Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pendidikan

UIN Malang Bidik Akses Magang Nasional, Kemnaker Siapkan 100 Ribu Kuota Berupah Setara UMP

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Nurlayla Ratri

15 - Jan - 2026, 12:00

Placeholder
Pertemuan para pimpinan UIN Malang dengan Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan Kemnaker, Anwar Sanusi (ist)

JATIMTIMES - Komitmen perguruan tinggi dalam menyiapkan lulusan yang siap kerja terus diuji. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang menjawab tantangan itu dengan memperkuat jejaring strategis bersama Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, khususnya dalam membuka akses mahasiswa ke Program Pemagangan Nasional berskala besar.

Langkah tersebut mengemuka dalam pertemuan jajaran pimpinan UIN Malang dengan Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan Kemnaker, Anwar Sanusi belum lama ini. Dalam pertemuan itu, kedua belah pihak menyatakan kesiapan membangun kerja sama konkret yang menyentuh langsung kebutuhan mahasiswa dan dunia kerja.

Baca Juga : Kisah Lengkap Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW dan Makna Agung di Balik Perintah Salat

UIN Maliki Malang hadir dengan formasi lengkap. Wakil Rektor I Bidang Akademik Basri, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Triyo Supriyatno, serta Wakil Rektor IV Bidang Pengembangan Lembaga dan Kerja Sama Abdul Hamid. Fokusnya satu: memastikan mahasiswa tidak hanya lulus, tapi juga relevan dengan kebutuhan industri dan pemerintahan.

1

Singkatnya, ini bukan sekadar temu wicara antar-lembaga. Ini tentang menyiapkan mahasiswa agar tidak gagap saat dunia kerja menyapa. Kampus bergerak, negara membuka jalan, dan mahasiswa tinggal satu hal: siap atau tidak mengambil peluang.

"Ini tentunya juga menjadi komitmen UIN Maliki Malang dalam upaya memberikan pengalaman bagi mahasiswa terjun langsung dalam dunia kerja, meningkatkan kemampuan mahasiswa, sehingga nantinya menjadi lulusan yang unggul," jelas Prof Hamid.

Di sisi lain, Kemnaker membawa kabar besar. Program Pemagangan Nasional tahun ini menyediakan 100.000 kuota peserta, angka yang bukan sekadar statistik, melainkan peluang nyata. Program ini dijadwalkan mulai Oktober dengan durasi magang enam bulan, menyasar mahasiswa semester enam ke atas atau calon lulusan.

"Program Pemagangan Nasional yang diselenggarakan Kemnaker menyediakan 100.000 kuota peserta. Pelaksanaan magang dimulai bulan Oktober dengan durasi 6 bulan," kata Anwar Sanusi.

Yang bikin program ini “naik level”, peserta magang akan menerima uang saku dari pemerintah dengan nilai setara Upah Minimum. Bukan sekadar magang demi sertifikat, tapi pengalaman kerja yang benar-benar dihargai secara ekonomi. Sebuah sinyal bahwa negara mulai serius menempatkan mahasiswa sebagai calon tenaga profesional, bukan tenaga gratisan.

Manfaat program ini dirancang langsung menyentuh kebutuhan pasar kerja. Peserta akan memperoleh pengalaman kerja praktis di dunia industri maupun satuan kerja pemerintah, sekaligus menambah kompetensi teknis sesuai bidang masing-masing. Setelah program selesai, peserta juga dibekali sertifikat resmi sebagai bukti pengalaman dan peningkatan keahlian.

Dari sisi ekosistem, skala program ini terbilang masif. Tercatat sekitar 6.000 perusahaan dan 5.000 satuan kerja pemerintah terlibat. Namun seleksi peserta sepenuhnya berada di tangan masing-masing perusahaan atau satker. Artinya, kompetisi tetap ketat dan berbasis kebutuhan riil.

Baca Juga : Longsor di Telaga Sarangan Magetan, Jalur Lingkar Barat Lumpuh Jelang Larung Sesaji

Pendaftaran dilakukan secara daring melalui aplikasi SIAPkerja di laman resmi kemnaker.go.id. Seluruh informasi pemagangan akan diumumkan melalui website maupun aplikasi Maganghub, dengan sistem pendaftaran terbuka. Bagi yang belum kebagian, program ini dijadwalkan dibuka kembali pada April atau Mei 2026.

Kemnaker juga mendorong mahasiswa untuk aktif mengoptimalkan akun SIAPkerja. Di dalamnya tersedia beragam fitur pendukung, termasuk Skillhub, yang bisa menjadi bekal tambahan sebelum terjun ke dunia magang maupun kerja.

Tak berhenti di dalam negeri, peluang kerja luar negeri juga menjadi pembahasan serius. Kemnaker mencatat permintaan tenaga kerja Indonesia cukup tinggi, terutama di sektor care economy, keperawatan, dan konstruksi, dengan Jepang sebagai salah satu negara tujuan utama. Dalam skema ini, Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) berperan penting dalam proses penempatan tenaga kerja secara resmi dan terstruktur.

Untuk memperkuat alur informasi dan pendampingan mahasiswa, Career Development Center (CDC) UIN Maliki Malang didorong aktif berkoordinasi dengan Pusat Pasar Kerja Kemnaker serta Balai Vokasi Sidoarjo. Kolaborasi ini mencakup informasi lowongan kerja, pemagangan, hingga penyelenggaraan job fair.

Baik Kemnaker maupun UIN Maliki Malang sepakat bahwa kolaborasi dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDIKER) bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Kerja sama ini diproyeksikan menjadi jembatan strategis antara kampus dan realitas pasar kerja yang terus berubah.


Topik

Pendidikan uin malang uin maliki malang univesitas islam negeri malang



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Bojonegoro Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Nurlayla Ratri