Kalender Jawa Weton Sabtu Pahing 14 Juni 2025: Karakter, Rezeki, hingga Jodoh

Reporter

Binti Nikmatur

Editor

Yunan Helmy

13 - Jun - 2025, 06:57

Kalender Juni 2025. (Foto: iStock)

JATIMTIMES - Dalam tradisi masyarakat Jawa, weton atau hari lahir menurut kalender Jawa masih dipercaya membawa pengaruh terhadap kepribadian, keberuntungan, hingga jodoh seseorang. Dilansir Kalenderize, hari Sabtu (14/6/2025), dalam kalender Jawa bertepatan dengan 18 Besar 1958 Je dan berada dalam naungan Wuku Tambir.

Neptu weton Sabtu Pahing adalah 18 didapat dari penjumlahan nilai Sabtu (9) dan pasaran Pahing (9). Menurut Primbon Jawa, orang yang lahir pada weton ini umumnya dikenal sebagai pribadi yang emosional, mudah terpancing amarah, namun memiliki kelebihan dalam hal memaafkan. Emosi yang mudah muncul itu, uniknya, juga cepat reda, sehingga tak jarang membuat orang-orang di sekitarnya bingung sekaligus lega.

Baca Juga : Belum Terima BSU? Ini Cara Cek dan Update Data untuk Jawa Tengah

Di sisi lain, Sabtu Pahing juga menggambarkan sosok yang sangat peduli pada orang lain. Meski bisa terlihat keras kepala atau impulsif, mereka punya naluri kuat untuk menolong teman yang tengah mengalami kesulitan. Jiwa sosial Sabtu Pahing tinggi, dan tak ragu turun tangan langsung jika dibutuhkan.

Dalam keseharian, pemilik weton Sabtu Pahing sering kali bersemangat tinggi dalam menjalani hidup. Namun, justru karena semangat itulah, kadang mereka terlihat terburu-buru atau kurang pertimbangan dalam mengambil keputusan. Meski begitu, untuk urusan materi atau keuangan, mereka cenderung lebih berhati-hati dan tidak gegabah.

Sifat positif lainnya adalah keberanian Sabtu Pahing dalam menghadapi tantangan. Pemilik weton ini dikenal tidak mudah mundur atau menyerah. Namun demikian, mereka tetap disarankan untuk menjaga emosi dan belajar mengelola amarah agar tidak menyakiti perasaan orang terdekat.

Wuku Tambir yang menaungi Sabtu Pahing berada di bawah pengaruh tokoh pewayangan Bathara Wisnu. Dalam filosofi Jawa, Wisnu melambangkan pemelihara dan pelindung, sehingga hari-hari dalam Wuku Tambir kerap dihubungkan dengan keinginan untuk melindungi, menjaga kestabilan, dan memperkuat relasi sosial.

Simbol dari Wuku Tambir adalah pohon aren. Pohon ini melambangkan ketahanan dan manfaat, sebab hampir seluruh bagiannya berguna bagi kehidupan. Hal ini memberi gambaran bahwa orang yang lahir di wuku ini biasanya bisa menjadi penopang atau tempat bersandar bagi orang lain.

Dalam spiritualitas Kejawen, hari Sabtu Pahing pada Wuku Tambir sering kali dianggap membawa energi cukup kuat untuk kegiatan instrospeksi dan laku batin. Bagi mereka yang ingin memulai amalan, melakukan puasa, tirakat, atau ziarah, hari ini dinilai baik secara energi dan makna.

Namun, mereka yang memiliki weton ini juga disarankan lebih waspada terhadap lisan. Sering kali, emosi yang tidak terkendali membuat ucapan mereka terdengar kasar atau menyakitkan.

Baca Juga : Bus Penumpang Mulai Tertib Menaikkan dan Menurunkan Penumpang di Terminal Arjosari

Padahal, dalam budaya Jawa, kata-kata dianggap sebagai doa atau pancaran energi batin seseorang. Maka dari itu, menjaga lisan pada weton ini menjadi penting untuk menghindari dampak buruk yang tidak diinginkan.

Dalam hal asmara, weton Sabtu Pahing cocok dengan pasangan yang memiliki neptu 11, 10, atau 14, seperti Jumat Legi, Selasa Wage, atau Rabu Pon. 

Untuk urusan pekerjaan, Sabtu Pahing cocok menekuni bidang yang dinamis dan menantang, seperti perdagangan, militer, keamanan, atau bahkan dunia hiburan. Namun, perlu kehati-hatian dalam memilih lingkungan kerja agar tidak mudah terpicu emosi atau konflik internal.

Dalam tujuh hari ke depan, pemilik weton Sabtu Pahing disarankan menghindari perjalanan jauh ke arah Timur Laut. Menurut pakem primbon Jawa, arah ini berpotensi membawa energi kurang baik bagi weton ini, apalagi jika perjalanan dilakukan tanpa persiapan matang.