Sarahsehan FKH UB dan Dinas Peternakan Kabupaten se-Jawa Timur. (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)
Sarahsehan FKH UB dan Dinas Peternakan Kabupaten se-Jawa Timur. (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)

Sebentar lagi umat muslim akan merayakan Hari Raya Idul Adha. Hari Raya Idul Adha jatuh pada 10 Dzulhijjah. Tahun ini, Idul Adha jatuh pada tanggal 11 Agustus 2019.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Idul Adha 2019 adalah momen dimana hewan-hewan kurban disembelih. Idul Adha identik dengan menyantap hidangan dari jatah daging kurban.

Nah, konsumen harus mendapatkan produk daging kurban yang berkualitas, yakni daging yang aman, sehat, utuh, dan halal. Untuk itu, penting dilakukan pemeriksaan antemortem dan postmortem agar daging kurban yang dibagikan di masyarakat terjamin keamanan dan terhindar dari penyakit.

Nah, jelang Idul Adha, hewan-hewan ternak di Jawa Timur menjalani pemeriksaan kesehatan dari Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) di Universitas Brawijaya (UB). Dalam pemeriksaan ini, FKH bekerja sama dengan Dinas Peternakan Kabupaten se-Jawa Timur.

FKH bekerjasama dengan dinas-dinas di Jawa Timur yang membidangi kesehatan hewan ini untuk melakukan pemeriksaan hewan kurban di lebih dari 300 titik pemotongan di beberapa kabupaten, seperti Mojokerto, Malang, Batu, Kediri, dan Sidoarjo.

Pemeriksaan ini dilakukan guna menjamin kelayakan dan kesehatan medis hewan kurban untuk dikonsumsi pada Idul Adha mendatang. 

Dalam hal ini, FKH UB pun meminta masukan-masukan dari Dinas Peternakan agar kinerja pemeriksaan mendatang lebih matang. Untuk itu, FKH UB mengundang seluruh dinas kabupaten yang membidangi kesehatan hewan, Rabu (31/7/2019) di ruang sidang FKH UB Kampus Dieng, Kalisongo.

"Dari sarasehan ini kita ingin meminta masukan-masukan dari dinas, apa saja yang perlu kita perbaiki dari kinerja mahasiswa yang ada, kekurangannya dimana. Dari situ nanti kita bisa meningkatkan untuk PBM-nya (Proses Belajar Mengajar). Di sisi lain, kita juga ingin mendapatkan masukan kira-kira daerah-daerah itu sebenarnya butuh apa dari kami juga sehingga bisa saling membantu," beber Dr Ir Sudarminto Setyo Yuwono M App Sc selaku Dekan Fakultas Kedokteran Hewan.

Sejumlah 300-350 mahasiswa dan dokter hewan UB akan dikerahkan dalam pemeriksaan ini. Mereka akan disebar ke berbagai daerah.

Kabid Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Dinas Peternakan Jatim, Drh Juliani Poliswari MM menyatakan, pihaknya mendukung kegiatan sinkronasi tersebut.

"Kerja sama kami dari Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan FKH UB ini sudah sinergis. Jadi kami sangat mendukung sekali kegiatan sinkronisasi untuk kegiatan ini," ucapnya.

Dikatakan Juliani, pemeriksaan hewan kurban ini penting agar konsumen mendapatkan produk yang aman, sehat, utuh, dan halal.

"Hewan kurban harus memenuhi syaratnya, tidak sakit, tidak cacat, kalau bisa harus jantan, dan juga yang utama sekarang tidak boleh memotong betina produktif," pungkasnya.