Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

Jelang Fathul Makkah, seorang pimpinan Quraisy yaitu Abu Sufyan bin Harb memilih masuk Islam. 

Dalam berbagai riwayat disebutkan, masuknya Abu Sufyan sebagai muslim saat itu hanya karena dilatarbelakangi rasa takut. 

Pasalnya, ribuan pasukan kaun muslimin telah bersiap mengepung Makkah.

Hingga pada akhirnya masyarakat muslim kembali ke Makkah, Abu Sufyan masih merasakan keraguan atas keislamannya. 

Dia sering melamun, bahkan dalam benaknya berpikir untuk mengumpulkan kaum Quraisy dan menyerang muslim yang berada di Makkah.

Dr. Khalid Zeed Abdullah Basalamah, Lc., M.A. atau lebih dikenal sebagai Ustadz Khalid Basalamah menyampaikan, Abu Sufyan masuk Islam karena ketakutan saja dan terus bimbang dengan keislamannya.

Maka Abu Sufyan seperti orang tak percaya. 

Hingga suatu hari, dia menghadap ke Makkah dan berpikir karena tak percaya muslim sudah menguasai Makkah. 

Terlintas dalam benaknya saat itu untuk mengumpulkan Quraisy dan menyerang muslim.

Namun tiba-tiba pundaknya dipegang seseorang dan dia kaget, dia melihat Rasulullah SAW yang memegang pundaknya saat itu. 

Rasulullah SAW kemudian berkata, "Allah akan menghinakanmu wahai Abu Sufyan jika kau melakukan atau jalankan niatmu,".

Abu Sufyan kaget, karena apa yang ia pikirkan terbaca oleh Rasulullah SAW. 

Lalu Abu Sufyan ditinggalkan Rasulullah SAW. 

Hatinya kembali berkecamuk antara niat mengumpulkan Quraisy atau takut kepada Rasulullah yang tahu akan niatnya tersebut.

Tak lama, dua sahabat Abu Sufyan yang juga tokoh Quraisy di Makkah yaitu Utad bin Usaid dan Harits bin Hisyam duduk di samping Abu Sufyan dan sama-sama memandangi Kakbah. 

Kebetulan saat itu masuk waktu salat, dan Rasulullah SAW meminta Bilal bin Rabbah untuk mengumandangkan adzan.

Mendengar Bilal adzan, Utad berkata, "Sungguh beruntung Usaid (ayah Utad). Karena tak melihat bagaimana hamba sahaya (Bilal) ini naik ke atas Kakbah seraya bertakbir. Kalau ayah saya masih hidup, maka akan dihukum,".

Lalu Harits bin Hisyam berkata yang sama, "Sungguh beruntung Hisyam. Karena tak melihat budak ini di atas Kakbah dan bertakbir,".

Sedangkan Abu Sufyan berkata, "Sungguh aku tidak mau berkata apa-apa. Karena demi Allah kalau aku ucapkan kata-kata, maka batu ini akan datang kepada-Nya," ucap Abu Sufyan sembari menunjuk sebuah batu yang berada di depannya.

Di tengah percakapan itu, Rasulullah SAW tiba-tiba saja melewati ke tiga sahabat yang saling termenung itu. 

Lalu Rasulullah berkata, "Wahai Utad, sungguh beruntung Usaid tak melihat hamba sahaya ini di atas Kakbah. Wahai Harits, sungguh beruntung Hisyam tak melihat hamba sahaya ini di atas Kakbah sembari bertakbir. Wahai Abu Sufyan, sungguh aku tidak akan berkata apa-apa. Karena jika aku katakan, maka batu itu akan sampaikan,".

Semenjak kejadian itu Abu Sufyan tak ada keraguan lagi terhadap Islam yang ia peluk. 

Dia pun menjalankan ajaran yang telah disampaikan Rasulullah SAW.