Malang Berangkatkan Mahasiswa KKM Gelombang II 2026, Fokus Dorong Pemberdayaan Desa
Reporter
Anggara Sudiongko
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
09 - Jul - 2026, 07:20
JATIMTIMES – Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) tidak lagi diposisikan sekadar sebagai agenda rutin perguruan tinggi. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang pada pelaksanaan KKM Gelombang II Tahun 2026 menekankan penyusunan program yang berangkat dari kebutuhan riil masyarakat dan potensi desa, bukan sekadar menjalankan daftar kegiatan selama masa pengabdian.
Komitmen tersebut disampaikan saat pelepasan mahasiswa KKM Gelombang II Tahun 2026 yang akan ditempatkan di sejumlah desa di Kabupaten Malang dan Kabupaten Pasuruan, Kamis, (9/7/2026).

Rektor UIN Maliki Malang, melalui Wakil Rektor Bidang Akademik Drs. H. Basri, M.A., Ph.D., mengatakan mahasiswa dituntut mampu membaca persoalan yang dihadapi masyarakat sebelum menyusun program kerja.
Baca Juga : Wabup Lathifah Dorong Delegasi dari Universitas Al-Qolam Angkat Isu LGBT di Konferensi Internasional
"Mahasiswa harus mengedepankan sikap rendah hati, mendengarkan aspirasi masyarakat, serta menyusun program yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi desa. Dengan begitu, KKM akan menjadi pengalaman belajar yang bermakna sekaligus mampu memberdayakan masyarakat secara berkelanjutan," ujarnya.
Pendekatan serupa juga menjadi perhatian Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Malang. Ketua LP2M Dr. Isroqunnajah, M.Ag., menilai keberhasilan KKM tidak cukup diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, tetapi dari kemampuan mahasiswa membangun kolaborasi dengan masyarakat selama proses pendampingan.

"Jaga etika, hormati budaya setempat, bangun komunikasi yang baik, dan selesaikan seluruh rangkaian KKM dengan penuh tanggung jawab. Kehadiran mahasiswa harus mampu meninggalkan kesan positif sekaligus memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat," katanya.
KKM Gelombang II Tahun 2026 mengangkat tema "Berdampak, Bergerak untuk Negeri." Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LP2M UIN Malang Dr. M. Maghfur, M.A., menjelaskan tema tersebut diarahkan agar setiap kelompok tidak hanya menjalankan program jangka pendek, tetapi juga mendorong pengembangan potensi lokal yang dapat diteruskan masyarakat setelah masa KKM berakhir.
"Mahasiswa diharapkan mampu menjadi penggerak pemberdayaan masyarakat melalui pendampingan, pengembangan potensi lokal, dan pengelolaan aset desa sehingga hasil pengabdian tetap dirasakan meskipun KKM telah berakhir," jelasnya.
Baca Juga : Fapet Unikama Gandeng UPT PT & HMT Batu, Perluas Akses PKL, Magang, dan Riset Mahasiswa
Salah satu contoh program yang telah disiapkan datang dari kelompok KKM di Desa Sukodadi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. Kelompok yang dipimpin mahasiswa Program Studi Kimia, Yunifa Azizah, merancang pelatihan ecoprint dan pengembangan kebun jeruk sebagai upaya meningkatkan nilai tambah komoditas lokal.
Melalui pelaksanaan KKM Gelombang II 2026, mahasiswa UIN Maliki Malang akan menjalankan pengabdian di berbagai desa di Kabupaten Malang dan Kabupaten Pasuruan dengan membawa program yang disusun berdasarkan hasil identifikasi potensi dan kebutuhan di masing-masing wilayah.
