JATIMTIMES - Marak penemuan mayat lansia di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Bahkan, dalam sehari pernah ada dua peristiwa penemuan mayat lansia. Polanya selalu mirip, yakni sempat hilang sebelum akhirnya ditemukan tewas.
Terbaru, peristiwa penemuan mayat seorang lansia terjadi pada Rabu (17/6/2026). Seorang pria lanjut usia ditemukan meninggal setelah terjatuh ke dalam sumur di belakang rumahnya di Dusun Genitri, Desa Tirtomoyo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.
Baca Juga : Pimpin Ziarah Nasional Haul Bung Karno, Wali Kota Blitar: Bung Karno Tokoh Dunia Berpengaruh
Korban diketahui merupakan seorang lansia yang telah berusia 80 tahun bernama Miseri. "Dari keterangan pihak keluarganya, korban mengalami gangguan daya ingat atau pikun," ujar Kasihumas Polres Malang AKP M. Budiono.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui setelah korban tidak berada di dalam rumah sejak pagi. Pihak keluarga kemudian berupaya mencari keberadaan korban di sekitar rumah dan lingkungan setempat.
"Korban diketahui tidak berada di rumah sejak pagi. Pihak keluarga sempat melakukan pencarian secara mandiri sebelum akhirnya menemukan petunjuk berupa keberadaan sandal korban," ujarnya.
Pihak keluarga yang melakukan pencarian tersebut menemukan sandal korban berada tidak jauh dari sumur. Yakni yang berada di belakang rumah. "Sehingga muncul dugaan jika korban terjatuh ke dalam sumur tersebut," kata Budiono.
Kecurigaan itu kemudian diperkuat setelah warga melakukan pencarian menggunakan alat sederhana, yakni berupa jangkar yang diikat tali. Hasilnya warga menemukan sosok yang diduga merupakan tubuh korban yang berada di dasar sumur.
"Temuan tersebut akhirnya dilaporkan kepada perangkat desa dan Polsek Pakis," imbuhnya.
Mendapat laporan dari masyarakat, petugas Polsek Pakis bersama Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Malang, Tim SAR, PMI, unsur pemerintah desa, serta relawan langsung mendatangi lokasi kejadian.
"Setelah menerima laporan, personel bersama tim gabungan langsung bergerak ke lokasi dan melakukan evakuasi," ujarnya.
Pada saat itu, proses evakuasi berlangsung cukup lama. Sebab, kondisi sumur cukup dalam, sehingga memerlukan penanganan khusus demi keselamatan petugas saat proses evakuasi berlangsung.
"Korban akhirnya berhasil dievakuasi pada siang hari dan selanjutnya dilakukan pemeriksaan oleh tenaga kesehatan," ujarnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan adanya indikasi tindak pidana dalam peristiwa tersebut. Polisi menduga korban terjatuh secara tidak sengaja akibat kondisi kesehatannya yang sudah lanjut usia dan mengalami pikun menahun.
"Dari hasil pemeriksaan dan keterangan keluarga, kejadian ini diduga merupakan murni kecelakaan. Korban diketahui memiliki riwayat pikun sehingga diduga terjatuh ke dalam sumur tanpa disadari," jelasnya.
Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Keluarganya juga menolak untuk dilakukan visum maupun autopsi terhadap jasad korban. Pihak keluarga juga telah membuat surat pernyataan resmi terkait penolakan pemeriksaan lanjutan terhadap jasad korban.
Baca Juga : Di Selamatan Akbar Haul Bung Karno, Wali Kota Blitar Ajak Lanjutkan Api Perjuangan Sang Proklamator
"Meski demikian, kepolisian tetap melakukan langkah-langkah prosedural mulai dari olah tempat kejadian, pendataan saksi, hingga dokumentasi untuk memastikan tidak ada unsur pidana," ujarnya.
Pada hari yang sama, seorang pria lansia bernama Naim juga ditemukan tewas di aliran Sungai Lowok, Dusun Lowok, Desa Ngenep, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang pada Rabu (17/6/2026). Sebelum ditemukan tewas, kakek berusia 85 tahun asal warga Dusun Baba'an, Desa Ngenep, Kecamatan Karangploso tersebut juga sempat dilaporkan hilang.
Jasad korban kemudian ditemukan oleh sejumlah anak yang sedang memancing di sekitar Sungai Lowok. Dari keterangan pihak keluarga dan para saksi, sebelum ditemukan tewas, korban diketahui sudah dua hari menghilang dan belum kembali usai meninggalkan rumah.
"Berdasarkan keterangan keluarga, korban memang sudah lanjut usia dan mengalami pikun. Korban diketahui meninggalkan rumah sejak dua hari lalu dan tidak diketahui keberadaannya," ujar Budiono.
Berdasarkan hasil pemeriksaan luar oleh tim medis, ditemukan luka pada bagian kepala korban. Tepatnya di atas telinga sebelah kanan yang diduga akibat benturan dengan bebatuan yang ada di sekitar sungai.
"Hasil pemeriksaan awal menunjukkan korban diduga terpeleset di sekitar sungai hingga mengalami benturan pada bagian kepala," jelasnya.
Meski ditemukan luka, namun pihak kepolisian memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun dugaan tindak pidana pada jasad korban. "Dari hasil pemeriksaan luar, tidak ditemukan indikasi adanya unsur kekerasan atau peristiwa pidana," pungkasnya.
Peristiwa hilangnya lansia sebelum akhirnya ditemukan tewas tersebut sebelumnya juga marak terjadi pada sejumlah wilayah di Kabupaten Malang. Berdasarkan catatan yang dihimpun JatimTIMES dari pihak kepolisian, setidaknya sejak April 2026 telah ada enam peristiwa serupa.
Sedangkan pemicunya diduga karena dua faktor. Yakni karena faktor usia dan kesehatan. Sehingga para lansia tersebut ada yang sempat dilaporkan hilang karena telah pikun sebelum kemudian ditemukan tewas.
Sementara lokasi penemuan mayat lansia yang paling marak ialah di kawasan sungai. Meskipun juga ada yang ditemukan di dalam sumur hingga di tengah sawah. Maraknya peristiwa penemuan mayat lansia ini tentunya juga bisa menjadi pengingat bagi pihak keluarga untuk senantiasa waspada.
