Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pendidikan

Jelang Wisuda 2026: Rektor Unikama Ungkap Hasil Tracer Study Lulusan

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Dede Nana

22 - May - 2026, 19:26

Placeholder
Rektor Unikama, Prof. Dr. Sudi Dul Aji, MSi (Anggara Sudiongko/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) bersiap menggelar prosesi Wisuda Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026 pada Sabtu (22/5/2026). Di balik seremoni kelulusan itu, kampus menyoroti tantangan yang lebih besar, yakni bagaimana lulusan perguruan tinggi tetap relevan dengan kebutuhan industri tanpa kehilangan identitas dan nilai-nilai lokal di tengah perubahan dunia kerja yang semakin dinamis.

Rektor Unikama, Prof. Dr. Sudi Dul Aji, MSi, menegaskan bahwa kampus tidak hanya menyiapkan lulusan yang kompetitif secara akademik, tetapi juga memiliki fondasi karakter berbasis kearifan lokal. Menurutnya, aspek tersebut menjadi pembeda penting ketika lulusan memasuki dunia profesional yang kini makin kompetitif dan individualistis.

Baca Juga : Kiprah Cak Kartolo Resmi Jadi Memori Kolektif Bangsa, Surabaya Raih Penghargaan Kearsipan 2026

“Mahasiswa kami harus memahami kearifan lokal. Minimal mereka memiliki jiwa kebersamaan, gotong royong, dan tanggung jawab. Itu yang ingin kami dorong di setiap program studi sebagai ciri lulusan Unikama,” ujarnya.

1

Ia menilai, penguatan nilai lokal bukan sekadar simbol budaya kampus, melainkan bagian dari strategi membangun karakter lulusan agar mampu beradaptasi di berbagai lingkungan kerja dan sosial. Menurutnya, dunia industri saat ini tidak hanya membutuhkan tenaga kerja dengan kemampuan teknis, tetapi juga sumber daya manusia yang mampu bekerja kolaboratif dan memiliki integritas.

Di sisi lain, Unikama juga menyoroti pentingnya kesesuaian kurikulum dengan kebutuhan dunia industri dan dunia kerja (DUDI). Berdasarkan data tracer study yang dimiliki kampus, sekitar 61 persen lulusan telah terserap dunia kerja, 31 persen belum bekerja, dan sekitar 4 persen memilih melanjutkan studi.

Prof. Sudi menyebut, data tersebut menjadi indikator bahwa kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) yang diterapkan kampus mulai menunjukkan relevansi dengan kebutuhan industri. Bahkan, rata-rata masa tunggu lulusan untuk mendapatkan pekerjaan disebut hanya sekitar tiga bulan.

“Kalau lebih dari 50 persen lulusan sudah bekerja, berarti kurikulum yang kita miliki cukup sesuai dengan kebutuhan dunia industri dan dunia kerja. Tetapi kurikulum tetap harus terus diperbarui mengikuti perkembangan di luar,” katanya.

Menurutnya, keberadaan tracer study kini menjadi instrumen penting bagi perguruan tinggi untuk membaca kebutuhan pasar kerja sekaligus menentukan arah pengembangan akademik di masa depan. Perguruan tinggi, kata dia, tidak bisa lagi hanya berfokus pada proses pendidikan di ruang kelas tanpa mengukur dampak lulusan di lapangan.

Selain isu ketenagakerjaan, Unikama juga menyoroti pentingnya penguatan kolaborasi dengan pemerintah daerah dan industri. Kampus tersebut saat ini menjalin berbagai kerja sama melalui sistem digital bernama Sijarma atau Sistem Jaringan Kerja Sama.

Kerja sama itu tidak hanya menyasar sektor industri, tetapi juga pemerintah daerah di berbagai wilayah Indonesia. Salah satu program yang tengah berjalan ialah kolaborasi dengan Pemerintah Kota Batu dalam program 1.000 sarjana bagi putra daerah.

“Kerja sama tidak hanya soal pengiriman mahasiswa, tetapi juga bagaimana kampus bisa membantu pelatihan dan peningkatan kompetensi di daerah,” jelasnya.

Baca Juga : RS Pendidikan UIN Maliki Malang Terus Berproses, Wamenkes Terkejut Lihat Perkembangan Kampus 3

Unikama juga mengaku mendapat respons positif dari sejumlah kepala daerah di luar Jawa, termasuk dari wilayah Maluku dan Nusa Tenggara Timur, terkait pengembangan pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Sementara itu, di tengah isu nasional terkait kebutuhan tenaga pendidik, Unikama melihat sektor pendidikan dasar masih menjadi peluang besar bagi lulusan kependidikan. Prof. Sudi mengatakan kebutuhan guru, terutama untuk jenjang PAUD dan sekolah dasar, masih cukup tinggi di berbagai daerah.

Bahkan, pemerintah disebut memberikan program afirmasi pendidikan bagi guru PAUD dan PGSD untuk meningkatkan kompetensi mereka melalui perguruan tinggi. Menurutnya, hal tersebut menjadi bentuk kepercayaan terhadap kualitas pendidikan di Unikama.

“PAUD dan PGSD masih sangat dibutuhkan. Pemerintah bahkan memberikan afirmasi pendidikan untuk meningkatkan kompetensi guru-guru dasar melalui kampus,” ungkapnya.

Di sisi lain, rangkaian Dies Natalis Unikama tahun ini juga dikemas dengan pendekatan budaya dan isu lingkungan. Ketua Panitia Wisuda sekaligus Dies Natalis Unikama, Leni Latifah, menyebut konsep kegiatan tahun ini mengangkat nuansa budaya Sulawesi.

“Nuansanya Sulawesi, mulai dari tarian hingga dekorasi kegiatan,” katanya.

Sebelumnya, Unikama juga menggelar berbagai agenda bertema green campus, termasuk fashion show berbahan daur ulang dan kegiatan penghijauan di kawasan pantai selatan dengan penanaman mangrove. Kampus menilai isu lingkungan kini tidak lagi bisa dipisahkan dari tanggung jawab institusi pendidikan dalam membentuk kesadaran sosial mahasiswa.


Topik

Pendidikan unikma rektor unikama wisuda unikama tracer study



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Bojonegoro Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Dede Nana

Pendidikan

Artikel terkait di Pendidikan