Suasana Rakor Wali Kota Malang bersama Forkopimda dan Gugus Tugas Penanganan Covid-19, di Balai Kota Malang, Kamis (25/6). (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Suasana Rakor Wali Kota Malang bersama Forkopimda dan Gugus Tugas Penanganan Covid-19, di Balai Kota Malang, Kamis (25/6). (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

Sebagai kota pendidikan dengan jajaran universitas-universitas populer, Kota Malang masih menjadi primadona para calon mahasiswa baru (camaba).

Bahkan, untuk dua kampus negeri saja tak kurang dari 31 ribu camaba yang bakal mengikuti seleksi melalui skema Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK) tahun 2020.

Baca Juga : Disdik Banyuwangi Minta Sekolah Siap Layani Siswa

Rinciannya, ada sekitar 19 ribu camaba untuk Universitas Brawijaya (UB) Malang dan 12.414 camaba Universitas Negeri Malang (UM).

Meski Kota Malang masih termasuk zona merah Covid-19 di Jawa Timur, UTBK tetap bakal dilaksanakan secara tatap muka.

Sejumlah perguruan tinggi di Kota Malang pada awalnya akan melaksanakan proses seleksi melalui daring dan portofolio.

Namun, untuk dua universitas tersebut rupanya harus mengikuti anjuran dari pemerintah pusat.

Dalam hal ini, terkait tata pelaksanaan yang harus mengedepankan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Kedua universitas tersebut membeberkan konsep pelaksanaan UTBK yang akan berlangsung pada bulan Juli 2020 mendatang dalam rapat Rakor Wali Kota Malang bersama Forkopimda dan Gugus Tugas Penanganan Covid-19, di Balai Kota Malang, Kamis (25/6/2020).

Kepala Bagian Perencanaan Akademik dan Kerjasama UB Heri Prawoto, menyatakan untuk pelaksanaan tes akan dibagi menjadi dua tahap.

Saat ini, UB telah menerima data pendaftar sebanyak 19 ribu calon mahasiswa baru.

Rinciannya, 90 persen wilayah Malang Raya dan Jawa Timur, 10 persen luar provinsi. Namun, yang menjadi skala prioritas untuk seleksi UTBK yakni di wilayah Malang Raya.

Proses seleksi akan dilakukan dalam dua tahap, tahap pertama pada 5-9 Juli 2020 dan tahap kedua pada 20-26 Juli 2020.

"Tahap pertama khusus diprioritaskan bagi warga di Malang Raya sekitar 5.200 calon maba," ujarnya.

Sedangkan untuk tahap kedua, akan dibuat pelaksanaan bagi calon maba dari luar Malang Raya khusus wilayah Jawa Timur.

Nantinya, tahapan dalam pelaksanaan seleksi setiap harinya juga dibagi dalam dua tahap.

Hal ini sebagai upaya untuk tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 agar tidak terjadi kerumunan massa.

"Dalam sehari itu kita bagi dua sesi. Satu sesinya nanti ada 1.050an calon maba," imbuhnya.

Baca Juga : Pembelajaran Jarak Jauh SMPN 11 Malang Didesain Seru dan Menyenangkan

Namun, untuk tahapan kedua yang akan mendatangkan peserta seleksi dari Jawa Timur, pihaknya menyebut hal itu masih belum final.

Sebab, keputusan akhir masih menunggu pemerintah pusat yang rencananya akan diberlakukan pelaksanaan tes sesuai domisili wilayah masing-masing.

"Kita masih menunggu finalisasi pusat, akan dites di tempat terdekat dengan domisili bagi pendaftar," terangnya.

Sementara itu untuk pelaksanaan UTBK bagi UM memang sama dilaksanakan dalam dua tahap, tetapi waktunya lebih singkat.

Yakni tahap pertama di tanggal 5,6,7 Juli 2020 dan tahap ke dua pada tanggal 7,8,9 Juli 2020.

Wakil Rektor I UM, Budi Eko Soetjipto mengatakan peserta calon maba yang mendaftar di UM tercatat ada 12.414 orang.

Dari jumlah tersebut, 45 persennya dari wilayah Malang Raya, 45 persen lainnya dari Jawa Timur di luar Malang Raya, dan 10 persennya dari luar jawa.

"Rencananya kami juga akan melaksanakan selama 5 hari, mulai tanggal 5, 6, 7, untuk Malang Raya dan 7, 8, 9 wilayah Jawa Timur di luar zona merah atau minus wilayah yang masih merah," jelasnya.

Namun, dalam pelaksanaannya untuk meminimalkan kerumunan massa dan penerapan physical distancing bisa dijalankan pihaknya menggandeng 3 universitas lainnya untuk UTBK.

Di antaranya, UNMER (Universitas Merdeka Malang), UNISMA (Universitas Islam Malang), dan UMM (Universitas Muhammadiyah Malang). 

"Semua peserta akan kita pecah ke 4 universitas dengan di UM. Jadi relatif per hari kira-kira ada 1.300an yang dipecah di 4 kampus. Sehingga tiap perguruan tinggi ada 400 calon maba, dan proses seleksi akan berlangsung lebih cepat," ungkapnya.

Sedangkan bagi wilayah yang masih zona merah, senada dengan UB pihaknya masih menunggu keputusan dari panitia UTBK pusat.

"Yang masih merah-merah ini kami sepakat mengikuti panitia pusat, sambil melihat situasi dan kondisinya yang akan ditangani oleh pusat," katanya.