Alat kontrasepsi pada program KB (istimewa)
Alat kontrasepsi pada program KB (istimewa)


Banyak cara dilakukan Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kota Malang untuk menakan lonjakan kenaikan angka kehamilan di Kota Malang.

Salah satunya dengan giat berkampanye dan mendorong mendorong pasangan usia subur (PUS) untuk sementara ini menunda kehamilan di masa pandemi covid-19. Sebab, bahaya Covid-19 memang masih menghantui masyarakat baik di Indonesia ataupun di dunia, tidak bisa dianggap remeh.

Baca Juga : Sebulan, Hampir 500 Orang di Kota Malang Terjaring Operasi Yustisi

Selain itu, Dinsos-P3AP2KB yang juga memaksimalkan jasa petugas lapangan keluarga berencana (PLKB) untuk menekan angka kehamilan. Para petuas PLKB ini diminta sosialisasi Door to Door serta menjawab pertanyaan-pertanyaan masyarakat.

Dikatakan pemateri penguatan pelaksana keluarga berencana (KB) dr Palupi Sesotyorini, bahwa peran PLKB sangat penting di masa pandemi ini. Karena masyarakat yang banyak melakukan aktivitas di rumah tentu akan berimbas pada angka kehamilan.

"Memudahkan masyarakat untuk mendapatkan akses informasi tentang  pelayanan KB di wilayah kerjanya, misalnya membuat hotline di Puskesmas. Lalu juga mendorong semua PUS untuk menunda kehamilan dengan tetap menggunakan kontrasepsi di situasi pandemi Covid-19, dengan meningkatkan penyampaian informasi/KIE ke masyarakat," papar dr Palupi.

Sebelumnya, Kepala Dinsos-P3AP2KB Penny Indriani berpesan bahwa tujuan KB pada dasarnya memang dua anak cukup sehingga bisa menyejahterakan masyarakat di kemudian hari. "Mudah-mudahan tidak terjadi lonjakan kehamilan ya, karena kami selalu rutin melakukan penyuluhan kepada masyarakat," ungkapnya.