Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Bersih Desa Balapan, Wali Kota Blitar Mas Ibin: Budaya dan Gotong Royong Jadi Kekuatan Kota Masa Depan

Penulis : Aunur Rofiq - Editor : Nurlayla Ratri

28 - May - 2026, 18:23

Placeholder
Wali Kota Blitar H Syauqul Muhibbin atau Mas Ibin bersama jajaran Forkopimcam Sukorejo menyaksikan atraksi seni budaya saat Kirab Budaya Bersih Desa Lingkungan Balapan Tahun 2026 di Kelurahan Sukorejo, Kamis (28/5/2026). (Foto: Diskominfotik Kota Blitar)

JATIMTIMES - Semangat gotong royong dan pelestarian budaya kembali hidup di tengah masyarakat Lingkungan Balapan, Kelurahan Sukorejo, Kota Blitar. Ribuan warga tumpah ruah mengikuti Kirab Budaya dalam rangka Bersih Desa Lingkungan Balapan Tahun 2026 yang digelar Kamis (28/5/2026). Tradisi tahunan itu tidak hanya menjadi agenda budaya masyarakat, tetapi juga menjadi simbol kuatnya modal sosial warga dalam mendukung pembangunan Kota Blitar yang maju dan berkarakter.

Kegiatan berlangsung meriah sejak siang hari. Beragam atraksi budaya, arak-arakan gunungan hasil bumi, hingga penampilan seni masyarakat memadati ruas jalan lingkungan Balapan. Warga dari berbagai usia tampak terlibat aktif. Anak-anak, remaja, hingga orang tua membaur menjadi satu dalam suasana guyub khas kampung budaya di Kota Blitar.

Baca Juga : PKS Jatim Salurkan 71.555 Paket Kurban, Sasar Wilayah Pelosok hingga Sinergi Ormas

Wali Kota Blitar H Syauqul Muhibbin atau Mas Ibin hadir langsung membuka kirab budaya tersebut. Turut hadir jajaran Forkopimcam Sukorejo, perangkat kelurahan, tokoh agama, tokoh masyarakat, sesepuh kampung, hingga ratusan warga yang memadati lokasi kegiatan.

Dalam sambutannya, Mas Ibin memberikan apresiasi kepada seluruh masyarakat Balapan yang dinilai berhasil menjaga tradisi sekaligus memperkuat kebersamaan sosial di tengah perkembangan zaman yang semakin modern.

“Saya atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Blitar memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh warga Lingkungan Balapan yang telah menginisiasi dan menyelenggarakan kirab budaya ini,” kata Mas Ibin.

Menurut dia, bersih desa bukan sekadar agenda tahunan, melainkan warisan budaya yang sarat nilai spiritual, sosial, dan kebersamaan masyarakat.

“Bersih desa bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan warisan nilai dan bentuk rasa syukur masyarakat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala atas berkah kehidupan yang diberikan,” ujarnya.

Ia mengatakan, setiap prosesi kirab budaya memiliki makna mendalam tentang semangat gotong royong dan rasa syukur masyarakat terhadap tanah dan lingkungan yang menjadi sumber kehidupan warga.

“Di dalam setiap langkah kirab, di dalam gunungan hasil bumi yang diarak, terdapat makna mendalam tentang kebersamaan, gotong royong, dan rasa syukur kita atas tanah dan bumi yang menjadi sumber kehidupan masyarakat,” katanya.

Kirab

Budaya Jadi Fondasi Kota Masa Depan

Mas Ibin menilai apa yang dilakukan warga Balapan menjadi bukti nyata bahwa masyarakat Kota Blitar tetap mampu menjaga identitas budaya di tengah derasnya arus modernisasi.

Menurut dia, semangat masyarakat Balapan sejalan dengan nilai Trisakti Bung Karno, khususnya dalam hal berkepribadian dalam kebudayaan.

“Kota Blitar sedang melangkah menuju kota masa depan yang maju, humanis, dan berdaya saing. Namun, kaki kita harus tetap berpijak kuat pada akar budaya dan nilai-nilai leluhur yang menjadi jati diri masyarakat kita,” tegasnya.

Ia juga menyoroti karakter masyarakat Balapan yang selama ini dikenal kompak, rukun, dan memiliki semangat gotong royong tinggi. Modal sosial seperti itulah, kata dia, yang menjadi kekuatan penting dalam pembangunan kota.

“Nilai-nilai kebersamaan dan modal sosial seperti inilah yang menjadi kekuatan penting dalam mewujudkan Blitar Kota Masa Depan yang maju, humanis, berkarakter, dan berbudaya,” ujar Mas Ibin.

Suasana kirab budaya semakin semarak ketika peserta kirab tampil mengenakan berbagai kostum dan atribut budaya. Sejumlah kelompok seni masyarakat juga ikut tampil memeriahkan kegiatan. Warga dan pengunjung tampak antusias menyaksikan jalannya kirab dari sepanjang jalur yang dilalui peserta.

Bagi warga Balapan, tradisi bersih desa bukan hanya agenda budaya, melainkan ruang mempererat hubungan sosial antarwarga. Kegiatan tersebut juga menjadi momentum mempertemukan seluruh elemen masyarakat tanpa sekat usia maupun latar belakang.

Mas Ibin mengatakan, kekuatan sebuah kota tidak semata diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kualitas manusianya dan kemampuan masyarakat menjaga identitas budaya.

“Pembangunan kota tidak hanya soal infrastruktur fisik, gedung, atau jalan raya yang mulus. Pembangunan yang sejati adalah pembangunan manusia dan kebudayaannya,” katanya.

Baca Juga : Reni Astuti Ajak Masyarakat Meneladani Semangat Berkurban untuk Berbagi dan Berdaya Bersama

Ia menambahkan, kemajuan kota akan kehilangan makna jika masyarakatnya tercerabut dari akar budaya dan nilai luhur yang diwariskan para pendahulu.

“Kemajuan sebuah kota akan terasa hambar jika masyarakatnya kehilangan jati diri budayanya,” ujarnya.

Ibin

Dorong UMKM dan Wisata Budaya

Karena itu, Pemerintah Kota Blitar terus mendorong pelestarian budaya masyarakat sebagai bagian penting pembangunan daerah. Menurut Mas Ibin, kirab budaya memiliki peran strategis dalam menjaga identitas sosial masyarakat sekaligus memperkuat karakter Kota Blitar.

“Kirab budaya seperti ini memiliki peran penting dalam menjaga identitas masyarakat sekaligus memperkuat semangat kebersamaan menuju Blitar Kota Masa Depan yang berkarakter dan berbudaya,” katanya.

Selain melestarikan budaya, kegiatan bersih desa juga membawa dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Sejumlah pelaku UMKM tampak memanfaatkan momentum keramaian kirab budaya untuk menjajakan aneka kuliner dan produk lokal masyarakat.

Mas Ibin menyebut kegiatan budaya masyarakat memiliki potensi besar dalam mendukung pengembangan ekonomi lokal dan wisata berbasis budaya.

“Melalui kirab budaya ini, kita tidak hanya melestarikan tradisi, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal melalui UMKM dan memperkuat daya tarik wisata berbasis budaya masyarakat,” ujarnya.

Ketua Panitia Bersih Lingkungan Balapan Tahun 2026 Eko Suharwanto mengatakan seluruh rangkaian kegiatan bersih desa digelar dengan penuh semangat oleh masyarakat. Selain kirab budaya, panitia juga menyelenggarakan khataman dan tahlil bersama, wayang ruwatan, hingga pagelaran campursari.

“Kami ingin tradisi ini tetap hidup dan terus diwariskan kepada generasi muda. Semangat kebersamaan warga menjadi kekuatan utama dalam kegiatan ini,” katanya.

Sementara itu, Lurah Sukorejo Reyza Pahlevy Genda menyampaikan apresiasi terhadap antusiasme masyarakat Balapan yang dinilai mampu menjaga harmoni sosial melalui kegiatan budaya.

“Lingkungan Balapan memiliki semangat guyub rukun yang sangat kuat. Ini menjadi modal sosial penting dalam mendukung pembangunan Kota Blitar,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, Mas Ibin mengajak masyarakat menjadikan momentum bersih desa sebagai sarana mempererat silaturahmi dan memperkuat semangat membangun Kota Blitar secara bersama-sama.

“Mari kita jadikan momentum bersih desa ini untuk membersihkan hati kita, mempererat tali silaturahmi, dan menyatukan tekad untuk bersama-sama membangun Kota Blitar yang kita cintai,” pungkasnya.


Topik

Peristiwa Blitar Syauqul Muhibbin Mas Ibin kirab budaya bersih desa balapan



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Bojonegoro Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Aunur Rofiq

Editor

Nurlayla Ratri