Ilustrasi
Ilustrasi

Sebuah kejadian unik terjadi di Blitar. Ya, seorang pasien yang dirawat di rumah sakit dilaporkan telah meninggal dunia. 

Namun, kejadian mengagetkan datang saat liang kubur telah disiapkan. Ternyata, pasien tersebut masih hidup dan sedang menjalani perawatan.

Baca Juga : Tidak Ada Sanksi di Rekomendasi AMP Kasus Bayi Meninggal di Jombang

Informasi yang dihimpun, pasien yang dikabarkan meninggal dunia adalah Harnanik, warga Desa Bendowulung RT 07 RW 02, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar. Dia diketahui menjalani perawatan di RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar. 

Menurut keluarganya, Harnanik mengalami gejala stroke dan harus dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan medis. Dalam perawatan, karena  mengalami sesak napas, kemudian pasien dipindah ke ruang isolasi untuk mengantisipasi penularan covid-19.

“Setelah dirawat selama lima hari, tidak boleh ada yang menjenguk ibu saya. Tidak boleh ada yang besuk karena ibu saya dirawat di ruang isolasi,” ungkap Nanung, anak Harnanik, Selasa (25/8/2020).

Kejadian mengagetkan terjadi ketika pada Senin (24/8/2020) pagi sekitar pukul 07.00 WIB, Putut -ayah Nanung sekaligus suami Hamanik- dikabari pihak RSUD Mardi Waluyo bahwa istrinya meninggal dunia. Keluarga menindaklanjuti kabar ini dengan melakukan persiapan pemakaman selayaknya keluarga yang dirundung duka karena salah satu anggota keluarga meninggal dunia. 

“Kursi sudah dikeluarkan dari dalam rumah. Juga sudah banyak tetangga yang datang melayat. Serta liang lahat pemakaman juga sudah digali,” ungkap Nanung. 

Putut kemudian pergi ke rumah sakit untuk mengurus jenazah istrinya. Setiba di rumah sakit, Putut juga diminta menandatangani berita acara kematian. Kemudian mendoakan jasad di ruang jenazah. 

Dengan isak air mata dan kesedihan, Putut kemudian diminta untuk melihat jenazah sang istri untuk  kali terakhir. Namun, peristiswa yang cukup mengagetkan terjadi. Saat kain kafan dibuka, Putut terkejut karena jasad yang meninggal dunia ternyata bukan istrinya.

Disinyalir ada kejanggalan, petugas rumah sakit kemudian mengecek kembali keberadaan Harnanik di ruang perawatan. Ternyata benar, Harnanik masih terbaring di atas tempat tidur rumah sakit. Dia diketahui telah bertukar tempat tidur dengan pasien asal Kecamatan Nglegok yang meninggal dunia itu. 

Baca Juga : Tenaga Kesehatan Rumah Sakit di Madiun Kembali Positif Covid-19

“Sudah ada permohonan maaf dari pihak rumah sakit. Pihak rumah sakit mengakui ada kesalahan karena tidak mengecek identitas di gelang pasien," kata Nanung. 

Saat dikonfirmasi terkait hal ini, Wakil Direktur Bidang Pelayanan RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar dr Herya Putra mengatakan pihaknya langsung melakukan kroscek  ke ruangan pasien. Diakuinya ada kesalahan karena orientasi petugas adalah tempat tidur. 

  "Ini memang mutlak kesalahan kami. Orientasi petugas kami adalah tempat dan tidak melihat gelang pasien yang memang dalam kondisi terpasang. Selain itu, ada kendala komunikasi antara petugas yang ada di dalam dan di luar ruang isolasi. Apalagi ruang isolasi itu akses keluar masuknya ada SOP-nya sendiri," terang Herya.

Dikatakan Herya, pihak RSUD Mardi Waluyo sudah menyampaikan permohonan maaf kepada pihak keluarga Hamanik. Pihak keluarga menerima permintaan maaf namun meminta pihak rumah sakit untuk  memperbaiki sistem.

“Kejadian ini baru sekali ini terjadi. Permohonan maaf sudah kami sampaikan dan diterima oleh pihak keluarga pasien. Mereka meminta perbaikan sistem dan akan langsung kami tindak lanjuti sebagai catatan untuk meningkatkan pelayanan kami ke depan,” ujar Herya. 

Lebih lanjut Herya menyampaikan, RSUD Mardi Waluyo mengambil tindakan pengawasan SOP dan perbaikan SOP menyesuaikan situasi pandemi. Langkah ini dilakukan agar kejadian-kejadian yang tidak diharapkan tidak terjadi lagi. “Di situasi pandemi ini, kami ambil tindakan SOP dan pebaikan SOP menyesuakikan situasi covid-19. Ini yang harus dipahami betul oleh masyarakat,” pungkasnya.