JATIMTIMES - Kecelakaan maut merenggut lima nyawa dalam satu keluarga di ruas Tol Malang-Pandaan, Rabu (15/7/2026) malam. Sebelum tabrakan terjadi, mobil Honda CR-V yang ditumpangi para korban disebut sempat melaju normal sebelum perlahan kehilangan kecepatan hingga akhirnya menghantam truk yang berhenti di bahu jalan.
Peristiwa itu juga sempat menjadi perhatian warganet. Di TikTok beredar video yang memperlihatkan iring-iringan lebih dari 10 ambulans melintas di ruas Tol Malang-Pandaan sekitar pukul 21.22 WIB.
"Ada apa di Tol Malang-Pandaan banyak ambulance lewat. Lebih dari 10 ambulance," tulis akun TikTok @Hasti*** dalam unggahannya.
Belakangan diketahui iring-iringan ambulans tersebut menuju lokasi kecelakaan di Km 72 Tol Malang-Pandaan yang menewaskan lima orang dan melukai empat penumpang lainnya.
Rombongan korban diketahui baru saja menghabiskan waktu bersama di salah satu tempat wisata di kawasan Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.
Mereka berangkat menggunakan beberapa kendaraan menuju Surabaya. Salah satu mobil yang ditumpangi korban adalah Honda CR-V yang dikemudikan MI (37). Di dalam kendaraan tersebut terdapat sembilan orang.
Korban meninggal dunia yakni MI (37), istrinya MH (36), dua kakak kandung MI berinisial HH (39) dan HN (38), serta balita berinisial WPP (2).
Sementara empat penumpang lain selamat meski mengalami luka berat. Mereka adalah QJ (8), UH (19), WPC (2), dan ZA (12). Seluruh korban luka kini menjalani perawatan di RSUD Bangil dan RS Mitra Sehat Medika Pandaan.
Sepupu korban, Mulyadi, mengungkapkan rombongan keluarga menggunakan dua mobil yang berjalan beriringan. Mobil yang dikemudikan MI berada di depan, sedangkan kendaraan yang dikendarai RI berada tepat di belakang.
Menurut Mulyadi, awalnya Honda CR-V melaju normal dengan kecepatan sekitar 100 kilometer per jam. Namun beberapa saat sebelum kecelakaan, mobil tersebut perlahan kehilangan kecepatan.
Yang membuat keluarga curiga, kendaraan justru mulai bergerak ke arah kiri hingga mendekati bahu jalan.
Melihat kondisi tersebut, pengemudi mobil di belakang berkali-kali membunyikan klakson dengan harapan MI tersadar. "Dari mobil yang di belakang, awalnya kecepatan 100 Km/jam, turun, turun, turun, turun, terus dia itu jalan ke kiri. Sama yang di belakang itu diklakson. Yang belakang itu rombongan. Akhirnya nyantap (truk)," kata Mulyadi, Kamis (16/7/2026).
Baca Juga : Viral Dugaan Resign Berjamaah Tim Farmasi Rawat Inap RSI Unisma, Dipicu Polemik Gaji
Namun peringatan itu tidak membuahkan hasil. Honda CR-V terus bergerak ke kiri hingga akhirnya menghantam bagian belakang truk bak terbuka yang sedang berhenti di bahu jalan.
Dari cerita yang diterimanya, Mulyadi menduga pengemudi sempat mengantuk sehingga tidak menyadari mobil terus keluar jalur.
"Kurang lebihnya mengantuk. Dari ngurangi kecepatan itu sampai dia bentur. Ke kirinya itu sama yang di belakang sudah diingetin. Ini kok gas tambah turun terus dia jalannya kok tambah miring. Tadi di klakson dari belakang," ujarnya.
Meski demikian, keluarga menyerahkan sepenuhnya penyebab pasti kecelakaan kepada penyelidikan kepolisian.
Menjelang Kamis (16/7/2026) dini hari, rumah duka di kawasan Jalan Nyamplungan Kuburan, Ampel, Kecamatan Semampir, Surabaya mulai dipenuhi keluarga, tetangga, dan kerabat.
Sekitar pukul 01.45 WIB, sejumlah anggota rombongan yang selamat tiba di rumah duka sambil membawa barang-barang pribadi. Mereka tampak tak kuasa menahan tangis saat mengenang lima anggota keluarga yang menjadi korban kecelakaan tersebut.
Rencananya, seluruh korban meninggal dunia akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pegirian, Surabaya.
