JATIMTIMES - Langit dan bumi dahulunya merupakan satu kesatuan. Hal ini ditegaskan dalam Al-Qur'an surat ke 21, yakni surat Al Anbiya ayat 30. Dalam surah Al-Anbiya ayat 30, dijelaskan bahwa langit dan bumi dulunya merupakan suatu kesatuan yang padu, kemudian Allah SWT pisahkan keduanya.
Surat tersebut berbunyi: Awalam yaral-lazina kafaru annas-samawati wal-arda kanata ratqan fa fataqnahuma wa ja'alna minal-ma'i kulla syai'in hayy(in), afala yu'minun(a).
Baca Juga : Mulai Hari Ini, Pelamar Wajib Perhatikan Ketentuan Bobot Nilai Tes SKB CPNS 2024
Artinya doa tersebut, "Apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwa langit dan bumi, keduanya, dahulu menyatu, kemudian Kami memisahkan keduanya dan Kami menjadikan segala sesuatu yang hidup berasal dari air? Maka, tidakkah mereka beriman?"
Dahulu langit dan bumi memang merupakan sebuah kesatuan yang kemudian dipisahkan oleh Allah. Dahulu, bumi justru merupakan sebuah satelit atau dapat dikatakan benda angkasa yang mencari matahari, sebelum akhirnya menjadi tempat hidup berbagai makhluk.
Tafsir Ibnu Katsir, mengutip pendapat dari 'Athiyyah al-'Aufi, ia berkata, "Dahulu, alam ini bersatu, tidak menurunkan hujan, lalu hujan pun turun. Dan dahulu alam ini bersatu, tidak menumbuhkan tanam-tanaman, lalu tumbuhlah tanam-tanaman."
Dengan perputaran yang terus-menerus, kondisi satelit bumi sangatlah panas. Namun hal tersebut kemudian berubah, dimana suhu menjadi dingin dan berembun. Embun inilah yang kemudian mengendap menjadi satu gumpalan air yang kemudian menjadi sumber kehidupan bagi makhluk hidup.
Tentunya, hal ini menjadi satu bukti nyata atas kekuasaan Allah SWT. Allah maha kuasa atas apapun, penciptaan, kehancuran dan berbagai hal lainnya berada di tangan Allah SWT.
Pendapat lainnya dari Sa'id bin Jubair. Ia berkata, "Bahkan, dahulu langit dan bumi saling bersatu padu. Lalu, ketika langit diangkat dan bumi dihamparkan, maka itulah pemisahan keduanya yang disebutkan oleh Allah dalam Kitab-Nya." Al-Hasan dan Qatadah berkata, "Dahulu, keduanya menyatu, lalu keduanya dipisahkan dengan udara ini."
Dalam Tafsir Al Azhar, Buya Hamka mengutip cerita dari Ismail bin Abu Khalid, bahwa langit dan bumi diciptakan oleh Allah SWT sendiri. Kemudian Allah memisahkan atau memecah langit menjadi tujuh lapis. Begitupun dengan bumi.
Lapisan pertama bumi, diisi oleh mahluk hidup manusia, tumbuhan. Jin pun juga menjadi bagian dari penduduk disini. Selain itu, juga diciptakan laut yang berada diatasnya dengan luas perjalan 50 juta tahun.
Baca Juga : Rahmad akan Bebaskan PBB Warga Miskin Ekstrem dan Cairkan Honor Guru Ngaji Tepat Waktu
Pada bumi lapisan kedua bernama Dakmaa, dihuni oleh oleh makhluk yang memang memiliki mulut, seperti mulut seperti anjing, tangan seperti manusia, telinga seperti sapi, dan bulu seperti kambing. Dan ketika nantinya kiamat telah dekat, penghuni lapisan kedua ini akan dilemparkan ke bumi untuk bertemu dengan Ya'juj dan Ma'juj.
Kemudian bumi lapis ketiga, setengah susunan dari lapis ini, adalah hawa dan udara yang menuju ke bumi. Tebalnya sangatlah fantastis, yakni mencapai 500 tahun perjalanan.
Lapis bumi keempat, diciptakan dengan kegelapan yang memiliki kala berbisa untuk menyengat penghuni neraka kelak. Kala ini bentuknya sangat mengerikan, yakni sebesar bagal hitam, dengan ekor sepanjang ekor kuda, dan akan memangsa setengah dari penghuni neraka, untuk menguasai mereka, termasuk anak cucu Adam.
Berikutnya lapis bumi ke lima, sama halnya dengan lapis-lapis lain dari segi tebal atau panjang fisik. Namun, pada lapis ini terdapat sebuah rantai belenggu dan tali yang memang mengikat keras para penghuni neraka.
Lapis bumi keenam bernama Mad. Dalam lapisi ini terdapat sebuah batu hitam kersang yang akan digunakan untuk menciptakan tanah bagi tubuh Nabi Adam AS. Batu ini akan dikirimkan pada hari kiamat.
Batu ini begitu besar. Bahkan besarnya batu ini melebihi sebuah gunung besar. Batu ini nantinya akan digantungkan pada leher orang-orang kafir, yang kemudian mereka akan hangus terbakar.
Lapis ke tujuh bumi, bernama Aribah. Memiliki dua pintu dan terletak jahanam. Pintu tersebut mempunyai nama, satu pintu bernama sijjin dengan pintu yang selalu terbuka. Dan pintu lainnya bernama AlFalaq, dimana rindu ini selalu tertutup dan tidak akan dibuka hingga hari kiamat.
