Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pemerintahan

Pemkab Malang Bersama Bank Jatim Gelar Pasar Murah Lebaran 2026

Penulis : Tubagus Achmad - Editor : Yunan Helmy

13 - Mar - 2026, 18:45

Placeholder
Bupati Malang HM. Sanusi bersama Pemimpin Bank Jatim Cabang Kepanjen Satria Dananjaya dan Kapolres Malang AKBP Muhammad Taat Resdianto saat meresmikan Pasar Murah Lebaran 2026 di halaman Pasar Sumedang, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jumat (13/3/2026). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang bersama Bank Jatim gelar Pasar Murah Lebaran 2026 dalam rangka pengendalian inflasi daerah Kabupaten Malang di halaman Pasar Sumedang, Kecamatan Kepanjen. 

Peresmian Pasar Murah Lebaran 2026 itu dihadiri Bupati Malang HM. Sanusi, Kapolres Malang AKBP Muhammad Taat Resdianto, Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib, Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Budiar, Pemimpin Bank Jatim Cabang Kepanjen Satria Dananjaya, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Malang Astri Lutfiatunnisa, serta jajaran kepala perangkat daerah di lingkungan Pemkab Malang. 

Baca Juga : Panduan Lengkap Salat Idulfitri 2026: Niat, Bacaan, Tata Cara hingga Doa

Bupati Malang HM. Sanusi menyampaikan, pada saat Bulan Suci Ramadan hingga jelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, kebutuhan masyarakat terhadap berbagai bahan pokok biasanya meningkat cukup signifikan. Menurut dia, di tengah situasi dan kondisi seperti sekarang ini seringkali berdampak pada kenaikan harga pada beberapa komoditas pangan. 

"Oleh sebab itu, pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan terus berupaya menjaga keseimbangan antara ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, serta daya beli masyarakat," ungkap Sanusi dalam sambutannya, Jumat (13/3/2026). 

Pemotongan balon.

Sanusi menyebut, berdasarkan pemantauan perkembangan harga pangan di Provinsi Jawa Timur menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, masih relatif terkendali. Tetapi, meskipun masih relatif terkendali Pemkab Malang tetap perlu melakukan berbagai langkah antisipatif agar lonjakan permintaan tidak berdampak pada meningkatnya inflasi daerah serta menurunnya daya beli masyarakat.

"Maka dari itu, penyelenggaraan Pasar Murah Lebaran tahun 2026 ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah dengan memastikan bahwa masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar," jelas Sanusi. 

Orang nomor satu di lingkungan Pemkab Malang itu juga mengapresiasi upaya dari Disperindag Kabupaten Malang yang telah menginisiasi gelaran Pasar Murah Lebaran tahun 2026 dengan menggandeng Bank Jatim untuk penyelenggaraannya. 

"Saya mengapresiasi langkah Disperindag Kabupaten Malang yang telah menginisiasi kegiatan ini, serta seluruh pihak yang turut mendukung, mulai dari distributor, produsen, pelaku IKM, hingga berbagai lembaga yang berpartisipasi dalam menyediakan berbagai kebutuhan pokok bagi masyarakat," tutur Sanusi. 

Foto bersama.

Sanusi menuturkan, kegiatan Pasar Murah Lebaran tahun 2026 ini tidak hanya bertujuan membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga yang lebih murah, tetapi juga merupakan bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah serta menjaga stabilitas ekonomi masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. 

"Selain itu, pasar murah juga dapat menjadi sarana untuk memperkuat hubungan antara pemerintah dengan masyarakat serta mendorong aktivitas ekonomi lokal, khususnya bagi para pelaku UMKM di Kabupaten Malang," ujar Sanusi.  

Pihaknya berharap, kegiatan Pasar Murah Lebaran tahun 2026 ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh masyarakat, serta dapat berjalan dengan tertib, lancar dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi seluruh masyarakat Kabupaten Malang. 

Lebih lanjut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disperindag Kabupaten Malang Astri Lutfiatunnisa menambahkan, kegiatan Pasar Murah Lebaran tahun 2026 ini merupakan upaya dari Pemkab Malang dalam menjaga stabilitas harga bahan kebutuhan pokok. 

Baca Juga : Lebaran Enaknya Liburan ke Mana? Ini Rekomendasi Destinasi Wisata yang Bisa Dikunjungi

"Kami menyediakan 60 tenant yang terdiri untuk para pelaku UMKM, perangkat daerah dan lintas dunia usaha Pasar Murah Lebaran tahun 2026," tutur Astri. 

Pasar Murah Lebaran 2026

Selain itu, pihaknya juga berkomitmen untuk  memperkuat ketahanan pangan daerah, serta memastikan distribusi kebutuhan pokok dapat berjalan lancar hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. 

"Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk tetap berbelanja secara bijak, tidak melakukan pembelian secara berlebihan, sehingga ketersediaan bahan pokok dapat terjaga dan dapat dinikmati secara merata oleh seluruh masyarakat," tutur Astri. 

Sementara itu, Pemimpin Bank Jatim Cabang Kepanjen Satria Dananjaya menyampaikan, bahwa setiap tahun memang Bank Jatim memiliki program pemberian bantuan subsidi sembako murah untuk masyarakat luas Kabupaten Malang. Di mana untuk kali ini, Bank Jatim bersama Pemkab Malang menggelar Pasar Murah Lebaran tahun 2026 di halaman Pasar Pakisaji dan Pasar Sumedang Kepanjen. 

"Sejak dulu kami memang memiliki program tahunan dengan memberikan subsidi sembako murah. Untuk kali ini kita menyediakan 2.500 kupon potongan harga senilai total Rp 25 juta, masing-masing kupon senilai Rp 10 ribu," jelas Satria. 

Dalam kegiatan Pasar Murah Lebaran tahun 2026, Bank Jatim juga melibatkan para pelaku UMKM binaan dari Bank Jatim. Untuk kegiatan di Pasar Pakisaji terdapat 10 pelaku UMKM dan di Pasar Sumedang Pakisaji ada 30 pelaku UMKM yang terlibat. 

Satria mengaku, pelibatan para pelaku UMKM ini merupakan upaya dari Bank Jatim untuk mengambangkan unit-unit UMKM di berbagai sektor. Oleh karena itu pihaknya juga memberikan sosialisasi terkait Slogan Sayap Jatim dari Bank Jatim yang salah satunya tujuannya untuk untuk pengembangan UMKM. 

"Jadi dengan konsep awalnya bazar murah. Dari situ kita level up untuk UMKM binaan kami. Lalu dengan binaan yang dari Kabupaten Malang kita jadikan suatu wadah dengan kami punya slogan sayap jatim membawahi kredit mikro kami. Itu mulai dari kur, kredit Jatim kita, yang itu plafonnya mulai Rp 0 sampai Rp 500 juta untuk mensupport UMKM level up," pungkas Satria. 


Topik

Pemerintahan Pasar Murah Pemkab Malang Bank Jatim inflasi daerah



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Bojonegoro Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Tubagus Achmad

Editor

Yunan Helmy

Pemerintahan

Artikel terkait di Pemerintahan