Cak Nun (Foto:  Hops.ID)
Cak Nun (Foto: Hops.ID)

Pengesahan Undang-Undang (UU) Cipta Kerja Omnibus Law membuat sebagian masyarakat kecewa.  Terlebih para buruh karena merasa  hak-haknya kurang terpenuhi.

Hingga akhirnya mereka memutuskan untuk melakukan aksi mogok yang digelar pada 6-8 Oktober 2020.  Aksi tersebut sebagai bentuk penolakan buruh terhadap UU Cipta Kerja Omnibus Law.  Mereka menuntut agar UU itu dibatalkan.  

Baca Juga : Pilih Walk Out saat Paripurna, Demokrat Jabarkan 7 Hal "Mengerikan" di RUU Cipta Kerja

 

Terkait hebohnya penolakan masyarakat terhadap omnibus law ini, video lawas yang menunjukkan sosok Emha Ainun Najib alias Cak Nun kembali viral.   Video tersebut kembali diunggah oleh akun Twitter @iamlukmanstwn pada Selasa (6/10/2020).

"Apa alasan mu jahat kepada Rakyat?  

- Mbah Nun -" tulis keterangan di unggahan tersebut.

Dalam video ceramah itu, Cak Nun menceritakan tokoh pewayangan Sengkuni dalam acara Maiyah. Cak Nun menyebutkan, setiap orang sejatinya memiliki karakter Sengkuni.  

Karakter Sengkuni sendiri dikenal licik dan memiliki hobi provokasi. "Hampir tidak ada yang tidak Sengkuni di Indonesia ini. Tapi Sengkuni Indonesia ini sangat rendah derajatnya sebagai manusia," ungkap Cak Nun.

Meski begitu, sifat Sengkuni tak sejahat para teroris yang membunuh banyak orang. Sengkuni hanya senang menjadi provokator untuk memanaskan suasana.

Lebih lanjut Cak Nun mengatakan, karakter jahat Sengkuni ini dibentuk oleh keadaan. Sengkuni terpaksa memakan 98 orang saudaranya dan orang tuanya demi keselamatan keluarga.  

"Dia menjadi jahat karena dipaksa makan, untuk regenerasi , untuk kehormatan keluarga. Harus hidup dengan cara makan adik-adiknya," imbuh Cak Nun.

Ia lantas heran dengan sikap pengusaha yang tega membuat rakyat menderita.  Padahal mereka serba hidup enak, tidak seperti Sengkuni.  

 

 

"Kalian ini pemimpin-pemimpin Indonesia ini, yang mana yang nggak Sengkuni. Terus kalian menjadi Sengkuni atas penderitaan apa?

Baca Juga : Buruh Mogok di Sidoarjo Tolak UU Cipta Kerja hingga Robohkan Pembatas Jalan

 

Kamu pernah susah apa hidupmu? Kamu pernah nggak makan? Kamu pernah makan ibumu? Kamu pernah menderita sampai seperti itu? Kamu atas nama penderitaan yang bagaimana sih sampai kamu jahat kepada rakyat? Apa alasan sejarahmu?

Kalau Sengkuni ada alasan untuk jahat, meskipun kejahatannya tidak sepadan sama sekali atas penderitaannya. Lha di Indonesia ini kamu menderita apa, sehingga kamu kejamnya begitu rupa kepada rakyat.

Kamu pernah menderita apa? kamu pernah miskin apa? Kamu pernah puasa kayak apa? kamu pernah tirakat apa? Kamu lancar-lancar semua kok. Kamu bisa bayar miliaran untuk jadi pejabat.

Apa alasanmu untuk jahat kepada rakyat? Sengkuni saja tidak sejahat kamu, padahal dia penderitaannya ribuan kali lipat dibandingkan hidupmu," ceramah Cak Nun di video itu.

Video Cak Nun itu lantas kembali viral dan diduga karena keputusan DPR RI terkait pengesahan UU Cipta Kerja.l DPR telah mengesahkan RUU Cipta Kerja Omnibus Law menjadi UU pada Senin (5/10/2020).  

Pengesahan tersebut dilakukan dalam rapat paripurna yang disetujui tujuh fraksi, yakni PDIP, Gokar, Gerindra, NasDem, PKB, PAN, dan PPP.  Ada dua fraksi yang menolak keputusan tersebut, yakni PKS dan Demokrat.