Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Serba Serbi

Ramai Di Medsos Istilah Maklon Kosmetik, Apa Itu? 

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Dede Nana

24 - Sep - 2024, 09:31

Placeholder
Potret parfum yang bisa memakai sistem Maklon, dimana parfum diproduksi oleh perusahaan maklon kemudian pengusaha memberikan branding dan pemasaran. (Foto: X)

JATIMTIMES - Belakangan, istilah maklon sedang ramai dibicarakan di media sosial, khususnya dalam pembahasan tentang kosmetik. Istilah ini semakin populer setelah akun X @glowithele membahas brand kosmetik besar yang juga memakai maklon. 

"Maklon sebenarnya sah-sah saja karena membantu brand yang belum memiliki teknologi yang cukup di pabrik mereka sendiri dan bisa lebih murah. Tim brand juga biasanya punya tim R&D sendiri untuk melakukan riset produk. Banyak brand besar seperti MOP, Somethinc, dan Avoskin yang pakai jasa maklon," tulis @glowithele.

Baca Juga : Kanjuruhan Trending, Buntut Bobotoh Ricuh Usai Persib Duel dengan Persija

Tidak hanya itu, akun X @Ichavarma_ juga turut menyoroti tren maklon di kalangan pengusaha muda. Menurutnya, mereka lebih memilih maklon daripada harus membangun pabrik sendiri.

"Aku paham kenapa anak muda malas bikin pabrik. Mereka malas berurusan dengan ormas. Lebih baik langsung maklon ke China," tulisnya.

"Apa manfaatnya bikin pabrik di sini? Kalau 100% bahan bakunya dari Indonesia, masih masuk akal. Tapi kalau hanya mencampur bahan-bahan, lebih baik langsung dirakit di luar negeri," tambahnya.

Hal ini memicu banyak pertanyaan dari warganet: sebenarnya, apa itu maklon? Mengapa banyak pengusaha lebih memilih maklon daripada membangun pabrik sendiri?

Arti Maklon

Kata maklon berasal dari bahasa Belanda "maakloon" yang secara harfiah berarti "biaya produksi". Dalam konteks bisnis, maklon merujuk pada jasa pengolahan produk yang dilakukan oleh pihak ketiga atau perusahaan maklon. Produk tersebut kemudian dipasarkan dengan merek yang berbeda dari pabrik asalnya.

Di era digital dan Revolusi Industri 4.0, khususnya sejak 1990-an, konsep maklon semakin berkembang. Dengan bantuan internet dan kemajuan teknologi, proses produksi menjadi lebih efisien dan dapat diakses oleh banyak pengusaha.

Dalam industri kosmetik, maklon memberikan opsi bagi pemilik merek untuk fokus pada pemasaran tanpa harus memproduksi sendiri produknya. Perusahaan maklon bertanggung jawab atas pembuatan produk, sementara pemilik merek berperan dalam branding dan penjualan.

Melansir laman Gramedia, ada beberapa jenis perusahaan maklon yang bisa dipilih berdasarkan kebutuhan bisnis:

1. Toll Manufacturing: Perusahaan maklon hanya menyediakan fasilitas produksi, sementara bahan baku disediakan oleh pemilik merek.

2. Contract Manufacturing: Perusahaan maklon tidak hanya memproduksi produk, tetapi juga menyediakan bahan bakunya.

3. Fully Fledged Manufacturing: Ini adalah layanan maklon yang paling lengkap, di mana perusahaan maklon bertanggung jawab atas penyediaan bahan baku, produksi massal, legalitas, hingga pemasaran produk.

Selain itu, proses maklon terbagi menjadi dua tipe produksi, yakni Original Design Manufacturer (ODM) dan Original Equipment Manufacturer (OEM). Dalam model ODM, pemilik merek bebas menentukan desain dan spesifikasi produk. Sementara dalam model OEM, desain dan spesifikasi produk disediakan oleh perusahaan maklon, dan pemilik merek tinggal menambahkan branding.

Baca Juga : Hari Raya Galungan 25 September Libur atau Tidak? Ini Jadwalnya

Proses produksi kosmetik melalui maklon dimulai dengan konsultasi antara pemilik merek dan perusahaan maklon. Setelah konsultasi, perusahaan maklon akan membuat sampel produk kosmetik sesuai formula yang diinginkan pemilik merek. Formula tersebut kemudian dapat didaftarkan hak ciptanya oleh pemilik merek.

Setelah hak cipta diperoleh, perusahaan maklon akan memproduksi produk sesuai pesanan dan membantu mendaftarkan produk ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Sambil menunggu izin edar dari BPOM, perusahaan maklon dan pemilik merek akan menyiapkan desain kemasan produk. Setelah izin BPOM keluar, produk kosmetik tersebut siap dikirim ke pemilik merek untuk dijual ke pasaran.

Biaya yang dibutuhkan untuk menggunakan jasa maklon bervariasi tergantung jenis produk dan formulasi yang diinginkan. Umumnya, biaya produksi dihitung berdasarkan harga satuan produk yang dikalikan dengan jumlah produk yang ingin dibuat. Sebagai contoh, harga satuan produk bisa berkisar antara Rp 30.000 hingga Rp 50.000.

Produk maklon memiliki sejumlah kelebihan dibandingkan produk yang dibuat sendiri oleh pemilik merek. Berikut beberapa hal yang menjadi pilihan para pengusaha muda yang memilih maklon:

1. Biaya Produksi Lebih Rendah: Menurut BPOM Semarang, produk maklon cenderung lebih murah karena pemilik merek tidak perlu membangun pabrik atau mengembangkan formula produk sendiri.

2. Pengalaman Produksi: Perusahaan maklon biasanya memiliki pengalaman yang luas dalam industri yang mereka tangani. Hal ini memungkinkan mereka menghasilkan produk dengan kualitas tinggi.

3. Risiko Lebih Rendah: Pengusaha muda yang menggunakan jasa maklon bisa fokus pada pengembangan merek dan pemasaran tanpa harus menghadapi risiko besar dalam memproduksi produk baru dari awal.

Namun, ada juga beberapa kelemahan produk maklon, sebagaimana dilansir oleh AZ Big Media (23/7/2023). Salah satunya adalah kurangnya inovasi, karena produk biasanya ditentukan oleh spesifikasi yang telah ada di perusahaan maklon. Selain itu, produk buatan maklon mungkin tidak memiliki identitas yang unik dibandingkan dengan produk yang dibuat langsung oleh pemilik merek.

Meskipun maklon menawarkan kemudahan, produk yang dibuat sendiri oleh pemilik merek seringkali memiliki branding yang lebih kuat. Dengan memproduksi produk sendiri, pemilik merek bisa lebih leluasa menciptakan formula, kemasan, dan label yang berbeda dari produk lain di pasaran. Semoga informasi ini membantu! 


Topik

Serba Serbi maklon apa itu maklon produk maklon



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Bojonegoro Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Dede Nana