JATIMTIMES - Transformasi pendidikan digital terus didorong di Jawa Timur. Salah satunya lewat workshop besar yang digelar MGMP Bahasa Inggris SMK Provinsi Jawa Timur bertajuk “Mastering Exams & Apps: Strategi Sukses TKA dan Digitalisasi Media Ajar dengan Google Apps Script”.
Kegiatan yang berlangsung di Puri Perdana Hotel Blitar pada 1-3 April 2026 itu diikuti sekitar 150 guru dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur. Workshop tersebut menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat kompetensi guru menghadapi penerapan Tes Kompetensi Akademik (TKA) sekaligus perkembangan teknologi digital dan Artificial Intelligence (AI) di dunia pendidikan.

Foto bersama para narasumber dan peserta. (Foto: istimewa)
Ketua MGMP Bahasa Inggris SMK Provinsi Jawa Timur, Andik Tohari, mengatakan peran MGMP kini tidak hanya sebatas forum komunikasi antar guru. Menurutnya, MGMP juga harus hadir sebagai penggerak peningkatan kualitas pendidikan dan kompetensi guru secara berkelanjutan.
“MGMP harus hadir sebagai motor penggerak peningkatan kompetensi guru. Guru bahasa Inggris SMK dituntut adaptif terhadap perubahan, baik dalam penguatan akademik maupun transformasi digital pembelajaran,” ujar Andik.
Ia menjelaskan, MGMP Bahasa Inggris SMK Jawa Timur selama ini aktif menggelar berbagai program peningkatan mutu guru dan siswa. Salah satunya melalui event berbahasa Inggris bertajuk BIG SMK JATIM CUP yang disebut menjadi salah satu kompetisi terbesar di Jawa Timur.
Ajang tersebut mencakup kategori untuk siswa SMP/MTs sederajat, kategori khusus SMK, hingga olimpiade bahasa Inggris bagi siswa SMP, SMA, hingga SMK se-Jatim.

Suasana workshop besar yang digelar MGMP Bahasa Inggris SMK Provinsi Jawa Timur. (Foto: istimewa)
Tak hanya itu, MGMP Bahasa Inggris SMK Jatim juga memperluas jejaring kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi ternama di Jawa Timur. Kolaborasi dilakukan bersama Universitas Negeri Malang, Universitas Brawijaya, dan Universitas Negeri Surabaya.
MGMP juga aktif menjalin sinergi dengan berbagai lembaga pendidikan dan pelatihan, termasuk BBPPMPV BOE serta Brawijaya Language Center untuk mendukung pengembangan kompetensi siswa dan guru.
Sementara itu, Kasi SMK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Blitar, Agus Supriyadi, mengaku mengapresiasi besarnya antusiasme peserta dalam workshop tersebut. “Saya salut dengan semangat MGMP Bahasa Inggris SMK Jawa Timur yang mampu menghadirkan kegiatan sebesar ini. Kehadiran delegasi sekolah dari berbagai daerah menunjukkan tingginya antusiasme guru untuk terus belajar dan berkembang,” ungkap Agus.
Namun Agus juga menyayangkan masih ada sejumlah sekolah yang belum mengirimkan delegasi guru dalam kegiatan tersebut. Padahal, menurutnya, materi workshop sangat relevan dengan tantangan pendidikan saat ini.
Baca Juga : Jadwal Ibadah Kenaikan Yesus Kristus 2026 di Malang-Blitar, Catat Jamnya!
“Sayang sekali jika ada sekolah yang tidak memanfaatkan kesempatan ini. Workshop seperti ini sangat penting untuk meningkatkan kompetensi guru menghadapi tantangan pendidikan saat ini,” tambahnya.
Pengawas Pembina MGMP Bahasa Inggris Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Blitar, Endang Sulistiyowati, turut menyoroti pentingnya kesiapan guru menghadapi perkembangan teknologi yang semakin pesat.
Menurutnya, kemampuan guru saat ini tidak cukup hanya menguasai materi pembelajaran. Guru juga harus mampu memanfaatkan teknologi agar pembelajaran menjadi lebih inovatif dan sesuai kebutuhan generasi sekarang.
Workshop tersebut dibagi menjadi dua fokus utama, yakni penguatan strategi menghadapi TKA dan digitalisasi media pembelajaran berbasis Google Apps Script (GAS).
Pada sesi TKA, peserta mendapatkan materi mulai dari pengenalan struktur TKA Bahasa Inggris, model soal, jenis teks, karakteristik siswa SMK, hingga strategi pembelajaran reading dan penyusunan soal berbasis standar TKA.
Sementara pada sesi digitalisasi media ajar, peserta dikenalkan dengan Google Workspace for Education, logika dasar pemrograman Google Apps Script, hingga praktik automasi evaluasi pembelajaran menggunakan sistem koreksi otomatis dan notifikasi digital.
Tak hanya itu, peserta juga mendapat pelatihan membuat alat bantu pembelajaran mandiri melalui pengembangan custom add-ons.
Di akhir kegiatan, seluruh peserta mengikuti presentasi proyek digitalisasi media pembelajaran sebagai bentuk evaluasi hasil pelatihan selama tiga hari. Total materi yang diberikan dalam workshop tersebut mencapai 32 jam pelajaran (JP).
