JATIMTIMES - Target relokasi pedagang Pasar Gadang yang dijadwalkan mulai H+7 Idul Fitri 2026 hingga akhir Maret tampaknya belum berjalan sesuai harapan. Hingga kini, aktivitas pemindahan pedagang belum terlihat signifikan, meski Lebaran telah berlalu. Kondisi ini dikhawatirkan menghambat rencana pembangunan jalan kembar di kawasan tersebut.
Pantauan di lapangan menunjukkan, para pedagang yang berjualan di tepi jalan masih beraktivitas seperti biasa. Sementara itu, kondisi lingkungan di sekitar pasar masih memprihatinkan. Jalanan tampak becek dan rusak, disertai aroma tak sedap yang menyengat dan mengganggu pengguna jalan.
Baca Juga : Jelang Muscab PKB Banyuwangi, Dukungan ke Gus Makki sebagai Kandidat Ketua MenguatĀ
Sejumlah pengendara sepeda motor bahkan terlihat menutup hidung saat melintas. Tak sedikit pula yang mengeluhkan kondisi tersebut karena memicu rasa mual.
"Ampun, baunya menggangu sekali. Padahal ini jalan raya. Saya harap pemerintah segera melihat ini," kata Soleh, salah satu pengendara motor yang melintas, Senin (30/3/2026).
Diketahui, Pemerintah Kota Malang sebelumnya telah merencanakan penataan Pasar Gadang, termasuk pembangunan akses jalan kembar guna mengurai kemacetan. Awalnya, relokasi pedagang ditargetkan rampung pada akhir Desember 2025.
Namun, pedagang meminta penundaan hingga setelah Lebaran demi menjaga stabilitas pendapatan, dengan komitmen melakukan relokasi secara mandiri.
Sebagai bentuk dukungan, Pemkot Malang telah menyiapkan area relokasi di belakang Pasar Gadang. Meski fasilitas tersebut telah rampung, hingga kini para pedagang belum sepenuhnya berpindah.
Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, memastikan bahwa proses relokasi tetap berjalan sesuai rencana, meski dilakukan secara bertahap.
"Pembangunan tempat relokasi sudah selesai. Lalu relokasi pedagang dilakukan secara bertahap mulai H+7 Lebaran. Ini sudah berproses, tentu tak bisa tergesa gesa, mereka juga menata tempat barunya," ucap Eko.
Eko menegaskan, lambatnya perpindahan pedagang bukan berarti tidak ada progres. Ia optimistis para pedagang tetap berkomitmen untuk menempati lokasi baru yang telah disediakan.
Baca Juga : Seribu Lowongan Kerja Disiapkan di SIL Festival 2026, Bidik Ekspor dan Perluasan Lapangan Kerja
"Ini bertahap, terpenting mereka komitmen mau pindah ke tempat relokasi. Semoga cepat selesai," ujarnya.
Sementara itu, Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Dandung Djulharjanto, menyebut bahwa pembangunan jalan kembar di kawasan Pasar Gadang ditargetkan mulai April 2026. Namun, pelaksanaan proyek tersebut sangat bergantung pada tuntasnya proses relokasi pedagang.
"Pengerjaan jalan kami harap April ini sudah bisa dimulai, jadi sesuai dengan yang disampaikan Pak Wali Kota Malang pada saat itu. Karena Maret ini semua pedagang pasar sudah harus pindah di tempat relokasi," ucap Dandung.
Ia berharap para pedagang dapat segera menyelesaikan proses pembongkaran kios secara mandiri agar proyek infrastruktur tersebut tidak kembali tertunda.
"Jadi diharapkan akhir bulan ini secara mandiri pedagang pasar itu sudah bisa melakukan pembongkaran sendiri terhadap kios-kiosnya," tandasnya.
