Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pemerintahan

Lebih Selektif, Dinkes Batu Prioritaskan Bantuan Susu Hanya untuk Balita Stunting dari Keluarga Tak Mampu

Penulis : Prasetyo Lanang - Editor : Nurlayla Ratri

24 - Apr - 2026, 16:05

Placeholder
Ilustrasi. Balita di Kelas Pozting Kota Batu. Dinas Kesehatan tengah kini memprioritaskan bantuan susu untuk balita stunting dari keluarga kurang mampu.(Foto: Dok. Dinkes Kota Batu)

JATIMTIMES – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu melakukan penyesuaian signifikan terkait mekanisme pemberian bantuan susu untuk balita berisiko stunting. Tahun ini, bantuan nutrisi tersebut tidak lagi diberikan kepada seluruh balita yang terdiagnosa, melainkan diprioritaskan khusus bagi keluarga tidak mampu.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batu, Aditya Prasaja, menjelaskan bahwa kebijakan ini diambil untuk memberikan rasa keadilan sosial di tengah masyarakat. Langkah ini sekaligus sebagai bentuk efisiensi anggaran agar bantuan pemerintah benar-benar menyentuh warga yang paling membutuhkan.

Baca Juga : Angka Prevalensi Stunting Kota Batu Stagnan 10 Persen, Dinkes Kejar Target Putus Rantai Kasus Baru

Menurut Aditya, kriteria penerima bantuan kini merujuk pada data Desil 1 sampai 5 dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Balita yang masuk dalam kategori ini akan mendapatkan pasokan susu sesuai dengan resep dan rekomendasi dokter spesialis anak.

"Tahun lalu semua balita yang diperiksa dan diresepkan dokter spesialis kami beri susu. Namun tahun ini, kami fokuskan hanya untuk masyarakat yang memang kurang mampu," ujar Aditya kepada JatimTIMES.

Meski berbasis data resmi, Dinkes tetap memberikan ruang bagi warga yang secara faktual membutuhkan bantuan namun belum masuk dalam data Desil. Laporan dari pihak desa atau kelurahan akan menjadi bahan pertimbangan bagi tim di lapangan untuk memberikan intervensi.

Bagi keluarga yang tergolong mampu namun anaknya memiliki masalah pertumbuhan, Dinkes tidak memberikan bantuan fisik berupa susu. Sebagai gantinya, petugas akan memberikan edukasi intensif terkait pemenuhan nutrisi secara mandiri.

Edukasi tersebut meliputi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) mengenai jenis nutrisi yang bisa dibeli dan dicukupi secara mandiri oleh orang tua. Hal ini diharapkan mampu membangun kemandirian keluarga dalam menjaga kesehatan anak tanpa harus bergantung pada bantuan pemerintah.

Baca Juga : Legalitas Tomoland Tak Ada di Situs Perizinan DPKPCK Kabupaten Malang, Diduga Picu Polemik hingga Kecelakaan

Aditya menegaskan, stunting tidak hanya menyerang keluarga miskin, tetapi juga keluarga mampu akibat pola asuh yang salah. Oleh karena itu, bagi warga mampu, penekanannya lebih kepada perbaikan pola asuh dan kepekaan orang tua terhadap asupan nutrisi harian.

Kebijakan baru ini juga bertujuan untuk memastikan bahwa anggaran daerah digunakan secara efektif untuk menurunkan angka prevalensi stunting. Dengan sasaran yang lebih tajam, diharapkan tingkat kesembuhan balita dari keluarga prasejahtera bisa meningkat lebih cepat.

Dinkes Kota Batu berkomitmen untuk terus memantau efektivitas kebijakan ini melalui evaluasi berkala di setiap Posyandu. Targetnya, angka stunting dapat ditekan hingga ke angka satu digit dengan skema intervensi yang lebih berkeadilan dan tepat sasaran.


Topik

Pemerintahan kota batu bantuan susu



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Bojonegoro Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Prasetyo Lanang

Editor

Nurlayla Ratri

Pemerintahan

Artikel terkait di Pemerintahan