Siswa SMAN 3 Jombang terlihat melakukan pembelajaran tatap muka di kelas. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)
Siswa SMAN 3 Jombang terlihat melakukan pembelajaran tatap muka di kelas. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)

Pelajar SMA di Jombang mulai lakukan uji coba sekolah tatap muka. Sebelumnya, siswa SMK sudah mengawali sekolah tatap muka pada Sabtu (5/9/2020) kemarin. Siswa yang melakukan pembelajaran tatap muka ini salah satunya SMAN 3 Jombang. Sebanyak 30 rombongan belajar (rombel) masuk sekolah secara tatap muka, Senin (7/9/2020). Satu rombel hanya diisi untuk 9 siswa.

"Ini uji coba. Kita hanya melakukan untuk 9 siswa di setiap kelas," kata Kepala SMAN 3 Jombang, Singgih Susanto kepada wartawan.

Baca Juga : Mendikbud Yakinkan Kurikulum Darurat Tak Turunkan Kualitas Kurikulum Indonesia

Singgih melanjutkan, bahwa uji coba ini sudah mendapatkan persetujuan wali murid. Sebelumnya, ia telah melakukan survei melalui kuisioner ke semua wali murid. Hasilnya, 80 persen wali murid menghendaki sekolah tatap muka digelar.

"Survey melalui online, hampir mendekati 80 persen orang tua murid menginginkan pembelajaran tatap muka. Sedang sisanya sekitar 20 persen lebih sedikit tidak menghendaki," ujarnya.

Meski sekolah tatap muka ini dilakukan di tengah kondisi Covid-19 yang masih zona oranye di Jombang, namun Singgih meyakini penerapan protokol kesehatan sudah dilakukan secara ketat. Siswa diminta mentaati protokol kesehatan sejak awal memasuki lingkungan sekolah.

Di gerbang masuk, pihak sekolah sudah memasang bilik penyemprotan disinfektan. Siswa juga diminta mencuci tangan dan mewajibkan memakai masker. Di dalam ruangan, tempat duduk siswa juga sudah diatur untuk menjaga jarak fisik atau physical distancing.

"Jadi saat di pintu masuk, siswa dicek suhu badan, lalu dicatat di buku terkait kondisi siswa. Kemudian masuk melewati semprotan disinfektan. Setelah parkir siswa cuci tangan sebelum masuk kelas," ucap Singgih.

Bagi wali murid yang tidak menghendaki anaknya sekolah tatap muka, maka diminta mengikuti pembelajaran daring. Begitu juga dengan siswa lainnya yang tidak masuk dalam jadwal sekolah tatap muka, juga tetap ikut pembelajaran secara daring.

Baca Juga : Mahasiswa dan Dosen, Segera Lakukan Validasi Nomor ke PDDikti untuk Dapat Kuota Gratis

"Dan untuk anak-anak yang tidak masuk tatap muka, tetap melakukan pembelajaran sekolah melalui daring sesuai yang telah ditetapkan," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 18 sekolah di jenjang SMA/SMK di Jombang direncanakan akan melakukan uji coba pembelajaran tatap muka. Dasar dari uji coba sekolah tatap muka ini berdasarkan persetujuan wali murid.

Sebanyak 75 persen wali murid SMK/SMA di Jombang menyetujui adanya sekolah tatap muka. Hal itu dari hasil survei yang dilakukan oleh pihak Cabang Dinas Pendidikan Jatim wilayah Kabupaten Jombang.