Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Agama

Doa Buka Puasa Baiknya Dibaca Sesudah Berbuka, Ini Penjelasannya

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

22 - Feb - 2026, 16:58

Placeholder
Ilustrasi doa berbuka puasa. (Shutterstock)

JATIMTIMES - Membaca doa saat berbuka puasa menjadi amalan yang hampir tak pernah ditinggalkan umat Islam. Namun, masih banyak yang bertanya, sebenarnya doa buka puasa dibaca sebelum minum dan makan, atau justru setelah selesai berbuka?

Dalam sejumlah hadis, terdapat beberapa lafaz doa berbuka puasa yang diriwayatkan para sahabat. Salah satunya dari Mu’adz bin Zuhrah, Rasulullah SAW ketika berbuka membaca doa:

Baca Juga : 1 Tahun Jabat Bupati Jombang, Warsubi Raih 18 Penghargaan Bergengsi

كَانَ إِذَا أَفْطَرَ قَالَ : اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ

Rasulullah ketika Berbuka, beliau berdoa: ‘Ya Allah hanya untuk-Mu kami berpuasa dan atas rezeki yang Engkau berikan kami berbuka,” (HR. Abu Daud).

Sementara dalam riwayat Abdullah bin ‘Umar, disebutkan doa berikut:

كَانَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم، إِذَا أَفْطَرَ قَالَ : ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ

Rasulullah ketika berbuka, Beliau berdoa: ‘Telah hilang rasa haus dan urat-urat telah basah serta pahala tetap, insyaallah,” (HR. Abu Daud).

Di Indonesia, dua lafaz ini kerap digabung dan dibaca sebelum menyentuh makanan atau minuman saat azan Magrib berkumandang. Lantas, apakah praktik ini sudah tepat?

Dalam kitab Fath al-Mu'in sebagaimana dilansir dari NU Online, dijelaskan, doa yang dianjurkan setelah berbuka adalah membaca:

Allâhumma laka shumtu wa ‘alâ rizqika aftharthu.” 
Kemudian, bagi orang yang berbuka dengan air, ditambahkan: 
Dzahabadh dhamâ’u wabtalatl-‘urûqu wa tsabata-l-ajru insyâ-a-Llâh.”

Penjelasan dalam kitab tersebut berbunyi:

ويسن أن يقول عقب الفطر: اللهم لك صمت، وعلى رزقك أفطرت ويزيد - من أفطر بالماء -: ذهب الظمأ، وابتلت العروق، وثبت الاجر إن شاء الله تعالى.

Disunnahkan membaca doa setelah selesai berbuka “Allâhumma laka shumtu wa ‘alâ rizqika aftharthu” dan bagi orang yang berbuka dengan air ditambahkan doa: “Dzahabadh dhamâ’u wabtalatl-‘urûqu wa tsabata-l-ajru insyâ-a-Llâh,” (Fath al-Mu’in, juz 2, hal. 279).

Karena hampir tidak ada orang berbuka hanya dengan makanan tanpa minuman, dua doa tersebut lazim digabung menjadi satu:

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلى رِزْقِكَ أفْطَرْتُ ذَهَبَ الظَّمأُ وابْتَلَّتِ العُرُوقُ وَثَبَتَ الأجْرُ إِنْ شاءَ اللَّهُ تَعالى

Baca Juga : Tak Mau Kecolongan, Wali Kota Malang Perketat Pengawasan Pasar Takjil

Artinya, “Ya Allah, untuk-Mulah aku berpuasa, atas rezekimulah aku berbuka. Telah sirna rasa dahaga, urat-urat telah basah, dan (semoga) pahala telah ditetapkan, insyaaallah.”

Yang kerap disalahpahami adalah waktu membacanya. Banyak orang melafalkan doa ini sebelum minum atau makan. Padahal, dalam kitab Hasyiyah I’anah at-Thalibin dijelaskan:

ـ (وقوله: عقب الفطر) أي عقب ما يحصل به الفطر، لا قبله، ولا عنده

Maksud dari (membaca doa buka puasa) ‘setelah berbuka’ adalah selesainya berbuka puasa, bukan (dibaca) sebelumnya dan bukan saat berbuka,” (Hasyiyah I’anah at-Thalibin, juz 2, hal. 279).

Artinya, doa tersebut idealnya dibaca setelah seseorang benar-benar membatalkan puasanya, yakni setelah makan atau minum.

Penempatan waktu ini juga dinilai lebih sesuai dengan makna doa, khususnya lafaz “Telah hilang rasa haus dan urat-urat telah basah”, yang tentu lebih tepat diucapkan setelah minum.

Dalam kitab Busyra al-Karim juga dijelaskan:

ويسنّ أن يقول عنده أي عند إرادته والأولى بعده: اللهم لك صمت وعلى رزقك أفطرت

Disunnahkan bagi orang ketika hendak berbuka—tapi yang lebih utama setelah berbuka—membaca doa ‘Allâhumma laka shumtu wa ‘alâ rizqika aftharthu’,” (Busyra al-Karim, hal. 598).

Artinya, membaca doa sebelum berbuka tetap mendapatkan kesunnahan. Namun, yang lebih utama dan lebih sempurna adalah membacanya setelah selesai berbuka agar meraih kesunnahan secara utuh (kamal as-sunnah).

Dengan demikian, jika ingin mengikuti tuntunan yang lebih tepat menurut penjelasan ulama, doa buka puasa sebaiknya dibaca setelah minum atau makan saat berbuka. Semoga ibadah puasa yang kita jalani diberi kelancaran dan diterima Allah SWT. Amin Ya Rabbal Alamin. 


Topik

Agama Doa Buka Puasa puasa ramadan doa berbuka buka puasa



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Bojonegoro Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Sri Kurnia Mahiruni