terjal, curam, hingga minim akses. Hasilnya, pada Selasa (2/6/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, korban dilaporkan telah ditemukan.

Meski demikian, proses evakuasi mengalami kendala karena kondisi medan yang cukup berat. Sehingga tim yang dikerahkan pada saat itu membutuhkan dukungan personel tambahan.

Hingga akhirnya, pada hari ini, Kamis (4/6/2026), personel gabungan serta Tim SAR masih berupaya untuk melakukan evakuasi terhadap seorang pendaki ilegal tersebut. "Hingga tadi siang, tim sebagian masih dalam perjalanan di jalur pendakian menuju lokasi evakuasi survivor," pungkasnya.


Topik

Peristiwa pendakian gunung semeru proses evakuasi pendaki ilegal



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Bojonegoro Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Ashaq Lupito

Editor

Nurlayla Ratri

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa