Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Kota Batu Masuk Zona Merah Cuaca Ekstrem, BMKG Kembali Ingatkan Potensi Bencana Hingga 10 Februari

Penulis : Prasetyo Lanang - Editor : Dede Nana

01 - Feb - 2026, 08:24

Placeholder
Ilustrasi. Potensi bencana masih diwaspadai di Kota Batu, BMKG mengeluarkan peringatan cuaca ekstrem 1-10 Februari 2026.(Foto: Dokumen BPBD Kota Batu)

JATIMTIMES – Masyarakat di wilayah Kota Batu harus meningkatkan kewaspadaan ekstra dalam sepuluh hari ke depan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda secara resmi kembali mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diprakirakan melanda sejumlah wilayah di Jawa Timur, termasuk Kota Batu, pada periode 1 hingga 10 Februari 2026.

Kondisi ini dipicu oleh aktifnya Monsun Asia serta adanya gangguan gelombang atmosfer mulai dari Low Frequency, Gelombang Rossby, hingga Gelombang Kelvin yang melintasi wilayah Jawa Timur.

Baca Juga : Cuaca Ekstrem Melanda Jatim hingga 10 Februari, Ini Wilayah yang Diprediksi Terdampak

Ditambah dengan suhu muka laut di perairan sekitar yang masih hangat dan kondisi atmosfer lokal yang labil, pertumbuhan awan konvektif menjadi sangat masif dan berpotensi memicu hujan intensitas sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang.

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas 1 Juanda Sidoarjo, Taufiq Hermawan, menekankan bahwa saat ini seluruh wilayah Jawa Timur telah memasuki musim hujan, bahkan beberapa di antaranya berada pada fase puncak. Hal ini meningkatkan risiko terjadinya bencana hidrometeorologi secara signifikan.

"Diprakirakan dalam 10 hari ke depan akan terjadi peningkatan cuaca ekstrem yang berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat. Kami menghimbau masyarakat dan instansi terkait agar senantiasa waspada terhadap perubahan cuaca mendadak," ujar Taufiq Hermawan dalam keterangannya resminya yang diterima JatimTIMES, Sabtu (31/1/2026).

Secara khusus, Taufiq menyoroti wilayah dengan karakteristik topografi curam atau bergunung seperti Kota Batu. Penduduk di area tebing diharapkan lebih mawas diri terhadap ancaman banjir bandang, tanah longsor, hingga berkurangnya jarak pandang yang dapat membahayakan pengguna jalan. Selain longsor, potensi angin kencang dan puting beliung juga tetap menjadi ancaman serius selama periode ini.

Pihak BMKG juga meminta masyarakat untuk aktif memantau kondisi cuaca secara. Langkah ini penting dilakukan mengingat cuaca ekstrem seringkali terjadi secara tiba-tiba di wilayah pegunungan.

Baca Juga : Mulai 1 Februari, Harga Pertamax Resmi Turun! Berikut Daftar Harganya

"Wilayah dengan topografi curam diharapkan lebih waspada terhadap dampak cuaca ekstrem seperti banjir, tanah longsor, jalan licin, hingga pohon tumbang," tuturnya.

Bagi warga Kota Batu yang membutuhkan informasi darurat atau ingin melaporkan kondisi cuaca di wilayahnya, BMKG menyediakan saluran telepon 24 jam serta layanan WhatsApp di nomor 0895800300011 untuk mempermudah akses informasi peringatan dini demi meminimalkan risiko jatuhnya korban akibat bencana alam.

"Masyarakat juga dihimbau untuk selalu memantau kondisi cuaca terkini berdasarkan citra radar cuaca WOFI melalui website https://stamet-juanda.bmkg.go.id/radar/, dan informasi peringatan dini 3 harian dan peringatan dini 2 - 3 jam ke depan yang dibagikan melalui website https://stamet-juanda.bmkg.go.id dan media sosial @infobmkgjuanda," imbuh Taufiq.


Topik

Peristiwa bmkg cuaca ekstrem kota batu bencana alam



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Bojonegoro Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Prasetyo Lanang

Editor

Dede Nana

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa