Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pemerintahan

LKPJ 2025: Gubernur Khofifah Pamer Pertumbuhan Ekonomi Jatim dan Rekor IPM 76,13

Penulis : Muhammad Choirul Anwar - Editor : Dede Nana

30 - Mar - 2026, 15:16

Placeholder
Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa menyerahkan dokumen Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Akhir Tahun Anggaran 2025.

JATIMTIMES - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan Nota Penjelasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Akhir Tahun Anggaran 2025 dalam Sidang Paripurna DPRD Jatim, Senin (30/3/2026).

Dalam kesempatan itu, Khofifah memamerkan bahwa Jatim berhasil mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang sangat impresif sebesar 5,33 persen (c-to-c). Capaian ini tidak hanya melampaui target RKPD di rentang 4,80–5,20 persen, tetapi juga mengukuhkan posisi Jatim sebagai kontributor ekonomi terbesar kedua di Indonesia dengan sumbangsih 14,40 persen terhadap PDB Nasional.

Baca Juga : RINGKASAN LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAH DAERAH (RLPPD) KOTA MALANG TAHUN 2025

Struktur ekonomi Jatim pada 2025 tetap kokoh dengan dominasi sektor Industri Pengolahan yang berkontribusi sebesar 31,32 persen, disusul sektor Perdagangan sebesar 18,55 persen. Produk Domestik Regional Buruto (PDRB) Jawa Timur tahun 2025 tercatat telah menembus angka Rp3.403,17 triliun.

"Pertumbuhan ekonomi sebesar 5,33 persen ini adalah bukti resiliensi Jawa Timur di tengah dinamika global. Namun, indikator yang paling membanggakan adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang kini mencapai angka 76,13," jelas Khofifah. 

"Ini merefleksikan keberhasilan kita dalam meningkatkan akses pendidikan, kesehatan, dan standar hidup layak bagi seluruh warga Jawa Timur melalui semangat Nawa Bhakti Satya," sambungnya. 

Lebih lanjut, Khofifah merinci bahwa kenaikan IPM ke angka 76,13 didukung oleh dimensi Umur Harapan Hidup yang mencapai 75,36 tahun. Di sektor pendidikan, Harapan Lama Sekolah (HLS) kini berada di angka 13,38 tahun. Khofifah menekankan bahwa investasi pada SDM adalah kunci utama.

"Kenaikan IPM ini melampaui rata-rata nasional, menandakan kualitas hidup masyarakat Jatim terus meningkat secara kompetitif," tambah mantan Menteri Sosial Republik Indonesia ini.

Baca Juga : Curhat Amsal Sitepu ke DPR: Kalau Kemahalan Kenapa Nggak Ditolak Saja? 

Dalam rincian sektoral, Khofifah menyoroti performa ekspor luar negeri Jatim yang tetap tangguh meski ekonomi global melambat. Hilirisasi industri pengolahan menjadi mesin utama yang menjaga stabilitas ekonomi Jatim tetap di atas rata-rata nasional.

Selain itu, program Jatim Sehat berhasil menurunkan prevalensi stunting, yang berkontribusi langsung pada peningkatan kualitas kesehatan masyarakat secara menyeluruh.

Khofifah menegaskan bahwa sinergi antara pertumbuhan ekonomi dan kualitas SDM merupakan fondasi utama menuju kemandirian wilayah. "Kita tidak hanya mengejar pertumbuhan angka, tapi mengejar kualitas pertumbuhan yang inklusif, di mana setiap warga Jawa Timur memiliki kesempatan yang sama untuk maju dan sejahtera," pungkasnya.


Topik

Pemerintahan gubenur jatim lkpj 2025 dprd jatim



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Bojonegoro Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Muhammad Choirul Anwar

Editor

Dede Nana