Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Ekonomi

Ini Ternyata Sosok yang Diduga Diuntungkan Saat Nilai Tukar Rupiah Rp 18 Ribu 

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

06 - Jun - 2026, 12:31

Placeholder
Ilustrasi dolar. (Foto: iStock)

JATIMTIMES - Melemahnya rupiah hingga menembus Rp 18.000 per dolar AS kembali ramai diperbincangkan publik. Di tengah kondisi tersebut, sebuah analisis soal pihak yang diuntungkan dari pelemahan rupiah mendadak viral di media sosial.

Tulisan tersebut datang dari Tito Tri Kadafi, mahasiswa yang kini menempuh studi Peace and Conflict Studies & International Relations di The University of Queensland, Australia, sekaligus pernah mengikuti program pendidikan di Amerika Serikat.

Baca Juga : Dolar Sentuh Rp 18.000, Ramalan Faisal Basri Dua Tahun Lalu Kembali Viral

Tito mengaku lebih tertarik melihat siapa aktor politik yang berpotensi memperoleh keuntungan ketika rupiah melemah dibanding membahas aspek ekonomi secara teknis.

Dalam unggahannya, ia menyebut tidak akan mengulas persoalan dari sisi ekonomi karena sudah banyak dibahas oleh para ekonom dan pengamat pasar.

"Saya tidak akan menguliti dari segi ekonomi, biarlah teman-teman di bidang tersebut yang membicarakannya lebih detail. Sebagai orang yang sekolah di rumpun political science di Amerika Serikat dan Australia, pertanyaan dasar saya: Siapa aktor politik yang diuntungkan karena ini?" tulis Tito.

Tito diketahui pernah mengikuti program Civic Engagement (Human Rights) di Amerika Serikat dan menempuh pendidikan dengan dukungan beasiswa Australia Awards serta YSEALI Academic Fellowship Program (AFP).

Dalam tulisannya, Tito berpendapat bahwa salah satu pihak yang secara ekonomi bisa memperoleh keuntungan ketika rupiah melemah adalah pelaku usaha yang mendapatkan pendapatan dalam mata uang dolar AS, sementara sebagian besar biaya produksinya masih menggunakan rupiah.

Ia kemudian mengaitkan kondisi tersebut dengan sejumlah perusahaan yang menurutnya pernah dikaitkan dengan Presiden Prabowo Subianto berdasarkan laporan yang pernah diberitakan media pada 2024.

Mengutip laporan Antara yang ia sebut dalam unggahannya, Tito mencantumkan sejumlah perusahaan yang bergerak di berbagai sektor, mulai dari pertambangan, perkebunan kelapa sawit, perikanan, industri kertas, kehutanan, hingga batu bara.

Beberapa nama perusahaan yang disebut antara lain PT Nusantara Energy, PT Tidar Kerinci Agung, PT Jaladri Nusantara, PT Kertas Nusantara, PT Nusantara Kaltim Coal, PT Nusantara Energindo Coal, PT Erabara Persada Nusantara, PT Nusantara Wahau Coal, PT Tusam Hutani Lestari, dan PT Tanjung Redeb Hutani.

Baca Juga : Kapan Mulai Libur Sekolah Juni 2026 di Jawa Timur? Catat Jadwal Lengkapnya

Menurut Tito, sebagian besar sektor usaha tersebut memiliki keterkaitan dengan aktivitas ekspor.

"Dan sebagian besar perusahaannya bisa dipastikan bergerak di sektor yang sangat berorientasi ekspor," tulisnya.

Dalam unggahan yang sama, Tito juga menyinggung pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang sebelumnya sempat menjadi sorotan publik saat merespons pelemahan rupiah.

Ketika isu nilai tukar dolar ramai dibicarakan, Prabowo pernah berkelakar bahwa masyarakat desa tidak menggunakan dolar dalam aktivitas sehari-hari.

"Ya, betul. Karena yang pakai dolar dan diuntungkan dari lemahnya rupiah adalah aktivitas ybs," demikian ungkap Tito. 


Topik

Ekonomi Dolar Sentuh Rp 18.000 dolar rupiah rupiah melemah ekonom



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Bojonegoro Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Ekonomi

Artikel terkait di Ekonomi