Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

Kisah mengenai Nabi Luth dan kaumnya yang membangkang tentu menjadi sebuah pelajaran tersendiri bagi umat muslimin di seluruh dunia. Dalam Al-Quran bahkan dijelaskan begitu pedihnya siksaan yang diberikan kepada kaum Nabi Luth yang menyukai sesama jenis.

Ustadz Khalid Basalamah dalam sebuah kajian menyampaikan, kebobrokan akhlak kaum Nabi Luth bermula dari sebuah candaan. Saat itu, para lelaki bercanda untuk melampiaskan kebutuhan biologisnya dengan sesama laki-laki.

Baca Juga : Di Tengah Pandemi, Warga LDII se-Indonesia Berkurban Rp 400 Miliar, Bagaimana Caranya?

 

Sampai pada akhirnya ada yang melakukan kegiatan terlarang itu dan tak ada yang mengingatkan. Bahkan, sampai pada saat mereka menyukai laki-laki yang wajahnya mirip perempuan.

Banyak perempuan yang meninggalkan daerah tersebut lantaran tak mau dinikahi kaum pria di sana. Pasalnya, saat dinikahi pria-pria kaum Nabi Luth dan sang ibu melahirkan anak laki-laki yang tampan, maka sang ayah akan melampiaskan kebutuhan biologisnya kepada sang anak.

Bahkan perebutan anak tampan yang mirip perempuan dilakukan hingga merekam saling bunuh.

Kemudian saat kebiasaan itu menyebar, Nabi Luth diutus oleh Allah SWT. Nabi Luth memberi peringatan kepada orang-orang yang melakukan kemungkaran.

Kesalahan yang dilakukan orang-orang tersebut diluruskan oleh Nabi Luth. Setiap hari Nabi Luth memberikan nasihat kepada mereka, dan para kaum Nabi Luth pada dasarnya mengetahui jika perbuatan mereka buruk. Namun mereka sama sekali tak menghiraukan itu.

Mereka bahkan meminta agar Nabi Luth keluar dari wilayah mereka dengan berkata, “Keluarkan Luth dari Negeri Kita, bahwasannya mereka adalah orang suci, sedangkan kami orang-orang kotor.”

Kalimat itu menegaskan jika memang kaum Nabi Luth menyadari jika apa yang dilakukan mereka adalah sesuatu yang salah.

Nabi Luth kemudian berdoa kepada Allah SWT untuk meminta petunjuk. Hingga akhirnya, dua malaikat datang ke kaum Luth. Keduanya menjelma sebagai seorang laki-laki yang sangat tampan.

Ketika sampai di pintu gerbang, semua orang saling memberi informasi jika telah datang dua tamu Luth. Keduanya memiliki paras yang sangat tampan.

Orang-orang di negeri itupun mengikuti dua malaikat yang menjelma sebagai manusia tersebut dari belakang. Sampai dalam kisah disebutkan ribuan orang memperebutkan dua tamu tersebut dengan mengikuti mereka dari belakang. Saat keduanya sampai di rumah Nabi Luth, keduanya mengucapkan salam.

Nabi Luth mengetahui kaumnya sudah ada di depan rumah Nabi Luth. Maka Nabi Luth bertanya, “Apa yang kalian lakukan di sana?”

Baca Juga : Rasulullah SAW Jamin Doa Pria Ini Dikabulkan Allah SWT, Hikmah Berbakti pada Orang Tua

 

"Hai Luth, kau sudah tahu apa yang kami inginkan," jawab mereka.

Nabi Luth berkata lagi, “Kalau seandainya saya mempunyai kekuatan, saya akan bantai kalian semua.”

Bahkan saat itu Nabi Luth menyampaikan jika ia memiliki anak perempuan yang bisa dinikahi kaum laki-laki di daerah tersebut. Namun mereka masih tetap menolaknya.

Lalu dua malaikat yang menjelma manusia itu berkata, “Wahai Luth, tidak usah engkau takut. Karena kami adalah utusan Allah SWT, Tuhanmu. Mereka tidak akan bisa menjangkau rumahmu bahkan kami. Bukankah subuh sudah dekat? Bawalah semua keluargamu dan orang-orang beriman bersamamu. Kecuali istrimu (karena mendukung kaum homo seksual).”

Allah SWT pun berfirman agar Nabi Luth meninggalkan negeri itu beserta orang-orang beriman. Kemudian ketika sudah berjalan agar tak menengok ke belakang. Karena ketika kalian melihat adzab itu, maka kalian juga akan terkena hal yang sama.

Maka Nabi Luth meninggalkan negeri tersebut bersama kaumnya yang beriman. Kemudian negeri itu dibuat hancur tak tersisa.

Siksaan pedih diberikan, negeri mereka dibalik. Sebagian penelitian menyebutkan di Wilayah Yordania ada gunung terbalik.

Kemudian setelah membalikkan mereka, Allah SWT melempari mereka dengan batu neraka. Sehingga begitu pedih siksaan yang diberikan kepada kaum Nabi Luth.