Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pemerintahan

Perkuat Arah Kebijakan Perikanan Budidaya, Dewan Morowali Belajar ke DPRD Situbondo

Penulis : Wisnu Bangun Saputro - Editor : Dede Nana

06 - Apr - 2026, 18:00

Placeholder
Penyerahan cinderamata dari DPRD Situbondo kepada DPRD Morowali dan sebaliknya usai pelaksanaan studi tiru kebijakan strategis perikanan budidaya dan perlindungan hukum kepada nelayan, Senin (6/4/2026). (Foto: Wisnu Bangun Saputro/ JATIMTIMES)

JATIMTIMES - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Situbondo kedatangan rombongan DPRD Morowali, Sulawesi Tengah dalam rangka kunjungan kerja sekaligus studi tiru mengenai kebijakan strategis di bidang perikanan budidaya, Senin (6/4/2026). 

Kedatangan rombongan DPRD Morowali yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Morowali, Herdianto Marsuki itu menjadi momentum penting untuk bertukar pengalaman sekaligus mempelajari kebijakan strategis yang telah berjalan di daerah pesisir tersebut.  

Baca Juga : 'Godzilla El Nino' Mengintai, DPRD Jatim Soroti Ancaman Krisis Air Bersih hingga Gagal Panen

Herdianto menyampaikan bahwa Situbondo dipilih sebagai lokasi studi tiru karena dinilai lebih dahulu berhasil mengembangkan sektor perikanan budidaya yang berdampak nyata terhadap peningkatan ekonomi masyarakat pesisir.

Menurutnya, kunjungan tersebut tidak sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari upaya serius untuk memastikan kebijakan yang akan diterapkan di daerahnya benar-benar berbasis pada praktik yang telah terbukti berhasil di lapangan.

"Situbondo ini kami kenal sebagai daerah yang lebih dulu mengembangkan sektor budidaya perikanan. Kami datang untuk melihat langsung, apakah kebijakan yang diterapkan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat atau justru menjadi beban," ujar Herdianto.

Ia menjelaskan, DPRD memiliki peran strategis dalam fungsi pengawasan, penganggaran, hingga pembentukan regulasi daerah. Karena itu, pihaknya ingin memastikan bahwa setiap program bantuan bagi nelayan maupun pembudidaya dapat berjalan efektif serta memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan DPRD Morowali memberikan perhatian khusus pada sejumlah komoditas unggulan Situbondo, seperti budidaya ikan kerapu dan udang. Kedua komoditas tersebut dinilai memiliki nilai ekonomi tinggi serta berpotensi besar untuk dikembangkan di wilayah pesisir Morowali.

"Produksi perikanan kami masih terfokus pada perikanan tangkap, yang semakin lama cenderung menurun. Karena itu, kami mulai mendorong peralihan ke budidaya. Situbondo menjadi tempat kami belajar untuk memahami sistemnya secara menyeluruh, mulai dari pembenihan hingga pemasaran," katanya.

Herdianto menambahkan, secara geografis dan karakter wilayah, Morowali memiliki kemiripan dengan Situbondo, terutama dari sisi panjang garis pantai dan aktivitas masyarakat pesisir. Kesamaan tersebut menjadi dasar kuat bagi pihaknya untuk mengadopsi model pengembangan budidaya yang telah diterapkan di Situbondo.

Tidak hanya aspek teknis budidaya, DPRD Morowali juga menyoroti sisi regulasi, khususnya terkait perlindungan nelayan. Mereka tertarik mempelajari Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2022 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan yang dimiliki Kabupaten Situbondo sebagai salah satu instrumen penting dalam menjaga keberlanjutan sektor perikanan.

Sementara itu, Ketua DPRD Situbondo, Mahbub, menyambut baik kunjungan tersebut dan menilai kegiatan studi tiru ini sebagai langkah positif dalam membangun kolaborasi antar daerah, khususnya dalam pengembangan sektor kelautan dan perikanan.

Baca Juga : Dasar Hukum Surat Edaran Lemah, DPRD Banyuwangi Minta Eksekutif Kaji Ulang 

"Secara geografis, Morowali dan Situbondo memiliki kemiripan. Namun di Situbondo, budidaya ikan kerapu sudah dikembangkan dari hulu ke hilir, mulai dari pembenihan hingga siap konsumsi. Ini yang menjadi kekuatan utama kami," ujar Mahbub.

Ia menjelaskan bahwa sistem budidaya di Situbondo telah memiliki segmentasi usaha yang lengkap, mulai dari produksi telur, benih ukuran kecil, pembesaran menengah, hingga ukuran siap jual. Model tersebut dinilai mampu menciptakan rantai ekonomi yang lebih kuat serta memberikan nilai tambah bagi masyarakat nelayan.

Selain regulasi, Pemerintah Kabupaten Situbondo juga memiliki program pendukung seperti gerakan “Rabu Makan Ikan” yang diatur melalui peraturan bupati. Program ini bertujuan meningkatkan konsumsi ikan di masyarakat sekaligus memperkuat pasar bagi hasil tangkapan dan budidaya nelayan lokal.

Mahbub juga membuka peluang kerja sama lanjutan antar daerah, termasuk kemungkinan menjalin kemitraan di bidang budidaya perikanan sebagai langkah konkret untuk memperkuat sektor kelautan di masing-masing daerah.

"Kami sangat terbuka jika ada kerja sama lanjutan, termasuk konsep sister city di sektor perikanan. Ini bisa menjadi langkah konkret untuk saling memperkuat potensi daerah masing-masing," tegasnya.

Kunjungan studi tiru ini diharapkan menjadi langkah awal bagi Kabupaten Morowali dalam merumuskan kebijakan berbasis praktik terbaik. Di sisi lain, Situbondo juga berpeluang memperluas jejaring kerja sama antar daerah dalam mendorong transformasi sektor perikanan dari pola tangkap menuju budidaya yang lebih modern, produktif, dan berkelanjutan. (ADV)


Topik

Pemerintahan dprd situbondo dprd morowali perikanan budidaya kunjungan kerja dprd



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Bojonegoro Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Wisnu Bangun Saputro

Editor

Dede Nana