JATIMTIMES - Bagi masyarakat maupun wisatawan yang tengah berada di Kota Batu, jangan lewatkan kesempatan mekarnya pohon tabebuya di Jalan Ksatrian Arhanud, Desa Pendem Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Sebab pohon ini hanya bermekaran sekali dalam setahun.
Memang di tepi jalan Kota Batu ada beberapa pohon tabebuya yang sedang bermekaran. Namun, Jalan Ksatrian Arhanud menjadi yang spot terbaik di Kota Batu. Lantaran saat kalian masuk, pemandangan di tepi jalan kanan dan kiri berjajar-jajar pohon tabebuya dengan bunga warna kuning yang bermekaran.
Baca Juga : Pipa Perumdam Among Tirto Pecah, 25 Tandon Air Bersih Dikerahkan Layani Pelanggan Terdampak
Bunga-bunga dan daun tabebuya itu selain yang mekar di pohon, juga berguguran layaknya bunga sakura. Karena itu, banyak orang menyebutnya sebagai tanaman sakura, karena bila berbunga nuansanya mirip seperti bunga sakura.
Saat bunganya bermekaran, daun pohon ini terlihat sangat jarang. Bahkan bisa terlihat hampir di seluruh bagian pucuknya dipenuhi bunga berwarna kuning cerah.
Untuk bunga tabebuya yang kuning terompet memiliki panjang 3 –11 cm, berbentuk terompet dan bergerombol. Tabebuya pada musim bermekaran mampu menghasilkan bunga yang sangat banyak dan tidak putus sejak musim panas hingga menjelang musim hujan.
Momen yang jarang terjadi ini pun menjadi daya tarik masyarakat yang melintasi jalan tersebut dan mengabadikannya untuk berswafoto. Sayangnya, mereka yang ingin mendapatkan foto yang bagus harus mengambil posisi di tengah jalan.
Sehingga saat berada di tengah jalan, cukup membahayakan. Sebab jalan tersebut cukup ramai dilalui oleh kendaraan. Namun agar tetap safety, saat berpose di tepi jalan pun tidak kalah bagus.
Seperti halnya segerombolan anak-anak muda yang tengah mencari lokasi yang tepat untuk mengambil foto. Mereka pun mencari posisi aman di pinggir jalan. Selain lebih aman juga tidak mengganggu kendaraan yang lalu-lalang. Terlihat pada Jumat (13/10/2023) saat sore hari kendaraan cukup ramai.
Warga kecamatan Karangploso Nessa Devi Indahwati mengatakan, setiap tahun tidak ingin melewatkan moment bermekarannya pohon tabebuya di sana.
“Karena munculnya setahun sekali sayang kalau dilewatkan,” ucap Nessa.
Baca Juga : Kebakaran Hutan di Kota Batu Diduga Ada Unsur Kesengajaan
Seiring dengan perkembangan teknologi, Nessa tak ingin ketinggalan agar fotonya bisa diunggah untuk mendapatkan perhatian.
“Setelah foto langsung diunggah ke story di sosial media,” imbuh remaja 19 tahun ini.
Menurutnya pemandangan di Desa Pendem ini berbeda dengan lokasi bunga tabebuya lain. Sebab meskipun di beberapa titik Kota Batu lain banyak pohon tabebuya bermekaran, tidak sebanyak di tempat tersebut.
“Dan memang banyak yang di tempat lain, tapi menurut saya enggak sebanyak di sini. Kalau di tempat lain mungkin hanya beberapa saja,” tutup Nessa.
