Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Pendakwah Ning Sisca Viral, Tuding Banyak Kiai Pesantren Cabul di Malang

Penulis : Ashaq Lupito - Editor : A Yahya

31 - May - 2026, 20:21

Placeholder
Tangkapan layar saat sosok yang disebut sebagai pendakwah agama Islam yang dikenal dengan nama Sisca Farisa Dhona atau Ning Sisca ketika menyebut banyak kiai pesantren diduga cabul di Malang yang kini viral di media sosial. (Foto: Istimewa)

JATIMTIMES - Seorang pendakwah agama Islam yang dikenal dengan nama Sisca Farisa Dhona atau Ning Sisca menyebut banyak dugaan kasus kiai cabul yang berkedok pesantren di Malang, Jawa Timur. Pernyataan tersebut kemudian viral lantaran dianggap merupakan tuduhan karena hingga kini yang bersangkutan juga tidak menyampaikan bukti.

Berdasarkan informasi yang dihimpun JatimTIMES, video cuplikan ceramah Ning Sisca tersebut sempat beredar di sejumlah platform media sosial (medsos) termasuk Facebook. Pada saat itu, terlihat Ning Sisca sedang berdakwah menggunakan Bahasa Jawa yang nampak berlangsung pada sebuah agenda pengajian agama Islam.

Baca Juga : Respons Maraknya Pelecehan Seksual, Fatayat NU Jatim Gencarkan Edukasi dan Perlindungan Korban di Pesantren

Potongan penyampaian ceramah tersebut kemudian dijadikan materi konten oleh sejumlah akun yang menyebut bersumber dari akun media sosial Ning Sisca pada Sabtu (30/5/2026). Namun, dari hasil penelusuran JatimTIMES pada Minggu (31/5/2026), postingan tersebut sudah tidak ada baik pada akun media sosial Instagram maupun Facebook yang diduga milik Ning Sisca.

Namun, konten potongan video dakwah Ning Sisca tersebut sudah tersebar di sejumlah WhatsApp Grup. Pada video berdurasi sekitar 1.30 menit yang kini viral tersebut, nampak potongan saat Ning Sisca berceramah.

"Inggih meniko (yakni, red) Gus Thuba Yakuza, sebentar lagi menunggu kasus-kasus di Malang, karena di Malang pun sendiri ada apa banyak, ada apa banyak?," ucap Ning Sisca pada awal rekaman video viral yang dihimpun JatimTIMES pada Minggu (31/5/2026).

Merujuk pada beberapa sumber, Gus Thuba yang disebut oleh Ning Sisca tersebut merupakan salah satu tokoh Nahdlatul Ulama (NU). Gus Thuba merupakan pendiri komunitas sosial-spiritual bernama Yakuza Maneges.

Sejak di deklarasikan pada awal Mei 2026 lalu, organisasi Yakuza Maneges tersebut juga aktif pada beragam kegiatan. Termasuk memberikan pendampingan pada beberapa kasus dugaan pelecehan seksual yang dialami oleh para santriwati di lingkungan pondok pesantren.

"Ingkang keparingan asmo Gus Thuba punya organisasi namanya Yakuza Maneges yang mana yakuza maneges meniko memberantas penggawean-penggawean nipun uwong seng seneng ane cabul tapi berkedok pesan. .tren. Nggih to?," ujar Ning Sisca dalam lanjutan video viral.

Secara umum, penyampaian Bahasa Jawa yang diutarakan Ning Sisca tersebut artinya: sosok yang bernama Gus Thuba punya organisasi namanya Yakuza Maneges. Yakni organisasi yang juga aktif dalam memberantas dugaan perbuatan oknum cabul di lingkungan pesantren.

"Kasus Pekalongan yang menaikkan inggih meniko Gus Thuba, Yakuza. Kasus Ngawi, yang menaikkan Gus Thuba, Yakuza. Kasus masih baru lagi, kolo wingi (beberapa waktu lalu, red) teng Jember," bebernya.

Baca Juga : Sejarah dan Makna Hari Raya Waisak, Mengenang Tiga Peristiwa Suci Kehidupan Sang Buddha

Setelah mengungkap sekaligus mendampingi beragam kasus dugaan pencabulan di lingkungan pesantren itulah, diutarakan Ning Sisca dalam video rekaman viral, saat ini Gus Thuba dengan organisasi Yakuza Maneges sedang memproses kasus serupa di Malang.

"Sak mangke taseh proses, inggih meniko Gus Thuba, Yakuza. Sebentar lagi menunggu kasus-kasus di Malang, karena di Malang pun sendiri, ada apa banyak, ada apa banyak?," tegas Ning Sisca.

Pada pernyataannya, Ning Sisca juga mengaku berani mengungkapkan dugaan pencabulan di lingkungan pesantren tersebut lantaran sepaham dengan gerakan yang dilakukan oleh organisasi Yakuza Maneges. Yakni memberantas dugaan pencabulan di lingkungan pesantren, meskipun terkait tudingan yang ia sebut marak terjadi di Malang tersebut belum ia sertakan dengan bukti konkret.

"Nuwun sewu bathang ojok sampek di tutup-tutupi, nggih nopo mboten?. Barang lek olo, nopo malih sing bertopeng agama, embel-embel'e agomo demi jarene oleh barokah. Tapi nek kelakuane ora bener, awak'e dewe yo ora oleh mbelo. Sekalipun itu saudara kita," pungkasnya.

Kalimat terakhir dalam video viral yang disampaikan Ning Sisca tersebut maksud dan artinya ialah: Mohon maaf, bangkai jangan disembunyikan. Hal keburukan, apa lagi berkedok agama yang mengaku demi mendapat berkah tapi kelakuannya tidak benar, tidak boleh di bela. Sekalipun yang diduga oknum cabul tersebut adalah saudara kita yang ada di pesantren.

Hingga saat ini, JatimTIMES masih berupaya mencari konfirmasi kepada sejumlah pihak. Termasuk kepada Ning Sisca mengenai video tudingan mengenai banyaknya kiai cabul pada pesantren di Malang yang dianggap sebagai tuduhan tersebut.


Topik

Peristiwa ning sisca kiai cabul pendakwah ning sisca sisca farisa dhona gus thuba yakuza yakuza maneges



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Bojonegoro Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Ashaq Lupito

Editor

A Yahya