Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pemerintahan

Kementan Borong Benih Jagung ITS Rp10 Miliar, Siap Dibagikan Gratis untuk Petani

Penulis : Muhammad Choirul Anwar - Editor : Dede Nana

22 - Jul - 2026, 16:51

Placeholder
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat berkunjung ke ITS Cabang Buncitan, Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim).

JATIMTIMES Kementerian Pertanian (Kementan) resmi melakukan transaksi pembelian benih jagung hibrida unggul buatan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) senilai Rp10 miliar. Benih jagung karya akademisi tersebut dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan tanam seluas 13.000 hektare dan akan dibagikan secara gratis kepada para petani di berbagai daerah.

Transaksi dilakukan langsung oleh Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat berkunjung ke ITS Cabang Buncitan, Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim), Rabu (22/7/2026). Langkah ini merupakan bentuk komitmen Kementan dalam menjalankan arahan Presiden Prabowo Subianto agar pemerintah memprioritaskan penggunaan produk dan inovasi perguruan tinggi guna mendukung swasembada pangan nasional.

Baca Juga : Presiden Tunjuk Sudaryono Jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Gantikan Nanik Sudaryati Deyang

“Hari ini kita langsung beli jagung untuk 13.000 hektare, itu Rp10 miliar. Nah ini kami bangga karena produktivitasnya di atas rata-rata nasional. Ini harus kita kawal bersama. Nanti ini bibit kita bagikan secara gratis kepada petani,” kata Mentan Amran.

Menurut Amran, peningkatan produktivitas jagung hingga rata-rata 10 ton per hektare melalui penggunaan benih unggul dan pendampingan teknologi dapat mendongkrak produksi nasional secara signifikan tanpa perlu pembukaan lahan baru.

“Kalau itu terjadi, artinya apa? Meningkatkan produksi jagung nasional, tapi tidak menambah lahan. Ini yang kita butuhkan. Sama seperti padi sekarang ada produksi 10 sampai 12 ton. Nah ini kita kembangkan, metode maupun bibit. Atau benih, dua-duanya kita kembangkan,” jelasnya.

Selain benih jagung hibrida, Mentan Amran juga membeli inovasi mekanisasi pertanian buatan ITS lainnya, seperti traktor amfibi (traktor listrik) yang mampu beroperasi di lahan kering maupun rawa, serta alat panjat kelapa. Teknologi ini dihadirkan guna meningkatkan efisiensi sekaligus menekan risiko kecelakaan kerja petani saat memanen kelapa dari pohon berketinggian 20 hingga 25 meter.

“Hari ini, kami bangga pada Pak Rektor ITS. Luar biasa, beliau kami lihat langsung karya anak bangsa. Ada benih unggul jagung produksinya 10 ton per hektare. Kemudian ada alat panjat kelapa. Kemudian ada traktor amfibi. Bisa di upland bekerja, juga bisa di rawa,” ujar Amran.

“Tahun lalu kita pesan bahwa kami butuh traktor amfibi, kami butuh alat panjat kelapa. Kasihan petani-petani kita setengah mati panjat kelapa. Tingginya sampai 20 meter, bahkan ada yang 25 meter. Nah ini kita gunakan mesin. Kalau gunakan mesin, produktivitasnya tinggi. Kita adalah produsen kelapa terbesar dunia. Nah ini yang kita dorong, kemudian hilirisasinya,” tambahnya.

Ia menegaskan bahwa pemerintah akan terus memberikan ruang dan prioritas bagi hasil riset kampus agar tidak berhenti di tahap penelitian, melainkan langsung menjadi solusi konkret di lapangan.

“Sekali lagi kami apresiasi ITS, Pak Rektor, dan seluruh jajarannya yang sudah bekerja keras dengan penemuan teknologi baru. Ini adalah perintah Bapak Presiden. Prioritaskan hasil-hasil atau produk-produk dari kampus. Benih, traktor, alat-alat pertanian, prioritaskan. Hari ini kami transaksi langsung beli,” tegas Amran.

Pemulia benih jagung hibrida ITS, Dr. Muryono, menjelaskan bahwa benih jagung varietas MTE 09 yang dikembangkan timnya telah siap diproduksi secara massal untuk mendistribusikan kebutuhan tanam mulai Oktober mendatang, lengkap dengan pengawalan SOP budidaya langsung ke petani.

Baca Juga : Pemkab Malang Komitmen Perkuat dan Kembangkan Produksi Susu Nasional 

“Kami confident untuk penyediaan benih dan siap menyediakan kebutuhan tanam mulai Oktober. Kami juga akan melakukan pengawalan langsung sampai ke petani agar penerapan SOP budidayanya berjalan optimal,” kata Muryono.

Ia menambahkan, dengan penerapan teknologi budidaya yang tepat, produktivitas jagung tidak hanya mampu mencapai rata-rata 10 ton per hektare, melainkan berpotensi ditingkatkan hingga 20 ton per hektare.

“Kami optimalkan sesuai SOP budidaya. Targetnya produktivitas bisa mencapai 20 ton per hektare dengan minimal dua tongkol per tanaman. Produksi benih kami berpusat di Jawa Timur, namun distribusinya untuk berbagai daerah di Indonesia,” jelasnya.

Muryono mengaku bersyukur karena riset akademisi kini benar-benar hadir menjadi solusi nyata yang langsung diserap pemerintah. “Yang paling membanggakan, inovasi ini sudah masuk pada tahap solusi. Hibrida bukan hanya soal benih, tetapi juga bagaimana teknologi budidayanya diterapkan di lapangan. Kami akan terus melakukan inovasi sesuai tantangan yang dihadapi petani,” terangnya.

Sementara itu, Rektor ITS Prof Bambang Pramujati mengapresiasi kepercayaan Kementan yang langsung memborong hasil karya riset akademisi ITS. Pihaknya menyatakan siap bergandengan tangan dengan industri dan pemerintah demi menyukseskan ketahanan dan swasembada pangan nasional.

“Kami siap terus bersama pemerintah menyukseskan swasembada pangan. Jika hasil uji di lapangan baik, kami akan menggandeng industri untuk memproduksikannya secara massal agar inovasi kampus benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” pungkas Bambang.


Topik

Pemerintahan kementan benih jagung hibrida its petani benih jagung gratis



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Bojonegoro Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Muhammad Choirul Anwar

Editor

Dede Nana

Pemerintahan

Artikel terkait di Pemerintahan