Tercemar Phospat, Sungai Tambak Wedi Terancam Buyar | Bojonegoro TIMES

Tercemar Phospat, Sungai Tambak Wedi Terancam Buyar

Mar 18, 2021 18:23
Penelitian mikroplastik dan uji sample di kawasan sungai Tambak Wedi, Kamis (18/3/2021).
Penelitian mikroplastik dan uji sample di kawasan sungai Tambak Wedi, Kamis (18/3/2021).

GRESIKTIMES - Temuan Komunitas Tolak Plastik sekali pakai (KTP) yang melakukan penelitian Kamis (18/3/2021) menyebutkan, bahwa air sungai Tambak Wedi telah tercemar detergen.

"Dua tahun lagi ekosistem sungai Tambak Wedi buyar," ucap Faisol Mardiono.

Baca Juga : Kades Yosomulyo Apresiasi Dinas PU, Pembangunan Box Culvert Atasi Banjir Sampai Pedesaan

Lebih lanjut, pengurus harian Mupalas (Mahasiswa pecinta alam Universitas Muhammadiyah Surabaya) menyebutkan, jika saat ini sungai Tambak Wedi telah tercemar phospat dan khlorin.  

"Kandungan phospat sebesar 45 ppm, sedangkan TDS mencapai 4.015 hingga 5.012 ppm. Padahal untuk baku mutu air sungai parameter TDS harus lebih kecil 1.500 ppm dan kadar phospat tidak boleh lebih dari 5 ppm," ungkap Miftakhul Rohmah peneliti KTP.

9 orang aktivis dari Mupalas, KTP dan Ecoton melakukan penelitian mikroplastik dan uji kualitas air. Sample air diambil di tiga lokasi di muara sungai Tambak Wedi dengan menggunakan alat TDS (Total dissolved Solid/kandungan ion terlarut dalam air), pengukur phospat, amonium, pH meter, clorine dan plankton net untuk mengambil sampel mikroplastik.

Hasil uji di tiga lokasi menunjukkan TDS 4.015 ppm hingga 5.012 ppm (melebihin baku mutu 1.500 ppm). Phospat 45 ppm (melebihi baku mutu sungai kelas empat PP 82/2001, sebesar 5 ppm). pH 8,6 yang menunjukkan air kondisi basa. pH tinggi dan phospat jauh di atas baku mutu menunjukkan jika sungai Tambak Wedi mengandung deterjen.

Dalam deterjen mengandung senyawa karsinogenik yang tidak dapat terurai di alam.  Kondisi ini dipastikan menghancurkan ekosistem sungai Tambah Wedi dan Selat Madura.

Baca Juga : Polres Blitar Ringkus Bandar Pil Dobel L, Jaring Banyak Pembeli Siapkan Kemasan Ekonomis

Efek phospat akan menghambat penguraian bahan organik di perairan, menyebabkan eutrofikasi atau penyuburan perairan sehingga terjadi ledakan populasi alga yang akan menurunkan oksigen terlarut. Akibatnya bisa menyebabkan kematian biota air dan ikan. 

Busa yang timbul di permukaan juga menghalangi penetrasi matahari ke kolom air sehingga menghambat fotosintesis dan mengganggu mobilitas biota perairan, menyebabkan pH air menjadi basa dan bisa membahayakan kehidupan biota air.

Topik
komunitas tolak plastik sungai tambak wedi sungai tercemar detergen Berita Gresik

Berita Lainnya