Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

Pada masa perjuangan mengajarkan Islam, Rasulullah SAW dan para sahabat memiliki banyak tentangan. Salah satu musuh yang sangat luar biasa dalam menghalangi ajaran Islam adalah sosok Abu Jahal.

Dalam berbagai riwayat tercatat, Abu Jahal memiliki beberapa peran dalam menghalangi ajaran Islam. Salah satu kisahnya adalah ketika ia memaksa Sahabat Rasulullah SAW yaitu Ammar bin Yasir untuk menjadi kufur, bahkan mengakui seekor unta sebagai Tuhannya.

Baca Juga : Kisah Pejuang Perempuan yang Lindungi Rasulullah SAW hingga Lehernya Tersabet Pedang

Ustadz Khalid Basalamah dalam sebuah kajian menyampaikan, peristiwa itu bermula ketika Abu Jahal menyiksa keluarga Ammar bin Yasir. Saat itu, ibu Ammar disiksa dengan diikat dan ditusuk beberapa kali.

Melihat itu, Yasir yang merupakan ayah dari Ammar sama sekali tak gentar dengan berbagai ancaman Abu Jahal. Yasir pun semakin mencaci maki Abu Jahal. Hingga pada akhirnya Abu Jahal menendang dan menyiksa Yasir hingga mati sahid.

Setelah membunuh ke dua orang tua Ammar, Abu Jahal mendatangi Ammar bin Yasir dan berkata, “Wahai Amar, kau telah melihat ayah dan ibumu aku siksa. Aku akan membunuhmu lebih hebat daripada ayah dan ibumu. Aku akan bakar dan kuliti tubuhmu. Kecuali engkau mencaci maki Muhammad dan memuji Tuhan kami.”

Beberapa riwayat menyampaikan jika saat itu Amar tidak tahan dan berkata, “Baiklah Hubal (nama Tuhan mereka) yang agung.”

Lalu sebagian riwayat lagi menyebut jika Amar bin Yasir telah disiksa terlebih dulu. Di beberapa bagian tubuhnya mulai dari kaki hingga kepalanya ditempeli bara api sehingga terasa sangat sakit. Maka Ammar berkata, “Hubal yang agung.”

Saat dia mengatakan itu, maka api ditarik oleh Abu Jahal. Dia pun berkata jika dia belum puas sampai Ammar bin Yasir mengatakan jika unta adalah Tuhannya. Maka Ammar pun mengatakan jika unta itu adalah Tuhannya.

Maka saat itu Abu Jahal meninggalkan Ammar dalam kondisi kesakitan. Ammar kemudian menyesal karena tak mengikuti jejak orangtuanya yang disiksa sangat luar biasa.

Dengan penuh penyesalan itu, Ammar merangkak menuju Rasulullah SAW bersama lukanya yang parah. Lalu Amar berkata, “Ya Rasulullah SAW, binasa ini.”

Baca Juga : Gus Baha: Problem Kita Sekarang ini Biasa Didikte Orang Bodoh

Rasulullah SAW mencoba menenangkan Ammar dan meminta sahabat membersihkan setiap luka di tubuh Ammar.

Setelah Ammar tenang, dia berkata “Ya Rasulullah SAW, begini yang dilakukan musuh Allah SWT, Abu Jahal kepada kami. Ibu saya sudah mati, ayah saya sudah mati, lalu saya disiksa dan saya mengucapkan kalimat tadi.”

Lalu Rasulullah SAW berkata kepada Ammar, “Apakah hatimu ikut-ikutan seperti itu? Memuji Tuhan mereka dan menganggap unta sebagai Tuhanmu?”

Ammar bin Yasir pun menjawab dengan tegas, “Tidak ya Rasulullah SAW. Sama sekali tidak.”

Maka Rasulullah SAW berkata, “Kalau seandainya mereka kembali melakukan besok hari, maka ulangi apa yang kau lakukan.”

Pada saat itu turun firman Allah SWT dalam Surat An-Nahl ayat 106 kepada Ammar ra yang berbunyi, “Kecuali orang-orang yang dipaksa kufur, tapi hatinya tetap dalam keimanan, maka mereka tidak berpengaruh keluar dari Agama Islam.”