Baru Gaet 74 Mitra Bisnis, Pemkot Batu Didesak Kejar Kinerja Replikasi PBC Kota Bandung
Reporter
Prasetyo Lanang
Editor
Dede Nana
27 - Aug - 2026, 08:12
JATIMTIMES – Peluncuran program Perintis Berdaya Connect (PBC) di Kota Batu menaruh pekerjaan rumah besar bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Batu dalam mengakselerasi daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Capaian kemitraan bisnis Kota Batu masih tertinggal jika dibandingkan dengan Kota Bandung yang menjadi pelopor pertama program tersebut.
Berdasarkan pemetaan awal Kemenko PM, Kota Batu saat ini mencatatkan 369 UMKM terdaftar dengan 180 di antaranya aktif mengikuti tahap inklusi bisnis. Angka mitra usaha yang berhasil digaet pun baru berada di kisaran 74 mitra, masih di bawah pergerakan ekspansi pasar yang telah berjalan di daerah lain.
Baca Juga : Truk Damkar Hantam Pemotor hingga Terguling di Kota Batu, 5 Orang Luka-Luka
Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Kemenko PM Leontinus Alpha Edison mengakui bahwa performa ekosistem PBC di Kota Batu masih berada pada fase awal perintisan. Kendati demikian, keterlibatan aktif jejaring pemilik bisnis lokal serta mentor praktisi diharapkan mampu mengejar ketertinggalan angka inklusi pasar tersebut.
"Memang Kota Batu ini baru ya. Kalau Bandung kan pilot-nya sudah dari tahun lalu, jadi performance-nya mungkin lebih banyak. Tapi kalau bisa kami berbagi, Kota Batu di sini sudah ada 369 registered UMKM, 180 di antaranya yang ikut inklusi bisnis, dan mitranya kita sekarang sudah ada 74," ungkap Leontinus Alpha Edison, Rabu siang (26/8/2026).
Guna menyejajarkan pencapaian dengan daerah lain, Pemkot Batu didesak bergerak cepat mengagendakan temu bisnis (business matching) secara masif. Skema seperti di Provinsi Aceh yang berhasil mengunci kerja sama suplai UMKM ke 15 hotel dan 4 rumah sakit besar dimintakan untuk segera direplikasi di kawasan pariwisata Batu.
Wali Kota Batu Nurochman merespons tantangan tersebut dengan mendorong optimalisasi peran Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) KUMKM dan agregator CooSAE (Cooperative Smart Agriculture Ecosystem). Seluruh perangkat daerah teknis diinstruksikan menyambungkan rantai pasok produk pertanian dan UMKM olahan langsung ke industri perhotelan serta pasar modern.
"Melalui PBC, PLUT didorong menjadi one-stop business development ecosystem. Di dalamnya ada penguatan koperasi dan agregasi usaha melalui CooSAE yang akan menghubungkan produk-produk pertanian yang sudah tersertifikasi untuk masuk dunia usaha yang modern," tegas Nurochman.
Baca Juga : Desta Pamit, Begini Awal Mula Vindes Corp yang Dibangun Bareng Vincent
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar menekankan bahwa tolok ukur keberhasilan PBC di Kota Batu tidak boleh berhenti pada seremonial peluncuran semata. Pemerintah daerah bersama kementerian terkait dituntut proaktif membuka akses pasar agar pelaku usaha kecil benar-benar mengalami peningkatan skala bisnis.
"Targetnya semakin menciptakan pelaku usaha UMKM yang naik kelas, tumbuh mandiri dan kokoh, inovatif, sekaligus berdaya saing. Ya tentu harus membuka pintu seluas-luasnya dan proaktif kepada usaha yang potensial dan kreatif," ujar Muhaimin di sela peninjauan PLUT.
Dikatakannya, keberhasilan Pemkot Batu dalam mengejar kinerja Kota Bandung kini sangat bergantung pada konsistensi pendampingan harian serta keterbukaan akses pasar dari pemangku kepentingan industri pariwisata daerah. Evaluasi berkala terhadap penambahan jumlah mitra bisnis akan menjadi indikator utama untuk mengukur sejauh mana UMKM Kota Batu benar-benar naik kelas.
