Kenapa Pagi Panas Sekali, Sore Hujan Deras? Ini Penjelasan BMKG
Reporter
Mutmainah J
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
03 - May - 2026, 05:19
JATIMTIMES - Perubahan cuaca yang terjadi belakangan ini membuat banyak orang kebingungan. Saat pagi hingga siang hari, udara terasa panas dan terik. Namun beberapa jam kemudian, langit berubah gelap dan hujan deras turun di sejumlah wilayah.
Mengenai fenomena tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa hal itu adalah ciri masa transisi atau pancaroba, yakni peralihan dari musim hujan menuju musim kemarau.
Baca Juga : Heboh Kabar Purbaya Masuk Rumah Sakit, Unggahan Terbaru Saat Berenang Bikin Publik Terkejut
Menurut BMKG, saat ini Indonesia mulai dipengaruhi Monsun Australia, yaitu aliran angin dari timur yang membawa udara lebih kering.
“Monsun ini biasa ditandai dengan dominasi angin timuran, yang membawa massa udara relatif lebih kering,” tulis BMKG dalam keterangan resminya, dikutip Minggu (3/5/2026).
Udara yang lebih kering membuat awan pada pagi hari lebih sedikit. Kondisi ini menyebabkan sinar matahari langsung mengenai permukaan bumi sehingga suhu terasa lebih panas dibanding biasanya.
“Dampaknya, tutupan awan pada pagi hingga siang hari cenderung berkurang sehingga radiasi matahari dapat diterima lebih optimal di permukaan dan mendorong peningkatan suhu udara,” lanjut BMKG.
BMKG menerangkan, panas yang terjadi sejak pagi hingga siang hari justru menjadi pemicu hujan pada sore hari. Saat permukaan bumi memanas, udara lembap akan naik ke atmosfer dan membentuk awan hujan.
Jika proses ini berlangsung kuat, maka hujan bisa turun dengan intensitas sedang hingga lebat pada sore atau malam hari.
“Kombinasi radiasi Matahari yang tinggi dan kelembaban udara yang cukup dapat menyebabkan suhu yang relatif panas pada pagi hingga siang hari, diikuti dengan kondisi hujan yang signifikan pada sore hingga malam hari,” jelas BMKG.
Hujan saat masa pancaroba umumnya terjadi singkat, tidak merata, namun dapat disertai petir dan hembusan angin kencang.
BMKG mencatat pada akhir April 2026, beberapa daerah masih mengalami hujan dengan intensitas tinggi. Curah hujan tertinggi terjadi di Sulawesi Selatan, disusul Maluku, Bali, Gorontalo, Papua, dan Jawa Barat.
Baca Juga : 4 Titik Semprot Parfum agar Wangi Tahan Lama Seharian
Di saat bersamaan, suhu panas juga masih terukur tinggi di beberapa provinsi seperti Sumatera Utara, Aceh, Banten, dan Kalimantan Tengah.
Hal ini menunjukkan bahwa cuaca panas dan hujan deras dapat terjadi dalam waktu berdekatan.
BMKG menyebut peluang hujan dalam beberapa hari ke depan masih terbuka karena sejumlah fenomena atmosfer global masih aktif, seperti Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Kelvin, dan Gelombang Rossby Ekuatorial.
Fenomena tersebut dapat meningkatkan pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah Indonesia, terutama Pulau Jawa, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi.
“Keberadaan gangguan atmosfer tersebut berpotensi meningkatkan pembentukan awan hujan di wilayah-wilayah yang disebutkan,” ungkap BMKG.
Masyarakat diminta tidak terkecoh cuaca cerah pada pagi hari. Sebab, hujan deras masih bisa turun tiba-tiba pada sore atau malam.
Karena itu, warga diimbau menyiapkan payung, menjaga kondisi tubuh saat cuaca panas, serta waspada terhadap potensi banjir lokal, petir, dan pohon tumbang saat hujan deras.
