Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Cerita saat Momen Lebaran di Panti Asuhan Muhammadiyah: Ketika Rindu Keluarga Menyelinap di Hari Raya

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Yunan Helmy

18 - Mar - 2026, 10:13

Placeholder
Anak-anak panti asuhan dari beberapa panti asuhan di Malang saat tengah mengikuti kegiatan santunan. (Anggara/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Hari Raya Idul Fitri selalu identik dengan pelukan keluarga, meja makan yang penuh hidangan, serta rumah yang ramai oleh tawa saudara. Namun bagi sebagian anak di Panti Asuhan Muhammadiyah Malang, Lebaran tidak selalu menghadirkan suasana yang sama. Di balik gemuruh takbir yang menggema, ada pula cerita tentang rindu yang diam-diam disimpan.

Pengurus Panti Asuhan Muhammadiyah Malang, Taufik Hidayatullah, menuturkan bahwa setiap Lebaran suasana di panti berubah. Sebagian anak pulang ke rumah orang tua atau kerabat mereka. Namun ada juga yang tetap tinggal di asrama karena tidak memiliki tempat untuk pulang.

Baca Juga : Diskon Tarif Tol 30 Persen Saat Arus Balik Lebaran 2026, Cek Jadwal dan Ruas Tol yang Berlaku

“Kalau Lebaran, sebagian anak memang pulang ke rumah orang tua atau saudara. Tapi ada juga yang tetap di panti, terutama anak-anak yang memang yatim piatu,” kata Taufik saat ditemui dalam sebuah kegiatan santunan beberapa waktu lalu.

Bagi anak-anak yang tidak pulang, hari raya sering menjadi momen yang penuh perasaan. Mereka menyaksikan teman-temannya bersiap pulang kampung, sementara diri mereka tetap tinggal di asrama yang selama ini menjadi rumah.

Perasaan sedih kadang muncul, terutama ketika Lebaran identik dengan kehangatan keluarga. “Ada beberapa anak yang memang merasa sedih karena tidak bisa bertemu keluarga saat Lebaran,” ujarnya.

Meski demikian, para pengurus panti berusaha memastikan anak-anak tidak merasakan kesepian. Selama masa Lebaran, pengurus tetap menjalankan sistem piket agar anak-anak tetap terpantau dan merasa ditemani.

Setiap hari, dua pengurus bergantian berjaga di panti. Selain itu, ada pula pengasuh yang tinggal menetap di asrama selama 24 jam.

“Di asrama selalu ada pengasuh yang tinggal di dalam. Jadi, anak-anak tetap ada yang mendampingi. Kalau ada kegiatan tertentu, pengurus lain juga biasanya datang bergantian,” jelas Taufik.

Pendampingan itu menjadi cara sederhana untuk memastikan anak-anak tidak merasa sendirian di hari yang mestinya penuh kebahagiaan.

Panti Asuhan Muhammadiyah Malang sendiri menjadi rumah bagi anak-anak dari berbagai daerah. Sebagian berasal dari Malang dan wilayah sekitarnya, tetapi ada pula yang datang dari tempat yang sangat jauh.

Baca Juga : Hukum Merayakan Lebaran Ketupat dalam Islam, Tradisi Jawa yang Sarat Makna Silaturahmi

Salah satu yang paling jauh berasal dari Flores, Nusa Tenggara Timur. Biasanya mereka datang melalui keluarga yang merantau ke Malang, kemudian diarahkan untuk tinggal dan belajar di panti asuhan.

“Yang paling jauh ada dari Flores. Biasanya karena ada keluarga yang merantau ke sini, kemudian anaknya dititipkan ke panti. Ada juga yang melalui jaringan alumni,” ujar Taufik.

Jarak ribuan kilometer dari kampung halaman tentu bukan perkara mudah bagi anak-anak itu. Namun di panti inilah mereka belajar membangun keluarga baru. Teman-teman sesama penghuni asrama, para pengasuh, dan pengurus menjadi orang-orang yang mengisi hari-hari mereka.

Ketika Lebaran tiba, kebersamaan sederhana di panti sering kali menjadi penguat. Tawa kecil, saling berbagi cerita, hingga makan bersama menjadi cara mereka merayakan hari kemenangan dengan cara yang berbeda.

Di tengah suasana itu, panti asuhan juga membuka ruang bagi masyarakat yang ingin berbagi kebahagiaan dengan anak-anak. Bantuan dapat disalurkan langsung ke Panti Asuhan Muhammadiyah Malang yang beralamat di Jalan Bareng Tenes 4A Nomor 637, Kota Malang.

Bagi masyarakat yang ingin memberikan donasi atau memperoleh informasi lebih lanjut, dapat menghubungi nomor 0821-5990-8560 atas nama Panti Asuhan Muhammadiyah Malang. Di tempat sederhana itu, Lebaran mungkin tidak selalu diwarnai pelukan orang tua. Namun perhatian, kepedulian, dan uluran tangan dari banyak orang sering kali menjadi pengganti hangatnya keluarga yang jauh di mata, tetapi tetap dekat di hati.


Topik

Peristiwa Panti Asuhan Muhammadiyah Kota Malang Lebaran rindu keluarga



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Bojonegoro Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Yunan Helmy