JATIMTIMES - Kasus dugaan pelecehan seksual sesama jenis yang menyeret ustaz berinisial SAM tengah ramai diperbincangkan di media sosial. Seiring kabar itu mencuat, sejumlah nama ustaz ikut terseret karena dianggap memiliki inisial serupa dengan sosok yang dimaksud.
Sebagian dari mereka pun memberikan klarifikasi secara langsung melalui media sosial untuk meluruskan kabar yang beredar di tengah warganet.
Baca Juga : Korban Dugaan Pelecehan Ustaz SAM Jadi 5 Orang, Kuasa Hukum Sebut Para Korban Trauma
1. Ustaz Syam Tanggapi Santai
Salah satu nama yang sempat ramai disebut adalah Syamsuddin Nur Makka atau yang dikenal sebagai Ustaz Syam. Namanya ikut dikaitkan setelah korban dalam kasus tersebut menyebut pelaku merupakan ustaz dengan inisial SAM.
Menanggapi hal itu, Ustaz Syam memberikan klarifikasi melalui unggahan di Instagram. Ia menanggapi isu tersebut dengan santai. “Aduh ada berita apa ini, banyak yang mention. Bawa santai, kita fokusin 10 terakhir Ramadhan,” tulisnya sambil membagikan foto dengan berbagai ekspresi.
Dalam unggahan yang sama, ia juga menegaskan bahwa inisial SAM bukan merujuk pada namanya. “Oh ternyata inisial S.A.M bukan SYAM,” imbuhnya.
Unggahan tersebut turut dikomentari oleh Arie Untung. Ia mengaku sempat terkejut saat kabar tersebut beredar.
“Ustadzi mau diangkat derajatnya, emang sempet kaget apalagi dulu pernah keseleo lidah. Kirain relate, tapi Alhamdulillah Allah masih jaga antum stadz,” tulis Arie Untung.
2. Ustaz Solmed: Inisial Saya SMM
Nama lain yang juga sempat dikaitkan warganet adalah Saleh Mahmud Munawir atau yang dikenal sebagai Ustaz Solmed.
Namun ia langsung membantah tudingan tersebut. Melalui unggahan di media sosial, Ustaz Solmed menegaskan bahwa inisial namanya tidak sama dengan yang disebut dalam kasus tersebut.
“Nama saya itu = Saleh Mahmud Munawir, jadi kalau mau pakai inisial ya SMM bukan SAM. Kok bisa-bisanya sih pada nyasar ke IG saya?” tulisnya.
3. Ahmad Al-Misry Singgung Soal Fitnah
Nama Ahmad Al-Misry juga sempat ikut disebut dalam perbincangan warganet. Meski demikian, ia tidak memberikan klarifikasi secara langsung soal tudingan tersebut.
Baca Juga : Gagal Submit di SSCASN? Ini Cara Mengatasinya Saat Daftar CPNS
Melalui media sosial, ia justru mengunggah pesan yang menyinggung soal fitnah di bulan Ramadan. “Dibilang lagi puasa, tapi pada makan bangkai saudaranya.” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap perbuatan akan dipertanggungjawabkan. “Besok di mahkamah Allah kita berjumpa, dan di sanalah keadilan akan ditegakkan.” ucapnya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, seorang ustaz berinisial SAM dilaporkan ke Bareskrim Polri atas dugaan pelecehan seksual sesama jenis terhadap lima korban laki-laki.
Sebagian korban disebut masih berusia di bawah umur. Dalam laporan tersebut, pelaku diduga menggunakan modus mengiming-imingi para korban yang merupakan santri rumah tahfiz dengan kesempatan sekolah ke luar negeri.
Hingga kini, identitas lengkap ustaz berinisial SAM tersebut belum diungkap secara resmi. Namun di media sosial, sejumlah warganet ramai menebak-nebak sosok yang dimaksud karena disebut sebagai tokoh agama yang kerap tampil di televisi.
Spekulasi itulah yang kemudian membuat beberapa nama ustaz ikut terseret karena dianggap memiliki kemiripan inisial dengan terduga pelaku.
