Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Pedagang Pasar Kebalen Siap Ditata, Koordinator Klaim Tak Ada Penolakan Relokasi

Penulis : Riski Wijaya - Editor : Yunan Helmy

07 - May - 2026, 10:06

Placeholder
Peninjauan Pasar Induk Gadang oleh Wali Kota Malang Wahyu Hidayat.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES)

JATIMTIMES - Penataan pedagang  di kawasan Pasar Kebalen, Kota Malang, mulai menunjukkan perkembangan. Ketua koordinator pedagang Pasar Kebalen Muhammad Salam menyebut para pedagang kini mulai menyadari pentingnya ketertiban dan siap mengikuti arahan pemerintah.

Menurut Salam, selama  penataan berlangsung, tidak ada kendala berarti dari para pedagang. Ia mengakui sempat terjadi kondisi semrawut pada malam sebelumnya, namun secara umum penertiban berjalan lancar.

Baca Juga : Ketika Bilal Tak Memilih Kambing atau Sapi pada Idul Adha, Ada Pesan Besar Tersembunyi

“Tidak ada kendala. Kalau gagal-gagal nggak pernah. Cuma, tadi malam yang agak semrawut,” ujarnya.

Ia mengatakan, mulai Senin mendatang, para pedagang sudah memahami pola penataan yang diterapkan. Bahkan,  para pedagang kini lebih mudah diajak bekerja sama dibanding sebelumnya.

“Pedagang sudah menyadarkan diri karena sudah bersih. Jadi, hal-hal yang tidak diinginkan sama pedagang itu ter-cover semua,” katanya.

Salam bahkan menyatakan kesiapan apabila nantinya pemerintah memindahkan sebagian pedagang ke Pasar Induk Gadang. Menurut dia, para pedagang tidak akan menolak selama disediakan lokasi yang dinilai strategis untuk berjualan.

“Kalau dipindah ke Gadang, saya siap sepenuhnya. Yang penting dikasih tempat yang strategis sedikit, nggak ada penolakan,” tegasnya.

Ia menilai selama ini pendekatan kepada pedagang sebenarnya tidak pernah mengalami kesulitan. Sebagai koordinator lapangan yang setiap hari berada di kawasan tersebut, Salam mengaku memahami kondisi para pedagang secara langsung sehingga komunikasi lebih mudah dilakukan.

“Rumah saya juga di sini. Jadi, keluar masuknya pedagang, saya tahu semua,” katanya.

Terkait adanya pedagang yang mengaku belum menerima sosialisasi, Salam menjelaskan hal itu terjadi karena banyak pedagang bersifat musiman dan tidak rutin berjualan setiap hari. Kondisi tersebut membuat distribusi informasi tidak selalu merata.

Baca Juga : Turun 30 Kg dalam 10 Bulan, Ini Rahasia Diet Ery Makmur yang Bikin Tubuh Lebih Bugar

“Ada yang dua hari jualan, lima hari libur. Jadi, kadang pas ada edaran, mereka nggak datang,” jelasnya.

Saat ini jumlah pedagang di kawasan Pasar Kebalen disebut mencapai sekitar 640 pedagang. Menurut Salam, jumlah tersebut tidak memungkinkan seluruh pedagang dimasukkan ke dalam bangunan pasar yang ada saat ini.

Ia menjelaskan, sesuai pembahasan dengan wali kota Malang, pedagang yang memiliki surat resmi nantinya diprioritaskan masuk ke area dalam pasar. Sementara sisanya direncanakan dialihkan ke Pasar Induk Gadang.

“Yang punya surat dimasukkan semua. Sisanya mau dialihkan ke Pasar Induk Gadang,” kata dia.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun, Pasar Kebalen sebelumnya telah direvitalisasi pada 2023 dengan anggaran sekitar Rp3,2 miliar. Namun revitalisasi tersebut dinilai belum memberi dampak signifikan karena banyak pedagang tetap memilih berjualan di luar area pasar, tepatnya di sepanjang Jalan Zainal Zakse.

Akibatnya, pedagang yang sebenarnya telah memiliki kios di dalam pasar lebih memilih membuka lapak di tepi jalan karena dinilai lebih mudah menjangkau pembeli secara langsung.


Topik

Peristiwa Pasar Kebalen Kota Malang penataan pedagang Kota Malang



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Bojonegoro Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Riski Wijaya

Editor

Yunan Helmy

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa