Kota Batu Terpilih Jadi Lokasi Replikasi Perintis Berdaya Connect, Pemkot Integrasikan Pertanian dan UMKM
Reporter
Prasetyo Lanang
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
26 - Aug - 2026, 07:53
JATIMTIMES – Penetapan Kota Batu sebagai lokasi replikasi program Perintis Merdeka Connect (PBC) dihadapkan pada tantangan nyata berupa ancaman alih fungsi lahan serta ketimpangan ekonomi antara sektor pariwisata dan pertanian. Pemerintah Kota (Pemkot) Batu dituntut tidak sekadar menjadikan program bentukan pusat ini sebagai ajang seremoni, melainkan pendorong utama integrasi riil antara produk tani lokal dan ekosistem UMKM.
Kekhawatiran akan terjadinya peminggiran sektor pertanian akibat masifnya pertumbuhan industri pariwisata menjadi alasan utama pentingnya intervensi kebijakan yang tepat sasaran. Melalui replikasi program PBC yang dipusatkan di Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) KUMKM, Pemkot Batu berupaya membentengi mata pencaharian petani lokal agar tidak tergerus oleh arus modernisasi kota.
Wali Kota Batu Nurochman menggarisbawahi bahwa penerapan teknologi Smart and Integrated Farming dalam skema PBC menjadi krusial untuk menjawab krisis regenerasi petani di tingkat tapak. Tanpa adanya pembenahan tata kelola dan diversifikasi usaha dari hulu ke hilir, generasi muda dinilai akan makin enggan menggeluti dunia pertanian.
"Jangan sampai terjadi di tengah tumbuh-tumbuhnya pariwisata di Kota Batu terjadi trade-off terhadap produk-produk pertanian. Mayoritas masyarakat Kota Batu masih menggantungkan kehidupannya dari dunia pertanian," ujar Nurochman.
Nurochman menjelaskan bahwa penguatan sektor pertanian kini dipaksa bersinergi secara langsung dengan ekosistem UMKM yang ada di PLUT KUMKM Kota Batu. Langkah ini diambil untuk mengolah hasil panen mentah yang bernilai jual rendah menjadi produk-produk olahan turunan yang memiliki daya saing pasar tinggi.
Kendati PLUT Kota Batu telah meraih penghargaan tingkat nasional, efektivitas penyerapan produk lokal oleh pasar modern dan industri perhotelan masih menjadi ujian berat yang harus dibuktikan. Integrasi antar-dinas seperti Dinas Pertanian, Dinas Sosial, dan Disperindag dituntut berjalan solid untuk mengawal proses kurasi hingga rantai pasok (supply chain) usaha.
Baca Juga : Tekan Pengangguran Hingga Modal UMKM, Pemprov Jatim Beberkan Alokasi P-APBD 2026
Nurochman berharap hadirnya jejaring PBC tidak hanya menguntungkan segmen pengusaha yang sudah mapan, melainkan mampu merangkul petani kecil dan UMKM perintis agar benar-benar naik kelas. Keberhasilan program ini nantinya akan diukur dari seberapa besar peningkatan pendapatan riil masyarakat, bukan sekadar angka partisipasi pendampingan di atas kertas.
"Melalui PBC, PLUT didorong menjadi one-stop business development ecosystem. Di dalamnya ada penguatan koperasi dan aggregasi usaha melalui koperatif smart agriculture ecosystem sebagai penghubung produk pertanian terverifikasi ke pasar modern," terangnya.
